Mimika Semakin Rawan Penularan Covid-19, 4 Distrik Kini Masuk Zona Merah

Update perkembangan Covid-19 di Mimika (Rabu 15/4)

MIMIKA, BM

Setelah sebelumnya menetapkan 6 wilayah sebagai zona merah, Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Mimika kini menempatkan 4 distrik sebagai Zona Merah penyebaran Corona Virus.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas, Reynold Ubra mengatakan empat distrik tersebut adalah Wania, Mimika Baru, Tembagapura dan Kuala Kencana. Salah satu yang juga dikategorikan sebagai zona kuning adalah Distrik Mimika Timur.

Hal ini disampaikan Reynold Ubra dalam konferensi pers via aplikasi zoom, Rabu (15/4) malam yang diikuti juga oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob.

“Empat distrik ini kami nyatakan zona merah karena perkembangan penularan virus corona di empat wilayah ini sangat tinggi. Data-data ini menunjukan bahwa transmisi lokal akan terus terjadi dan penyebaran akan tetap meluas karena warga Mimika tidak memiliki tanggungjawab sepenuhnya terhadap instruksi yang dibuat pemerintah daerah,” jelasnya.

Menurutnya, kesadaran warga sangat minim, cuek, masa bodoh, empati dan merasa seakan-akan apa yang saat ini dihadapi dan terjadi di Mimika adalah hal biasa yang tidak berdampak apapun.

“Ini menjadi gambaran bahwa masyarakat Mimika tetap melakukan pergerakan sehingga terjadi perpindahan virus corona dari orang yang terinfeksi ke orang sehat,” ujarnya.

Reynold Ubra bahkan merasa miris karena hingga saat ini berbagai toko yang tidak memiliki kaitannya dengan kebutuhan sembako masih saja dibuka. Diantaranya toko bangunan, bengkel, tempat jualan handphone hingga pakaian dan lainnya.

“Kalau pasar dibuka ini wajar tapi kenapa mereka yang tidak punya hubungan sama sekali dengan sembako masih beroperasi. Belum lagi ada yang karyawannya tidak menggunakan pelindung diri seperti masker dalam melayani masyarakat. Aktifitas mereka harusnya juga ditutup,” ungkapnya.

Selain tidak patuhnya instruksi Social Distancing, Pysical Distancing dan Stay At Home, Mimika juga memiliki masalah lain dalam penanganan Covid-19 yakni terbatasnya tempat penampungan bagi pasien.

Reynold mengatakan hingga malam ini, RSUD Mimika merawat 15 pasien dari jumlah 20 ruang isolasi. Kapasitas di shelter hanya 28 kamar dan 10 kamar sudah terpakai.

“Artinya rumah sakit, puskesmas dan kapasitas di shelter tidak cukup untuk memuat pasien jika terjadi lonjakan kasus di Mimika. Dari hasil tracing kontak sudah ada 500 dan sebagian besar merupakan OTG yakni sebanyak 221 orang. 147 ODP, 64 PDP. Total keseluruhan adalah 432,” ungkapnya.

Reynold Ubra juga melaporkan bahwa hari ini, Rabu (26/4) Tim Gugus Tugas menemukan 3 pasien PDP baru. Dari total 64 PDP di Mimika ini, 23 orang dirawat di rumah sakit.

15 orang di RSUD, 5 orang RS Tembagapura dan 3 di RSMM. Hari ini juga sebanyak 5 sample dari Rumah Sakit Tembagapura dikirim ke Jayapura.

Penemuan ODP hari ini sebanyak tiga orang, 1 di RSUD dan 2 di Puskesmas Timika Jaya. Keseluruhan ODP kini menjadi 147 orang.

Sementara penambahan OTG ada 11 orang baru, 2 di Rumah Sakit Tembagapura dan 9 merupakan hasil tracing kontak. Total keseluruhan OTG hingga Rabu malam berjumlah 221 orang dan semuanya melakukan isolasi mandiri.

Tim Gugus Tugas juga menemukan bahwa penemuan ODP, PDP dan OTG baru merupakan gambaran bahwa sebelum dilakukan penutupan akses penerbangan bandara dan pelabuhan, banyak warga yang sudah terinveksi terutama mereka yang melakukan perjalanan ke luar daerah namun mereka tidak melapor ke layanan fasilitas kesehatan.

“Ini yang disebut fenomena gunung es. Oleh karena itu harus dibongkar dengan tracing kontak. Mereka sudah dengan gejala sedang dan berat baru akhirnya melakukan isolasi mandiri,” terangnya.

Sementara itu, terkait dengan 4 distrik yang masuk zona merah dan 1 distrik yang masuk kategori zona kuning, maka wilayah-wilayah ini seharusnya dilakukan pembatasan akses secepatnya.

Jika tidak dilakukan dengan segera maka akan memudahkan penularan Corona Virus menyebar hingga ke perkampungan di pesisir dan pedalaman.

“Jika wilayah-wilayah ini bisa dilakukan penutupan aktifitas maka tidak akan menyebar ke wilayah lain termasuk ke distrik-distrik lain hingga kampung-kampung,” ujarnya. (Ronald)

Top