KPK Mimika Berikan 200 Paket Sembako Bagi Janda, Duda Dan Anak Yatim

KPK saat memberikan bantuan sembako kepada seorang ibu janda

MIMIKA, BM

Komunitas Pemuda Kei (KPK) sebagai salah satu organisasi kepemudaan di Kabupaten Mimika menunjukan kepedulian kepada masyarakat dengan menyalurkan sejumlah bantuan berupa sembilan bahan pokok (sembako).

Penyaluran bantuan 200 paket sembako yang dilakukan oleh pemuda komunitas ini sasarannya kepada warga yang dirasa sangat mengalami dampak dari pendemi Covid-19 yakni janda, duda dan anak yatim.

Bantuan yang diberikan juga tidak hanya menyasar warga Kei di beberapa kompleks mulai dari Muare, Wania hingga Mimika Baru namun juga kepada masyarakat lainnya.

“Kami memberikan bantuan kepada masyarakat dari kekurangan yang kami miliki. Keadaan ini menggerakan hati kami agar turut terlibat karena tidak semua kehidupan ekonomi masyarakat kita sama. Bantuan kami fokuskan untuk janda, duda dan anak yatim. Seadanya tapi kami berharap bisa meringankan beban mereka di situasi saat ini,” ungkap Ketua KPK, Joseph Temorubun.

Kepada BeritaMimika, Sabtu (25/4), Yoseph mengatakan hari ini mereka telah mendistribusikan 150 paket sembako. Besok KPK akan kembali menyalurkan 50 paket sembako yang masih tersimpan di sekretariat.

“Tadi kami mulai dari pukul 8 pagi dan berakhir pukul 5 sore. Karena hujan jadi besok baru kami lanjutkan lagi salurkan 50 paket yang sisa. Rencananya kita mau bagi ke masyrakat di seputaran kota saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, KPK bisa mendistribusian bantuan karena disuport oleh tokoh masyarakat Kei baik pegawai dan pejabat Kei yang bekerja di pemerintahan, sektor swasta dan dunia kerja lainnya termasuk patungan pribadi dari anggota komunitas KPK sendiri.

Dalam budaya masyarakat Kei, hal ini disebut Yelim (membantu dengan ketulusan dan apa adanya). Yelim biasa diberikan kepada mereka yang memiliki hajatan baik sukacita seperti perkawinan maupun kedukaan.

Yelim merupakan simbol cinta, kasih sayang, kekeluargaan, kebersamaan dan perhatian yang ditunjukan oleh seorang masyarakat Kei kepada masyarakat lainnya.

Tujuannya untuk membantu meringankan beban dan persoalan yang dihadapi atau dirasakan oleh mereka yang akan dibantu. Ini juga merupakan bagi dari simbol adat Ain Ni Ain (saling memiliki antara satu dengan yang lain).

“Yelin itu tradisi yang sudah turun-temurun diajarkan oleh para leluhur. Walau kami sudah di tanah rantau tapi hal ini harus tetap kami lakukan sebagai anak adat. Masyarakat Kei dimanapun pasti akan lakukan ini. Banyak yang peduli dengan apa yang kami lakukan sehingga mereka ikut memberikan yelim, baik berupa barang maupun uang. Inilah yang kami kumpulkan bersama dana organisasi dan kami salurkan melalui sembako kepada warga yang sangat membutuhkan,” jelasnya. (Ronald)

 

 

 

 

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Pasar Sentral dan Eks Pasar Swadaya Belum Diterapkan ‘Jaga Jarak’

Ekonomi dan Pembangunan 2020-05-27 09:08:20

Kabag SDM Beri Bantuan Kemanusiaan Kepada 45 KK Di Jalan Baru

Ekonomi dan Pembangunan 2020-05-25 11:22:50

Disperindag Gelar Operasi Pasar Minyak Tanah 115 Kiloliter

Ekonomi dan Pembangunan 2020-05-19 21:02:26

Tidak Satupun Karyawan Hotel Horison Yang Di PHK

Ekonomi dan Pembangunan 2020-05-19 20:38:53

Bukti Pedulinya Polres Mimika Untuk Masyarakat Di Masa Pandemi

Ekonomi dan Pembangunan 2020-05-15 11:27:37

Top