Feri Elas Anggota KKB yang Tertembak Mati Ternyata DPO Polres Mimika Sejak 2017

Kapolres dan Dandim 1710 Mimika saat menunjukan barang bukti kepada awak media

MIMIKA, BM

Feri Elas seorang anggota KKB Makodam III Timika yang sejak 2017 lalu dinyatakan sebagai DPO Polres Mimika, tertembak mati pada saat kontak tembak, Minggu (28/2) di wiayah Mile 53, Tembagapura.

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata didampingi Dandim 1710/Mimika,Letkol (Inf) Yoga Cahya Prasetya menyampaikan hal ini kepada wartawan di ruang Satgas Nemangkawi Polres Mimika, Selasa (2/3).

Kapolres menuturkan, pada 28 Februari, Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi bergerak melakukan pengamanan dan patroli di wilayah Tembagapura pada pukul 11.30 Wit.

Saat melakukan patroli, di hutan seputaran Mile 53, Tim Satgas melihat enam orang anggota KKB yang melintas sambil membawa 2 pucuk senjata. Dari hasil pemantauan teropong jenis senjata yang digunakan adalah M16 dan AK 47.

"Pada saat itu langsung terjadi kontak tembak selama kurang lebih 30 menit. Dari pantauan teropong, KKB lari masuk hutan. Dari pengihatan teropong juga, satu anggota KKB jatuh di TKP," ulasnya.

Setelah dilakukan konsolidasi oleh tim investigasi antara penyidik Polres Mimika dan satuan tugas di Tembagapura pada pukul 13.00 Wit, maka tim kemudian langsung menuju TKP.

"Karena medanya berat dan terjal sehingga pada perjlanan ke TKP tim istirahat pada malam hari. Cuacanya extrem dan hujan pun deras sehingga disepakati pada 1 Maret pagi baru tim menuju ke TKP dan menemukan satu jenazah laki-laki," ungkapnya.

Namun pada saat tim akan melakukan olah TKP, tim kembali mengalami gangguan kontak tembak dari kelompok KKB dari ketinggian. Sehingga diputuskan, setelah mengambil barang bukti dan dokumentasi, tim kembali dan tiba di Tembagapura pada pukul 19.00 Wit.

"Setelah melihat barang bukti dan foto-foto yang ada maka dapat dipastikan bahwa satu jenasah yang ditemukan adalah DPO Polres Mimika pada 2017 dan dipastikan atas nama Feri Elas," ungkapnya.

Dijelaskan, pihaknya dapat memastikan bahwa jenasah tersebut adalah Feri Elas mendasari hasil investigasi dan hasil pengumpulan barang bukti serta sumber informan yang mengenal dan mengetahui Feri Elas.

"Hasil lainnya juga didapati dari foto-foto di hape miliknya. Pernak- pernik, pakaian, kalung, jam tangan, anting serta pakian yang digunakannya itu sama dengan pakaian yang dikenakan dalam HP tersebut,"ungkap Kapolres.

Disampaikan Kapolres bahwa jenasah Feri Elas tidak dapat dievakuasi karena medan yang tidak memungkinkan untuk evakuasi.

"Kelompok ini kita tidak akan tinggal diam, kita tetap akan melakukan tindakan hukum yang tepat terhadap mereka," tegas Kapolres.

Ditambahkan Dandim 1710/Mimika, Letkol (Inf) Yoga Cahya Prasetya bahwa dengan kejadian penegakan hukum terhadap anggota KKB pada Minggu (28/2) kemarin, masyarakat tidak perlu khawatir tentang situasi keamanan di sana.

"TKP kejadian itu jauh berada di tengah hutan sehingga masyarakat tidak perlu kuatir. Saya tekankan bahwa dampak dari ini maka Satgas yang bertugas diatas berupaya terus dan ketat dalam menjaga kamtibmas," tutupnya.

Rekam Jejak Feri Elas

Feri Elas ditetapkan sebagai DPO Polres Mimika karena terlibat dalam beberapa rangkaian penembakan di Tembagapura di tahun 2017 dan 2020.

Bahkan di tahun 2019, Feri Elas juga diketahui bersama Hengky Wamang menjadi penggerak deklarasi KKB gabungan pegunungan tengah di halaman Gereja Maranatha Distrik Gome Kabupaten Puncak Ilaga untuk melakukan penyerangan di area PTFI.

Adapun rangkaian keterlibatan penembakan yang dilakukan oleh Feri Elas, diantaranya tanggal 17 Agustus 2017 melakukan penembakan terhadap mobil land cruser milik PTFI dengan nomor lambung 01-4837 yang dikemudikan Bambang Tridarko di mile 60.

24 September 2017 melakukan penembakan mobil land cruser kawal tangki air yang dikemudikan Pamuliadi di mile 61 Distrik Tembagapura.

25 September 2017 melakukan penembakan mobil land cruser milik PTFI dengan nomor lambung rp-25 yang dikemudikan Royland Sahensolar di mile 60.

Oktober 2017 tepatnya tanggal 21, Feri Elas terlibat penembakan mobil land cruser milik PTFI nomor lambung 01-4744 yang dikemudikan Joseph Hatch di mile 60 serta melakukan penembakan anggota Brimob dan Polsek Tembagapura di bukit Sangker mile 69.

Pada 23 Oktober 2017 ia kembali melakukan penembakan anggota Brimob saat apel di Utikini lama dan pada 24 Oktober 2017 ia juga menembaki mobil land cruser milik PTFI nomor lambung 01-4414 di jembatan lama Utikini.

Di 2020, Feri Elas juga terlibat dalam beberapa aksi penembakan, penyandraan dan pembakaran yang dilakukan KKB bersama kelompok Lekagak Telenggeng.

22 Februari 2020, Feri Elas bersama kelompok Lekagak Telenggeng melakukan penyanderaan terhadap 3 orang guru di Kampung Jagamin Aroanob.

5 Maret 2020, Feri Elas bersama KKB pimpinan Lekagak Telenggeng melakukan pembakaran bekas gedung gereja blok A Kampung Opitawak.

Tanggal 6 Maret melakukan penembakan pos TNI 754 di Opitawak sehingga mengakibatkan 1 korban luka dan menembak pos Brimob Bengkulu Satgas Aman Nusa di aula Banti 2.

Selanjutnya melakukan penembakan pos TNI 754 dan Pos Brimob Bengkulul Satgas Aman Nusa dan kembali melakukan aksi pembakaran rumah milik warga di Blok A Kampung Opitawak.

Aksi Feri Elas bersama kelompok KKB gabungan pimpinan Lekagak Telenggeng di wilayah Tembagapura jugalah yang mengakibatkan masyarakat akhirnya mengungsi ke Polsek Tembagapura. (Ignas)

Top