Jubir Pemda : Lima Langkah Mencegah Penularan Virus Corona

Jubir Pencegahan Corona, Reynold Ubra

MIMIKA,BM

Jurus bicara sekaligus Sekretaris Tim Penanganan Covid-19 Pemda Mimika, Reynold Ubra Mengungkapkan lima hal yang perlu dilakukan masyarakat Mimika dalam mencegah penyebaran virus corona.

5 hal yang dimaksud adalah bagaimana menjaga jarak, enam langka mencuci tangan, etika batuk, menghindari tempat kerumunan serta jika batuk maka jangan melakukan aktifitas di luar rumah atau lakukan self isolation.

“Kita harus perhatikan etika batuk dan bersin yang benar. Ini sangat perlu diterapkan oleh masyarakat dengan menutup mulut dan hidung dengan lengan," ungkap Reynold Ubra saat diwawancarai di Hotel Grand Mozza, Rabu (18/3).

Menurutnya, hal inilah yang harus dikampanyekan agar masyarakat semakin menyadarinya. Selain itu pihaknya juga akan mendirikan layanan call center sehingga memudahkan warga melapor jika terindikasi.

Dijelaskan, bahwa ada 3 pendekatan yang akan dilakukan pemerintah daerah yakni pendekatan preemtif, responsif dan rehabilitasi.

Pendekatan preemtif dilakukan karena belum ada kasus sehingga diperlukan sosial marketing, sosial promosi tentang bagaimana cara pencegahan, isolasi diri dan bagaimana melapor sendiri melalui call center.

Untuk responsif, pemerintah akan cepat memberikan respon jika ada kasus yang ditemukan. Penderita akan mendapatkan pengawasan dan penanganan medis serta memberikan pemantauan penuh terhadap mereka yang terindikasi melakukan kontak dengan orang yang sudah dinyatakan covid-19.

Pendekatan rehabilitasi, merupakan upaya metigasi yang melibatkan lintas sektor agar mereka yang sudah terinfeksi (termasuk yang dalam pengawasan) mendapatkan penanganan yang baik bahkan jika terjadi kematian hingga pemakaman jenazah.

"Saya pikir itu tiga pendekatan yang akan kita lakukan. Dan juga dengan adanya call center kami yakin bahwa pasti akan semakin banyak laporan-laporan dan dengan dibukanya ruang ini justru akan bekerja lebih bagus. Masyarakat tidak perlu takut melapor, kalau kita lihat banyak sakit dan meninggal itu bukan karena covid-19 tapi karena infeksi penyerba terutama pada usia 60 tahun. Kunci utama adalah meningkatkan daya tahan tubuh jadi saya pikir masyarakat tidak perlu khawatir untuk ini,” jelasnya.

Katanya, jika ada skenario terburuk yang terjadi di Mimika maka warga tidak perlu panik atau gusar karena Mimika memiliki sumber daya yang sangat besar.

Artinya pemerintah daerah tidak bekerja atau berjalan sendiri karena ada dukungan kuat dari sektor swasta termasuk dukungan masyarakat itu sendiri.

Sementara itu untuk PTFI, Reynold Ubra mengatakan manajemennya telah melakukan sejumlah persiapan.

Mereka telah mempersiapkan penyedia layanan, memberlakukan self alert card sejak Januari sebagai upaya pengendalian infeksi pada lingkungan perusahaan, termasuk telah menyiapkan tempat isolasi.

"Rumah sakit Tembagapura juga telah menyiapkan ambulance udara jika kemungkinan terjadi hal yang paling buruk. Mereka siap mendukung pemda secara penuh,” ungkapnya.

Reynold juga menegaskan bahwa walau saat ini telah diberlakukan instruksi bekerja dari rumah namun petugas puskesmas tetap standby.

Mereka wajib memantau ODP dan rutin memberikan laporan perkembangan kepada dinas kesehatan sembari meningkatkan sistem pengamatan.

"Di Mimika sampai hari ini kami belum menerima laporan dari fasilitas kesehatan baik Puskesmas maupun rumah sakit tentang ODP dan PDP, saya kira jika ada pasti kami akan sampaikan kepada masyarakat dengan tujuan agar masyarakat lebih mawas diri,"ungkapnya. (Shanty)

Top