Hari Malaria Sedunia, Bagaimana Seharusnya Mimika Memerangi Malaria? Mungkin Ini Kuncinya


Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob menandatangani komitmen bersama distrik bebas malaria

MIMIKA, BM

Hingga tahun 2022, Kabupaten Mimika masih menjadi penyumbang 40 persen kasus malaria secara nasional.

Melalui momentum Hari Malaria Sedunia, Senin (25/4), Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengelimasi malaria tahun 2026.

Hal tersebut dikatakannya pada acara peringatan Hari Malaria Sedunia yang berlangsung di Kantor Distrik Wania, Senin (25/4).

Ketua Panitia kegiatan, Ridwan dalam laporannya mengatakan, hari malaria sedunia diperingati setiap tanggal 25 April setiap tahun, sebagai bentuk bersama memerangi penyakit menular tersebut.

"Peringatan ini juga sebagai momentum membangkitkan semangat bersama dalam memerangi malaria di Indonesia untuk mencapai eliminasi tahun 2030,”tutur Ridwan.

Diketahui, Kabupaten Mimika melalui Peraturan Bupati nomor 49 tahun 2019 sudah membuat target eliminasi malaria tahun 2026. Namun tercatat, malaria setiap tahun masih.

Berdasarkan data, Kabupaten Mimika adalah penyumbang 40 persen kasus nasional dari total kasus 280 ribu kasus tahun 2021.

Sementara laporan Dinas Kesehatan kasus malaria tahun 2021 sebanyak 119.167 kasus, indisiden 400 kasus per 1000 penduduk dan 25 persen diantaranya mengenai anak-anak dan ibu hamil.

Ridwan mengatakan, penyakit malaria berdampak luas terhadap gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak atau stunting, ambortus pada ibu hamil, gangguan kecerdasan dan bahkan kematian.

Berdasarkan hal tersebut, penanganan malaria wajib menjadi perhatian serius dari berbagai pihak melalui kampanye eliminasi secara masif.

"Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kinerja menuju eliminasi malaria 2026 di Mimika serta meningkatkan kepedulian dan peran aktif dalam penanggulangan pencegahan malaria di Mimika,” ujarnya.

Wakil Bupati Mimika Johanes Rettob dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini tidak lain tujuannya satu yakni bagaimana semua berperan aktif untuk menurunkan malaria.

Perusahaan besar harus memberikan kontribusi juga dalam penurunan malaria. Pihak distrik, lurah dan RT diminta terus mensosialisasikan kepada masyarakatnya agar ikut menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penularan malaria.

"Kita harus bekerja keras untuk turunkan 40 persen kasus malaria secara nasional yang mana disumbangkan dari Mimika. Kita harus sanggup,” kata Wabup John.

Penanganan malaria tidak hanya dapat dilakuan melalui penyemprotan berkala namun yang terpenting adalah harus dicegah. Pencegahan harus dimulai dari rumah.

Wabup John berharap, penanganan malaria tidak hanya menjadi peran Dinas Kesehatan maupun lembaga malaria, namun semua pihak harus berkonsentrasi mencegah malaria karena penyakit ini juga menyebabkan adanya penyakit lain.

Di moment hari malaria ini, Wabup John mengajak semua pihak bersama-sama memiliki tekad dan inovasi untuk mengeliminasi malaria pada 2026.

“Kita bersama harus punya inovasi buat malaria ini tereliminasi,” ucapnya.

Tambahnya, hingga tahun 2022 masih banyak kasus malaria yang terjadi, dan rata-rata di wilayah Kota Timika. Ia berharap, semua pihak haru berkomitmen untuk menurunkan kasus malaria.

“Jangan Pak Reynold sebagai kepala dinas kesehatan saja yang setengah mati urus ini, semua kita punya peran untuk eliminasi malaria,” ungkapnya.

Menegaskan kembali pernyataan Wabup John, Kepala Distrik Wania Richard Wakum mengatakan, perkembangan kasus malaria di Kabupaten Mimika bukan saja menjadi tanggungjawab pemerintah daerah dan kader malaria tetapi tanggungjawab semua pihak.

"Hari ini saya undang tokoh masyarakat karena merekalah penyambung untuk menyampaikan kepada masyarakat, bagaimana kita harus hidup sehat dan bersih," Ujarnya.

Dikatakan, Distrik Wania sangat gencar memerangi malaria dan stanting. Dengan kerja sama semua pihak maka kasus stunting di Distrik Wania menurun.

"Saya mengajak kepada lurah dan kampung untuk menyampaikan kepada setiap ketua RT yang ada untuk menjaga lingkungan selalu bersih," Ungkapnya.

Manager Economic Development PT Freeport Indonesia, Yohanes Bewahan mengungkapkan bahwa PTFI terus berkomitmen untuk menjaga kesehatan baik karyawan maupun masyarakat di sekitar operasional area kerja.

Sementara dalam rangka hari malaria ini, Freeport mengajak masyarakat untuk menghindari gigitan nyamuk dan terus menjaga kebersihan lingkungan agar penyakit ini bisa dieliminasi secara bersama.

Kepada masyarakat Ia berpesan, jika merasakan gejala malaria segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan baik yang disediakan pemerintah maupun PTFI.

"Obat yang diberikan itu pasti sudah diperhitungkan sehingga diharapkan agar minum sampai tuntas. Kita punya semboyan bahwa kita bekerja sama untuk mengelimasi malaria baik yang ada di Kabupaten Mimika maupun secara nasional tahun 2030,”ungkapnya.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama distrik bebas malaria menuju eliminasi Tahun 2026.

Kegiatan Hari Malaria Sedunia tahun ini mengusung tema "Ciptakan Inovasi Capai Eliminasi Dan Wujudkan Indonesia Bebas Malaria".

Pada peringatan kali ini diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya tarian oleh siswa SMP Kristen Arastamar Timika dan fashion show oleh anak-anak asli Papua dari Amungsa Managemen Fashion Kids.

Ada juga tampilan drama tentang pencegahan dan pengobatan malaria oleh mahasiswa Jurusan Keperawatan, Kebidanan dan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura Prodi Mimika. (Shanty)

Top