Dinkes Beberkan Capaian Pemberian Vaksin untuk Anak-Anak

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra
MIMIKA, BM
Dinas Kesehatan Kabupaten Kabupaten Mimika memprioritaskan pemberian vaksin Covid-19 kepada anak-anak usia 6-11 tahun dan 12-27 tahun dimulai Maret ini hingga November 2022.
Bukan hanya vaksin covid-19 namun dalam rentan waktu ini, pemberian vaksin lainnya seperti vaksin campak dan rubella, difteri dan tetanus untuk anak-ajak juga akan dilakukan sesuai jadwal.
Terkait vaksin Covid-19, untuk anak-anak usia 6-11 tahun, targetnya adalah 20.905 anak sementara vaksin untuk anak usia 12-17 tahun targetnya 14.345 anak.
Sejauh ini berdasarkan data capaian terakhir tertanggal 23 Maret, sebanyak 7.978 atau 38.16 persen anak usia 6-11 tahun telah diberikan vaksin pertama dan 3.595 atau 17,20 persen telah menerima vaksin kedua.
Sementara untuk anak usia 12-17 tahun yang telah diberikan vaksin pertama adalah 14.345 anak atau 53,19 persen dan vaksin kedua adalah 11.369 atau 42,15 persen.
"Vaksinasi anak 6-11 tahun tengah berjalan. Kami baru mendapatkan vaksin pfiser untuk anak 12-17 tahun. Minggu depan kami akan jadwalkan untuk dosis kedua dan booster atau dosis ketiga," ujar Kadis Kesehatan Mimika, Reynold Ubra.
Ia mengatakan anak-anak juga akan diberikan vaksin ketiga. Namun pemberian booster kepada anak-anak disesuaikan dengan syarat dan mekanismenya. Yakni, capaian dosis pertama harus telah mencapai 70 persen.
"Jadi kemungkinan kita lihat dari waktu capaian ini maka bisa saja booster nanti baru dapat diberikan pada pertengahan tahun untuk anak-anak," ungkapnya.
Reynold mengatakan bahwa tidak hanya pemberian vaksin kepada orangtua namun vaksin untuk anak-anak juga mendapat penolakan. Namun menurutnya, kondisi ini juga terjadi secara nasional.
Menurutnya hal ini merupakan tantangan yang harus dilalui. Dengan keadaan ini maka para tenaga kesehatan dituntut untuk bagaimana mengedukasi masyarakat.
"Saya sangat berharap orangtua tidak usah khawatir tentang pemberian vaksin kepada anak. Mekanismenya juga sama yaitu harus ada persetujuan dari orangtua dan pendampingan langsung dari orangtua," jelasnya.
Ubra kembali menjelaskan bahwa, pemberian vaksin kepada anak tujuannya untuk meningkatkan kekebalan tubuh baik di sekolah maupun di rumah. Ia berharap orangtua tidak khawatir tentang hal ini.
"Kenapa anak sekolah diberikan vaksin? Anak-anak imun mereka belum lengkap sehingga harus dibuat kekebalan yang dilakukan secara buatan, tujuannya untuk meningkatkan kekebalan tubuh karena anak sekolah ada dalam satu komunitas. Jika vaksin diberikan maka dampaknya akan terjadi kekebalan kelompok sehingga baik di sekolah maupun di rumah, mereka tetap utuh," jelasnya.
Agar semakin mengedukasi masyarakat, pada Senin nanti di sekretariat FKUB, Dinas Kesehatan akan melakukan rapat evaluasi bersama FKUB, ketua klasis gereja dan Dewan Mesjid Indonesia (DMI).
Reynold berharap evaluasi sekaligus sosialiasi dan edukasi ini akan semakin berdampak ke depan pada proses pemberian vaksinasi kepada anak, baik usia 6-11 tahun maupun 12-17 tahun. (Ronald Renwarin)






















