Cegah Dampak Psikologis, Satgas Damai Cartenz Berikan Trauma Healing Kepada Korban Selamat PTT

Nelson Sarira (baju hitam) korban selamat pembantaian pekerja PTT di Beoga saat diberikan trauma healing oleh Waka Ops 2 Satgas Damai Cartnez 2022, Kombes Pol Andy Rifai
MIMIKA, BM
Satu dari sembilan karyawan Palaparing Timur Telematika (PTT) yang selamat dari penyerangan KKB bernama Nelson Sarira akan mendapatkan trauma healing dari Satgas Damai Cartenz 2022.
Kondisi mental korban selamat pasca penyerangan KKB yang terjadi di Beoga, Kabupaten Puncak sangat memerlukan penanganan psikologis.
Trauma healing yang diberikan langsung oleh Waka Ops 1 Satgas Damai Cartenz 2022 Kombes Pol Andy Rifai, S.IK, M.H bertujuan untuk memberikan ketenangan dan juga perlindungan serta guna menanyakan kondisi fisiknya saat ini dengan berkomunikasi secara intensif dari hati ke hati.
"Trauma Healing yang kami berikan hanya singkat saja, tidak terlalu banyak karena korban sendiri masih butuh waktu untuk tenang dan tidak terbayang-bayang dengan apa saja yang telah dialaminya,” tutur Waka Ops 1 Satgas Damai Cartenz 2022 Kombes Pol Andy Rifai, S.IK, M.H kepada wartawan, Sabtu (5/3).
Dalam Trauma Healing tersebut, Andi juga sempat menanyakan terkait apa yang dialaminya dan mencoba memahami apa yang terjadi di tempat kejadian tersebut.
"Saya juga sudah berkomunikasi baik dengan korban dan korban perlahan sudah mulai bisa menceritakan apa yang terjadi dan seperti apa kejadianya. Sementara itu yang bisa saya sampaikan karena korban sendiri masih butuh waktu untuk istirahat karena kondisinya belum stabil,” ujarnya.
Sampai saat ini, kata Andi korban masih menjalani perawatan karena masih trauma akan kejadian tersebut dan kasus ini akan terus didalami oleh aparat kepolisian guna penyelesaian dan juga memburu para pelaku pembantaian 8 pekerja PTT. (Shanty)






















