Pasokan Sapi Kurban di Timika Tahun Ini Berkurang

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriani

MIMIKA, BM

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriani mengatakan, ketersediaan hewan kurban khususnya sapi di Kabupaten Mimika pada tahun 2024 ini berkurang dibanding tahun lalu.

Berkurangnya pasokan hewan kurban ini didasari adanya Surat Edaran Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Tengah Nomor: 524.3/182/SE-P2KP-PPT/III/2024.

Surat edaran ini menetapkan tiga daerah sumber pemasukan hewan kurban, yakni Kabupaten Merauke di Provinsi Papua Selatan, Kabupaten Nabire di Provinsi Papua Tengah, dan Kabupaten Kupang serta Kabupaten Timor Tengah Selatan (Soe) di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dijelaskan, kenapa dilarang karena masalah penyakit. Ada penyakit pada sapi yang dapat menular ke manusia atau dikenal dengan zoonosis.

Biasanya gejala pada manusia adalah demam, itulah yang menyebabkan ada pelarangan dan Pemda Mimika mengikuti regulasi yang sudah dikeluarkan oleh Provinsi Papua.

"Tahun ini memang ketersediaan hewan kurban agak berkurang karena kita dari Provinsi Papua Tengah ada pelarangan untuk memasukan ternak sapi,"kata Sabelina.

Ia mengatakan, sebelumnya yang diperbolehkan hanya dari NTT dan dari Merauke. Namun, karena ada kejadian kematian sapi di Merauke sehingga akhirnya tidak bisa didatangkan.

Sapi tidak diperbolehkan lagi dari Merauke karena ada kematian 100 lebih sapi yang terindikasi ada penyakit parasit darah.

"Saat ini jumlah hewan kurban khususnya untuk sapi yang tersedia di Kabupaten Mimika itu adalah sisa dari hewan kurban tahun lalu ditambah jumlah sapi yang ada di SP-SP itu total kurang lebih ada sekitar 220 sementara setiap tahun kebutuhan kita 300 untuk sapi," jelasnya.

Kata Sabelina, walau ternak sapi berkurang namun untuk ternak kambing kambing masih cukup. Kurang lebih ada sekitar 260 yang akan masuk ke Timika. Ia berharap bisa cukup memenuhi kebutuhan pelaksanaan kurban nanti.

Ia menjelaskan di Mimika baru mengalami wabah ASF yang begitu dahsyatnya jadi memang pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sangat hati-hati sekali untuk penyediaan hewan kurban.

"Kita tidak mau ini menjadi sumber penyakit baik kepada sapi maupun manusia. Memang dari NTT bisa hanya saja waktu sehingga pemasok kesulitan karena transportasi terlalu jauh. Saya berharap tahun depan persediaan hewan kurban juga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,"ungkapnya. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top