Pesan May Day 2021 Dari Mimika : Pekerja Bukan Alat Tapi Aset


Dua anggota SPSI Mimika saat mendonorkan darah

MIMIKA, BM

Tahun 1886 di Chicago USA para pekerja sosialis dan buruh bergabung untuk menuntut keadilan terhadap pemerintah. Saat itu mereka menuntut dua hal yakni hak mereka yang tidak diperhatikan dan waktu kerja dalam bekerja.

Namun sayangya terjadi benturan antara para demonstran dan pihak keamanan sehingga yang mengakibatkan jatuhnya korban dari kedua pihak.

Selanjutnya pada tahun 1889, digelarlah Kongres Buruh Internasional di Paris. Pada kongres ini diputuskan setiap tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Sedunia atau May Day. Peringatan May Day di Indonesia terus dilakukan pada era Presiden Soekarno namun hanya hingga tahun 1966.

Di era Orde Baru, peringatan May Day seakan mati, bahkan pemerintah Indonesia di bawa kepemimpinan Presiden Soeharto mengalihkan peringatan hari buruh ke tanggal 24 Oktober.

Tahun 2013 ketika Indonesia dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, peringatan Hari May Day diterapkan kembali ke tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional.

Peringatan May Day hari ini dilakukan PC FSP KEP SPSI Kabupaten Mimika dengan menggelar sejumlah kegiatan kemanusiaan, salah satunya melakukan aksi donor darah.

Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Sabtu (1/5) dan berhasil mengumpulkan 22 kantong darah.

22 kantong darah tersebut terdiri dari, golongan darah A sebanyak 4 kantong, golongan darah B 5 kantong, golongan darah O sebanyak 10 kantong, golongan darah AB 1 dan yang belum diketahui jenis golongan darah 2 kantong darah.

Ketua PC FSP KEP SPSI Mimika, Agus Patiung dalam sambutannya mengatakan, semua kegiatan yang menyangkut May Day itu berdasarkan arahan dari pimpinan PC FSP KEP SPSI Pusat.

Dalam surat yang dimirimkan ke daerah untuk kegiatan May Day ini menyebutkan ada 3 program besar yang dilakukan oleh keluarga besar SPKEP SPSI di seluruh Indonesia.

Program pertama adalah menolak omndibuslow khususnya untuk klaster ketenagakerjaan. Penolakan disebabkan karena Omndibuslow dianggap tidak berpihak kepada pekerja buruh di seluruh Indonesia dan saat ini masih dalam proses gugatan di MA.

"Tetapi kami di kabupaten tidak dalam posisi melakukan orasi, melakukan demontrasi atau aksi dalam penolakan omndibuslow. Semua diserahkan kepada pimpinan pusat. Hari ini pimpinan pusat melakukan kunjungan ke Istana Negara untuk memberikan petisi kepada Presiden Jokowi,"tutur Agus.

Agenda kedua adalah bagaimana agar SPSI di daerah atau tingkat kabupaten/kota melakukan agenda pengembangan organisasi berupa kegiatan edukasi semisal seminar. Sementara ketiga adalah agenda sosial yang mana PC FSP KEP SPSI Mimika melakukan donor darah.

"Setelah kami koordinasi dengan kepala cabang PMI di Mimika, mereka menyampaikan bahwa memang di rumah sakit dan khususnya di PMI sendiri yang berkecimpung dengan bank darah sering mengalami kekurangan sehingga kami dengan rasa rendah hati mengundang semua organisasi untuk menyumbangkan setetes darahnya," ungkap Agus.

Pada momen May Day ini, PC FSP KEP SPSI Mimika juga melakukan kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan agar melakukan sosialisasi tentang ketenagakerjaan baik kepada pengusaha di Timika maupun di area pertambangan.

Ia berharap kepada perusahan atau pengusaha yang memiliki segera pekerja agar mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan karena itu merupakan hak mendasar yang harus dimiliki para pekerja dan sudah diatur dalam undang-undang.


Penyerahan santuan oleh BPJS Ketenagakerjaan

Direktur YPMAK, Vebian Magal dalam sambutan ia mengatakan, 1 Mei merupakan hari yang istimewa bagi para pekerja di seluruh dunia dan hari ini pekerja di Mimika memperingatinya.

