BTB Mimika, 4 Tahun Berkarya Demi Kemanusiaan Namun Tidak Diperhatikan Pemda Mimika

Foto bersama ketua dan anggota BTB Mimika

MIMIKA, BM

Kabupaten Mimika patutnya berbangga karena memiliki orang-orang yang peduli terhadap persoalan kemanusiaan terutama yang tergabung dalam lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tanggap Bencana (BTB) Mimika.

Bahkan sepak terjang mereka dalam aksi kemanusian sudah dikenal secara nasional karena BTB Mimika atau disebut juga Relawan Eme Neme Yauware selalu aktif terjun langsung ketika Indonesia diterpa bencana alam.

Catatan BM, sejauh ini sudah ada 17 daerah yang didatangi Basnaz BTB Mimika. Bahkan sepak terjang mereka dalam menolong masyarakat yang tertimpa bencana mendapat penghargaan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Aksi perdana Baznas Tanggap Bencana (BTB) Mimika terjadi pada November 2017. Saat itu 1300-an orang mengungsi dari Banti, Distrik Tembagapura ke kota Timika.

Bergerak cepat, Baznas langsung turun memberikan bantuan kemanusiaan berupa sembako, tenda dan beberapa kebutuhan dasar lainnya.

Setelah aksi tersebut, Baznas BTB Mimika melebarkan sayapnya untuk selalu hadir memberikan bantuan kemanusian di beberapa daerah di Indonesia yang terkena dampak bencana alam.

BTB Mimika terlibat langsung menolong masyarakat terdampak gempa di Lombok, gempa dan tsunami di Palu, banjir di Jember Jawa Timur, tsunami di Banten dan Lampung Selatan.

BTB Mimika juga menolong sejumlah masyarakat saat musibah banjir terjadi di Sulawesi Selatan, yakni di Gowa, Jeneponto dan Maros.

Kebakaran di Mappi dan Agats, banjir bandang di Sentani, kerusuhan di Wamena dan gempa di Ambon juga mereka datangi.

Selain itu, banjir bandang di Banten juga di Trans Nabire, gempa di Mamuju dan terbaru yakni banjir bandang di NTT juga secara sukarela BTB Mimika hadir menolong sesama yang membutuhkan.

Ketua Baznas Mimika, Ustad Umar Habib Rosidi kepada BM mengatakan Baznas terlahir dari Undang-undang Nomor 23 tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2016.

Baznas Mimika dibentuk mendasari Surat Keputusan (SK) Bupati Mimika Nomor 34 Tahun 2016 dan pelantikan badan pengurus dilakukan pada April 2017.

Ustad Umar Habib Rosidi mengataakan, dari 29 kabupaten kota di Provinsi Papua, Baznas sudah hadir di 13 kabupaten. Namun yang memiliki
tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) hanya Mimika, Nabire dan Baznas provinsi.

"Tapi sejauh ini yang aktif merespon bencana baik di Papua maupun di luar Papua itu baru BTB Mimika. Bahkan BTB Mimika itu sudah lintas Provinsi,” katanya.

Menurut Ustad Umar, para relawan yang tergabung dalam Baznas BTB, tidak terikat dan mereka bekerja secara sukarela karena tidak diberikan honor maupun gaji.

Sejauh ini anggota yang aktif berjumlah 40 orang sementara yang lainnya tidak aktif karena memiiki waktu yang terbatas dengan kesibukan masing-masing.

Rata-rata anggota BTB Mimika juga telah telah dilatih oleh SAR Mimika dan merekapun secara otomatias masuk dalam organisasi potensi SAR. BTB Mimika juga sudah punya instruktur kebencanaan yang punya sertifikat dari BTB pusat.

"Dari tingkat nasional juga kita sudah dapat penghargaan. Namun yang paling utama dan selalu kami syukuri adalah bahwa selama ini, semua relawan setelah kembali dari bertugas pulang dengan selamat," ungkapnya dengan rasa syukur

Selain melakukan aksi kemanusian di luar daerah, BTB Mimika juga telah melakukan latihan kesiapsiagaan bencana kepada 15 guru dari sekolah SIT Permata Papua, YAPIS Timika dan Smart kids.

Ketika ditanyakan BM, apakah selama ini keberadaan BTB Mimika diperhatikan Pemda Mimika? Ustad Umar Habib Rosidi mengatakan tidak ada.

“Baznas ini lembaga pemerintah non struktural tapi sampai saat ini belum ada dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika sementara kalau bertugas kita selalu membawa nama Mimika," ujarnya.

"Semoga BTB Mimika tetap kompak dan eksistensinya dapat dirasakan oleh masyarakat Mimika dan Indonesia. Semoga Timika dijauhkan dari marabahaya dan bencana," harap Ustad Umar Habib Rosidi ketika ditanyai BM tentang harapannya. (Elfrida

 


 

Top