Hukum & Kriminal

Peredaran Uang Palsu di Timika, Ini Kata Kapolres


Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman.

MIMIKA, BM

Kasus peredaran uang palsu yang kini ditangani Polres Mimika masih terus berlanjut. Guna menindaklanjutinya, akan dibuat tim gabungan, mengingat kasus ini merupakan tindak pidana koneksitas.

"Tim gabungan nanti dari kepolisian, kejaksaan dan TNI,"kata Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Senin (15/09/2025).

Menurut Kapolres bahwa rencana membuat tim gabungan akan dilakukan mendasari kesepakatan bersama.

"Uang palsu kita tetap lanjut, kita tetap koordinasi dengan Kejaksaan. Tim dibentuk nanti berdasarkan kesepakatan bersama,” ujarnya.

Terkait kasus ini, satu pelaku sudah diamankan karena mengedarkan uang palsu. Pihak Kepolisian Mimika juga masih mendalami dugaan pelaku lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim menghimbau kepada masyarakat apabila mendapati adanya perbedaan uang palsu segera laporkan ke pihak berwajib.

"Kalau masih kedapatan uang palsu maka silahkan laporkan ke pihak berwajib, karena kalau masih beredar maka pasti ada korban lagi," ujarnya.

Peredaran uang palsu di Timika berhasil diungkap Polres Mimika pada tanggal 31 Agustus 2025.

Hasil pengungkapan, selain mengamankan 68 lembar uang palsu dengan pecahan 100 ribu, polisi juga berhasil mengamankan seorang oknum anggota TNI berinisial TMA bersama seorang warga sipil berinisial AMS atas dugaan keterlibatan peredaran uang palsu.

Perlu diketahui, oknum anggota TNI tersebut sudah diserahkan ke Subdenpom untuk proses lebih lanjut. (Ignasius Istanto)

SAR Serahkan Temuan Komponen Heli yang Jatuh ke KNKT

Personel SAR Timika saat menyerahkan komponen heli yang ditemukan dilokasi jatuhnya heli ke pihak KNKT.

MIMIKA, BM

Selain tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi ke empat jasad korban ke Timika, SAR Timika juga menyerahkan komponen milik helikopter PK-IWS ke pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kamis (11/09/2025).

Komponen yang diserahkan dan diterima langsung oleh perwakilan KNKT itu berupa Visual Engine Multifunction Display dan GPS,mengingat heli tersebut tidak terpaksa kotak hitam.

Apib selaku perwakilan dari pihak KNKT menyampaikan bahwa komponen yang didapatkan dilokasi dari milik heli tersebut berupa Visual Engine Multifunction Display dan GPS.

"Jadi Visual Engine Multifunction Display ini yang biasa menampilkan informasi terhadap status heli dan kondisi mesin," katanya.

Disampaikan juga bahwa terkait dengan tidak adanya kotak hitam atau black box dari heli tersebut, kata Apib pihaknya sudah melakukan konfirmasi dan secara aturan memang tidak diharuskan.

"Pada prinsipnya kami menginvestigasi dan kumpulkan data dulu," ujarnya. (Ignasius Istanto

Tiba di Timika, Empat Jasad Korban Jatuhnya Heli PK-IWS Dibawa ke Rumah Sakit


Situasi di Bandara Mozes Kilangin saat ke empat jasad korban tiba Timika

MIMIKA, BM

Empat jasad korban jatuhnya helikopter PK-IWS yang berhasil dievakuasi dari lokasi jatuhnya heli menuju ke Jila kini tiba Timika dan langsung dibawa ke RSUD Mimika pada Kamis (11/09/2025).

Ke empat jasad korban ini tiba dengan menggunakan dua helikopter milik PT Intan Angkasa di Bandara Mozes Kilangin sekitar pukul 14.30 WIT.

"Kami ucapkan terimakasih kepada Danlanud,Kapolres, pihak bandara dan Kodim atas dukungannya, sehingga operasi SAR sudah selesai dan berjalan lancar. Seluruh korban sudah dievakuasi ke RSUD Mimika, dan hari ini juga akan diserahkan ke keluarga," kata Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika Charles Y. Batlajery, saat jumpa pers seusai pelaksanaan operasi SAR.

Selain menyampaikan terkait secara teknis dalam operasi SAR, kata Charles, heli tersebut saat ditemukan itu dalam kondisi terbakar.

"Pertama itu ditemukan dua korban yaitu pilot dan HLO, setelah itu dalam proses pencarian lagi ditemukam lagi dua orang. Kemudian ke empat korban langsung di evakuasi ke Jila selanjutnya ke Timika,"katanya.

Disampaikannya bahwa untuk letak jatuhnya heli tersebut jika diukur dari titik koordinar ke Ilaga itu kurang lebih 14 km. Sedangkan untuk jarak titik koordinat ke Jila itu kurang lebih 17 km.

"Jadi soal letak jatuhnya heli itu Jila atau Ilaga itu kita belum tau pasti. Kalau lihat dari jarak itu lebih dekat ke Ilaga. Namun karena proses evakuasi dan proses heli itu terbang dari Jila ke lokasi itu lebih mudah dari pada dari Ilaga, sehingga diputuskan dari Jila dari pada Ilaga,"ujar Charles.

Dengan usai berjalannya operasi SAR terhadap ke empat korban, Kepala Bandara UPBU Mozes Kilangin,Muchammad Nafiek juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, dimana dalam waktu tidak lebih dari 24 jam seluruh korban bisa dievakuasi.

"Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dalam operasi ini sehingga semua berjaan efektif. Tentunya kita semua berduka dengan kehilangan 4 rekan kita dalam menjalankan tugas," ucapnya.

Sementara terkait pengamanan disampaikan oleh Danlanud Yohanis Kapiyau Timika, Kolonel  Pnb Asri Efendy Rangkuti dan Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, yang mana pada intinya selama proses evakuasi dari lokasi kejadian hingga tiba di Timika telah berkoordinasi dengan Satgas terkait baik itu TNI maupun Polri dan personel Polsek Jila. (Ignasius Istanto)

Top