"Bicara pekerja namanya level atas sampai bawah itu pekerja bukan pemilik modal. Tidak ada salah kalau semua departemen perusahaan-perusahaan lain hadir di sini kecuali pemilik modal karena mereka bagian dari SPSI," tutur Vebian.

Menurut Vebian, hak buruh atau para pekerja harus diperhatikan dan sepenuhnya menjadi tanggungjawab semua orang yang memberi mandat dari pemilik modal.

"Pimpinan yang ada itu harus memperhatikan hak-hak buruh, menghormati, menghargai sehingga buruh itu bukan menjadi alat tetapi aset bagi perusahaan dimana mereka bekerja," tegasnya.

Walau demikian Vebian juga mengingatkan para pekerja atau buruh agar bekerja maksimal di setiap tempat di mana ia bekerja karena dunia kerja butuh konektivitas yang sama mengutungkan antara karyawan dan piminan.

Ia berharap agar seluruh pekerja tetap saling mendukung dan bersinergi guna bersama memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan di masing-masing perusahaan.

"Kita sebagai pekerja, marilah kita tingkatkan semangat memberi kontribusi yang baik pada perusahaan kita bekerja. Dengan demikian ada saling membutuhkan satu sama yang lain dan meningkatkan solidaritas yang kuat untuk memperjuangkan kesejahteraan keadilan bagi keluarga pekerja dan juga sesama,"ungkapnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Very K Boekan dalam sambutannya mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan dipercayakan oleh pemerintah melalui peraturan pemerintah Nomor 37 tahun 2021 untuk menyelengarakan satu program yang menurut hematnya, program ini sangat baik buat pekerja maupun pengusaha yaitu program Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

"Kenapa saya katakan baik bagi pekerja dan pengusaha karena manfaat dari jaminan ini adalah ketika ada yang di PHK dia akan mendapat akses informasi lowongan pekerjaan lagi dan itu disiapkan oleh pemerintah melalui Disnakertrans,"kata Very

Dijelaskan, bahwa pekerja yang kehilangan pekerjaan akan dilatih, diberi diklat atau workshop sehingga lebih kompoten lagi dalam bekerja nanti atau dapat membuka usaha sendiri.

Melalui BPJS Ketenagakerjaan, akan diberikan uang tunai selama 6 bulan selama pekerja tersebut menganggur atau akan dibayarkan gajinya selama menggangur sehingga disebut jaminan kehilangan pekerjaan.

"Maksimal yang didapatkan adalah Rp2.250.000 sebulan untuk 3 bulan pertama kemudian 3 bulan kedua sebesar Rp1.250.000. Pemerintah tidak tinggal diam di masa pandemi, pemerintah menyikapinya dengan hal yang positif yaitu mengeluarkan PP nomor 37," ujarnya.

Kepada PC FSP KEP SPSI Mimika, ia juga mengatakan bahwa serikat pekerja bisa menyiapkan BLK kepada mereka yang di PHK dan pemerintah telah menyiapkan dana untuk hal tersebut.

"Saya yakin beberapa tahun ke depan SPSI Mimika akan menjadi serikat pekerja yang mandiri di sisi bidang finansial karena punya BLK sendiri," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Eliaser Kararbo memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini terutama kepada para sponsor yakni BPJS Ketenagakerjaan, PT Kuala Pelabuhan Indonesia, PT Srikandi Mitra Karya dan PT Sandvic.

"Saya memberikan apresiasi kepada seluruh tim, donatur, stakholder, keluarga besar SPSI atas semua dukungan dan perhatian yang diberikan. Tanpa semua itu acara ini tidak akan berjalan," ujarnya.

Ia juga menjelaskan selain donor darah, panitia kegiatan juga memberikan santunan kepada 50 anak yatim dan bantuan bantuan berupa paket ekonomi yang berisikan susu, minyak, gula, mie instan dan lainnya.

Sebelum berakhirnya kegiatan, pada momen May Day ini dilakukan pula penyerahan SK Perpanjangan Pengurus PUK PT Alas Emas Abadi dan PT Puncak Jaya Power oleh Ketua SKEP SPSI Mimika, Agus Patiung. (Shanty)

Top