Pengurus Cabang IAKMI Mimika Periode 2022-2026 Resmi Dilantik

Ketua IAKMI Provinsi Papua, Dr. Arius Togodly, melantik para Pengurus Cabang IAKMI Mimika periode 2022-2026 di Hotel Cartenz, Jalan Budiutomo, Timika, Papua Tengah, Sabtu (3/11/2022)

MIMIKA, BM

Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Kabupaten Mimika periode 2022-20226 resmi dilantik di Hotel Cartenz, Jalan Budiutomo, Timika, Papua Tengah, Sabtu (3/11/2022).

Pelantikan dikukuhkan oleh Ketua IAKMI Provinsi Papua, Dr. Arius Togodly, S.Pd., M.Kes., dengan Ketua terpilih yakni Yuliarta Mararu, S.KM., M.Kes.

Dalam sambutannya, Dr. Arius Togodly mengatakan bahwa tugas dari IAKMi tidaklah mudah, yang mana sebagai anggota pelayan kesehatan, nyawa hidup setiap orang menjadi tanggung jawab penuh.

"Tugas kita tidaklah muda. Tugas kita dalam pelayanan kesehatan, kita akan menentukan bagaimana orang mati hidup di daerah ini atau di wilayah ini. Untuk itu, mari kita tidak membeda-bedakan suku, ras, dan agama dalam pelayanan di tempat ini," tegasnya.

"Mari kita bersama-sama dalam satu-kesatuan dengan mengutamakan hal kasih, maka saya percaya Tuhan memberkati saudara-saudara sekalian," imbuhnya.

Dia juga menekankan kepada seluruh anggota IAKMI Mimika untuk membuka diri mendorong setiap profesi di bidang kesehatan agar memiliki surat tanda registrasi (STR).

"Saudara-saudara kita yang belum memilik STR perlu segera di data kembali karena kalau tidak melakukan STR maka mereka tidak punya hak menjadi PNS," ujarnya.

Menurutnya, STR menjadi satu syarat yang sangat penting. Oleh karena itu, para pengurus diharapkan bisa mengakomodir alumni bidang kesehatan masyarakat untuk mendapatkan STR.

"Ini tantangan berat. Untuk itu, mari satukan hati, satukan pikiran, damai dan mengutamakan kasih untuk menyelamatkan negeri ini, tanah ini, bangsa ini," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengcab IAKMi Mimika, Yuliarta Mararu mengatakan bahwa terpilihnya dia sebagai ketua merupakan suatu amanah baginya.

"Ketika tanggung jawab ini diberikan kepada saya, tentu dengan atau tanpa dukungan bapa ibu pengurus yang sudah terpilih, maka saya tidak bisa berbuat apa-apa. Oleh karena itu, saya mohon kepada seluruh pengurus terpilih agar kita dapat saling bahu-membahu bekerja sama menjalankan organisasi IAKMI yang sama sama kita cintai," tuturnya.

Menurut Yuliarta, komitmen, konsisten dan konsekuen yang didukung oleh komunikasi yang efektif merupakan kata kunci untuk meraih kesuksesan.

"IAKMI merupakan organisasi profesi kesehatan masyarakat yang senantiasa mengedepankan aspek kehormatan dan etika di atas segala-galanya, sehingga fakta integritas menjadi aspek yang sangat penting untuk kita pegang teguh sebagai landasan utama kita menjalankan roda organisasi ini," jelasnya.

"Kita merupakan orang-orang terpilih. Marilah kita buktikan bahwa kita semua ketika bersama-sama bergandengan tangan dan bergotong royong, pasti kita mampu menjalankan organisasi ini secara profesional dan mendudukkan organisasi yang kita cintai ini di mana saja kita berada," tandasnya menambahkan.

Atas nama ketua dan pengurus terpilih, Yuliarta menyampaikan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan seprofesinya di Kabupaten Mimika atas kepercayaan yang sudah diberikan.

"Sekali lagi kami mohon dukungan. Tanpa dukungan rekan-rekan seprofesi, maka kami tidak bisa berbuat banyak," tutupnya.

Di samping itu mewakili Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Paulus Dumais, mengawali sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus IAKMI Mimika yang baru saja dilantik.

"Semoga saudara-saudara yang bergabung dalam kepengurusan ini, dapat lebih meningkatkan partisipasi dalam pelayanan kepada masyarakat Mimika untuk mewujudkan Mimika yang sehat, damai, dan sejahtera," ucapnya.

Dengan pelantikan ini, kata Paulus, menandakan bahwa saat ini IAKMI Mimika telah memiliki kepengurusan yang sah, yang selanjutnya akan melaksanakan program-program kerja sesuai visi dan misi dari IAKMI untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

"Dalam suatu organisasi kesehatan, tenaga kesehatan masyarakat merupakan bagian dari sumber daya manusia yang sangat penting perannya guna meningkatkan kesadaran yang lebih tinggi pada pelayanan kesehatan yang bersifat promotif preventif," katanya.

Untuk itu, lanjut Paulus, perlu dipersiapkan tenaga terlatih di bidang promosi kesehatan termasuk pakar yang memahami sosiologi, antropologi, perilaku, ilmu penyuluhan, dan sebagainya.

Menurutnya, kesehatan masyarakat adalah kombinasi antara teori dan praktek yang bertujuan untuk mencegah penyakit, memperpanjang hidup,dan meningkatkan kesehatan penduduk.

Dia menegaskan bahwa di antara pengurus IAKMI, harus terjalin hubungan yang baik agar segala program kerja yang sudah disepakati bersama dapat terlaksanakan dengan maksimal.

"Juga hal yang penting dari semua ini adalah bagaimana seluruh pengurus IAKMI bisa tampil dan hadir di tengah-tengah warga masyarakat Kota Timika dalam membantu menangani permasalahan kesehatan, dan saling bersatu padu tanpa memandang suku, agama, dan ras seperti yang terbingkai dalam kebhinekaan tunggal ika," ujarnya.

"Saya percaya bahwa kepengurusan yang baru ini merupakan orang-orang yang hebat, yang benar-benar mau dan mampu bekerja, memiliki wawasan, dedikasi serta motivasi yang tinggi untuk kemajuan bersama," imbuhnya.

Diharapkan, seluruh pengurus yang baru untuk tetap solid dan toleran kepada setiap suku dan budaya yang ada di Kabupaten Mimika sehingga dapat terciptanya keharmonisan antara sesama.

"Bagi seluruh pengurus IAKMI, kiranya  mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik, menjadi pelopor kesehatan yang mengedepankan kepentingan masyarakat, dan hendaknya dapat bekerja dengan serius dan berkomitmen dalam meningkatkan kinerja demi terwujudnya visi dan misi guna menjadikan organisasi ini menjadi maju, serta dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam rangka mensukseskan pelaksanaan berbagai program pembangunan kesehatan di Kabupaten Mimika," pungkasnya.
(Endi Langobelen)  

Top