Siklon Tropis Surigae Tidak Berdampak Besar Di Mimika

Prakirawan BMKG Mimika Fitria Nur Fadlilah

MIMIKA, BM

Siklon Tropis Surigae merupakan hujan deras disertai petir dan angin kencang yang bisa menyebabkan badai.

Kemunculan bibit siklon tropis 94W yang muncul di Samudra Pasifik dari timur laut Papua telah berubah menjadi bibit siklon surigae ternyata belum berdampak besar di Mimika walaupun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah mengeluarkan peringatan.

Prakirawan BMKG Mimika Fitria Nur Fadlilah saat diwawancarai, Kamis (15/4) mengatakan pengaruh bibit siklon tropis surigae di Mimika pada umumnya adalah cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan tidak berbahaya.

“Berbeda dengan wilayah Papua bagian utara seperti Jayapura. Ini lumayan lebih dekat dengan pusat siklonnya, tapi yah tetap dampak yang diterima adalah dampak tidak langsung,” jelasnya.

Dikatakan, bahwa pusat siklon tropis ini berada di lautan Pasifik yaitu di 8,2 derajat lintang utara (LU) dan 137 derajat bujur timur (BT), sedangkan pergerakannya ke arah barat laut atau sekitar 1050 km sebelah utara Biak.

Lanjutnya, pergerakan siklon tropis surigae menuju ke arah Barat Laut dengan kecepatan 10 knots atau 18 km per jam bergerak menjauhi wilayah Indonesia sehingga tidak begitu memberi dampak buruk. Namun masyarakat tetap diminta untuk waspada.

“Kalau untuk di Indonesia yang paling berpotensi itu di daerah sekitar Maluku Utara, Sulawesi Utara, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Tapi itu pun tetap dalam konteks dampak secara tidak langsung,”katanya.

Menurut Fitria, di Bulan April ini Mimika sedang memasuki musim hujan dengan intensitas sedang dan secara keseluruhan terjadi di wilayah Mimika. Puncaknya diprediksi akan terjadi pada Juli dan Agustus, dimana hujan bisa terjadi setiap hari.

“Kalau kemarin kan memang cenderung sore hari yah karena akibat konfeksi pemanasan yang terjadi pada siang harinya, kemudian sorenya sudah mulai terkumpul massa udara di atmosfir lalu turun hujan itu disebabkan oleh awan-awan konfektif. Akan tetapi mulai April sekarang hujannya lama namun tidak dalam intensitas deras sekali,” ungkapnya. (shanty)

Top