Dinkes, YPMAK dan Pelkesi Matangkan Program Kampung Sehat

Pertemuan bersama Pembahasan Renja Kampung Sehat oleh Dinas Kesehatan, YPMAK dan Pelkesi di MPCC
MIMIKA, BM
Guna mematangkan program dari kampung sehat untuk 19 kampung di 5 distrik, Pelkesi, Dinas Kesehatan dan YPMAK menyusun rencana kerja (Renja).
Penyusuan Renja tersebut dikemas dalam kegiatan workshop dan sosialisasi rencana kerja bersama program kampung sehat, antara Dinas Kesehatan, YPMAK dan Pelkesi.
Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari yang dimulai sejak, Selasa (1/3) kemarin di Gedung MPCC.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold R Ubra mengatakan, Program Kampung Sehat adalah program unggulan YPMAK terkait cakupan pelayanan kesehatan masyarakat termasuk upaya menurunkan angka kesakitan di masyarakat.
Pertemuan bersama ini dilakukan agar ketiga pihak lebih bersinergi dan saling mendukung karena Dinas Kesehatan dan Pelkesi yang akan menjalankan program tersebut.
"Semua sudah dalam on the track, artinya arah kebijakannya sesuai dengan arah kebijakan pusat maupun Pemda Mimika. Hanya saja secara teknis di lapangannya perlu ditata dengan baik termasuk mencatat dan melapor," tutur Reynold.
Menurut penjelasan Ubra, dalam melaksanakan program ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah bagaimana menciptakan skenario pelayanan yang sama karena secara lokasi, karakteristik dan sumber daya berbeda.
"Ini yang harus kita tata. Yang kedua, bagaimana ketika pelayanan ini dilakukan. Karena program kampung sehat merupakan keterwakilan dari pada masyarakat yakni LSM sehingga mereka harus bisa mengorganisir masyarakat dengan baik untuk dapat terlibat secara aktif," ujarnya.
Sinergitas sangat diperlukan karena menurut Reynold program ini secara tidak langsung juga akan melibatkan kader-kader kesehatan atau komite kesehatan yang ada di kampung, atau komite kesehatan di gereja.
Hal selanjutnya yang harus dikaji bersama adalah mensinkronkan sistem pencatatan dan pelaporan.
"Karena ini merupakan pelayanan paripurna yakni pelayanan yang ditangani dari awal sampai laporan akhir apakah pasien sembuh, cacat atau meninggal," ungkapnya.
Menurutnya, keterwakilan kampung sehat ini sangat baik apabila bisa menghimpun dan melibatkan masyarakat masyarakat secara langsung.
"Karena kalau cuma Dinas Kesehatan atau Puskesmas sendiri maka cakupan atau kinerja kita hanya 25 persen. Jika ditambah OPD lain paling hanya 50 persen. Tapi kalau dengan masyarakat maka bisa minimal 80 persen kita dapat," tuturnya.
"Saya pikir besok kita akan lebih fokus untuk bagaimana mengatur hal-hal yang lebih teknis di lapangan," ungkapnya.
Sementara Ketua Pelkesi Wilayah V, Dokter Leonard Pardede mengatakan Kampung sehat ini didanai oleh dana kemitraan dari PTFI yang diberikan kepada YPMAK dan YPMAK mempercayakan Pelkesi untuk menjalankan kampung sehat ini.
Pertemuan ini sendiri merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan yang sudah pernah dilaksanakan pada Januari lalu.
Dijelaskan, nota kesepahaman yang sudah ditandatangani akan diimplementasikan dalam bentuk pedoman pekerjaan di lapangan, serta mengatur tentang tugas dan tanggungjawab masing-masing.
"Nanti diimplementasikan ke 19 kampung intervensi di 5 distrik. Jadi harapannya tujuan bisa tercapai semua dengan kerjasama Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Pelkesi juga YPMAK," tuturnya.
Dalam penyusunan renja ini, akan diatur juga tentang apa tugas dan tupoksi dari kampung sehat dan puskesmas sehingga tidak terjadi pendoubelan program kerja.
"Jadi bersama-sama kita kerja. Makanya pertemuan ini penting dilakukan agar tidak tumpang tindih," Kata dokter Leo.
Dijelaskan dokter Leo, Kampung Sehat nantinya akan diprioritaskan pada wilayah yang selama tidak ada layanan dan keberadaan orang kesehatan.
"Kampung sehat bukan saingan dari Puskesmas, tapi mitra yang mana kita bersama-sama menghadirkan keadilan sosial bagi masyarakat kampung di bidang kesehatan," tutur dokter Leo.
Salah satu tujuan kampung sehat ini adalah, merubah pola hidup bersih masyarakat. Beberapa diantaranya seperti bagaimana mengatur pengelolaan air bersih, intervensi ibu hamil, bayi, penyakit menular dan tidak menular, lingkungan, stunting dan memfokuskan pelayanan kepada para usia lanjut. (Shanty)






















