Menuju Idul Fitri, Operasi Keselamatan Matoa Dimulai Hari Ini

Wakapolres Mimika, Komol Sarraju melakukan penyematan pita ke salah satu anggota Satlantas Polres Mimika

MIMIKA, BM

Dalam rangka cipta kondisi kamseltibcarlantas menjelang Idul Fitri 1442 H ditengah pandemi Covid 19, Polres Mimika terhitung hari ini (14/3) mulai menjalankan Operasi Keselamatan Matoa selama 14 hari ke depan hingga 26 April nanti.

Pada apel gelar pasukan di Mako Polres Mimika 32 Senin (12/4) kemarin, arahan Kapolda Papua yang disampaikan Wakapolres Mimika, Kompol Sarraju menyebutkan bahwa pelaksanaan apel dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personil maupun sarana pendukung lainnya.

"Supaya kegiatan ini dapat berjalan dengan optimal dan berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan," ungkap Wakapolres.

Disampaikan, ada empat poin yang merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa di tangani sendiri oleh Polisi lalu lintas sehingga butuh sinergitas bersama agar dapat dijalankan oleh semua pihak.

Pertama mewujudkan dan memelihara keamanan keselamatan dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas.

Kedua, meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.

Ketiga, membangun Tertib berlalu lintas dan keempat yakni meningkatkan kualitas pelayanan terhadap publik

Harapan Kapolda Papua agar jajaran Polda Papua mampu dan dapat mempersiapkan langkah-langkah antisipasi baik secara taktis dan teknisi maupun strategi guna dapat merubah mindset masyarakat menjadi sadar dan taat kepada peraturan lalu lintas.

"Pada pelaksanaan operasi kali ini diprioritaskan kegiatan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) lantas yang mampu mewujudkan rasa simpatik masyarakat kepada Polri khususnya Polantas. Disamping itu untuk mengedukasi masyarakat agar menciptakan situasi kamseltibcarlantas yang tertib," ujar Wakapolres.

Dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Matoa ini ada beberapa cara bertindak, diantaranya melaksanakan deteksi dini, lidik, pengamanan dan penggalangan serta pemetaan lokasi yang rawan terhadap kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan termasuk pemetaan lokasi penyebaran covid 19.

Kemudian melaksanakan Binluh atau Bimbingan dan Penyuluhan kepada masyarakat tentang kamseltibcarlantas dan bahaya penyebaran covid 19 melalui giat sosialisasi dan binluh melalui pemasangan spanduk, banker, baliho, penyebaran leaflet dan stiker.

Selain itu melaksanakan juga edukasi dan penerangan serta membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas dan memathui protokol kesehatan guna memutus penyebaran covid 19. (Ignas)

Top