Ternyata Kosmetik Ilegal Marak Dijual di Timika

Nursinatrya Sari

MIMIKA, BM

Tim Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) ternyata masih menemukan penjualan kosmetik ilegal baik yang ada di forum jual beli FB maupun toko-toko di Mimika.

Saat diwawancarai wartawan BM di Hotel Grand Tembaga, Nursinatrya Sari, Plt Kepala Loka POM Timika mengatakan kosmetik ilegal laris karena banyak peminatnya.

Pihaknya terus brupaya menghentikan maraknya edaran kosmetik ilegal di Mimika. Namun butuh bantuan warga terutama yang biasanya membeli dan menggunakannya.

Pasalnya, ketika penggunanya tidak ada, otomatis para penjual tidak akan menjual kosmetik ilegal. Jika warga masih menggunakan dan membelinya, maka dipastikan peredaran ini akan semakin luas dan menjamur. 

"Kami ingatkan masyarakat Mimika agar jangan menggunakan yang ilegal. Ayo gunakan prodak yang legal dan sudah memiliki ijin edar, jangan gunakan prodak yang tidak ada ijin edar,"ungkap Nursinatrya.

Dikatakan, masyarakat harus menyadari bahwa penggunaan produk kosmetik ilegal, sama saja membiarkan tubuhnya dirusak oleh bahan-bahan berbahaya yang terkandung di dalamnya.

"Hampir semua forum jual beli menjualnya. Ada beberapa secara terang-terangan menjual tapi ada juga yang sembunyi-sembunyi. Sejak tahun 2018 sudah banyak pelaku penjualan kosmetik ilegal di Mimika yang dipanggil dan diberikan pembinaan bahkan sampai dimusnakan produknya,"ujarnya.

Nursinatrya mengatakan ada penjual yang sudah ditindak namun sayangnya mereka kembali lagi berjualan. Bahkan ada yang membuka di tempat baru.

Kuncinya cuma satu yakni kesadaran konsumen. Ketika konsumen berhenti, tidak memesan dan menggunakan lagi maka sudah pasti penjual dan produsen pun akan berhenti dengan sendirinya karena tidak ada permintaan.

"Kosmetik ilegal itu modalnya hanya Rp5 atau 10 ribu di jual dengan harga Rp500 ribu per paket,   apa tidak menggiurkan? Jelas menguntungkan penjualnya. Kalau ditangkap paling kata penjual lagi sial saja. Mereka anggapnya begitu tapi ini sebenarnya sangat berbahaya. Kita berharap agar masyarakat Mimika harus cerdas memilih untuk apa yang baik untuk dirinya," katanya. (Shanty)

Top