Waspada, Jelang Natal dan Tahun Baru, Loka POM Temukan Barang Rusak dan Kadaluwarsa


Petugas Loka POM saat melakukan Sidak di salah satu distributor barang

MIMIKA, BM

Jelang natal dan tahun baru 2022, Loka POM Mimika menemukan ribuan barang kadaluwarsa dan barang rusak saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) atau kegiatan Intensifikasi Pangan.

Kepala LokaPom Kabupaten Mimika, Marselino Flora Paepadaseda mengatakan, intensifikasi Pangan menjelang Natal 2022 dan menyambut Tahun Baru 2023 adalah upaya Badan POM untuk melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan.

Ia menjelaskan, kegitan ini juga merupakan aksi nasional yang juga dilakukan secara serempak di seluruh Indonesia.

"Target yang diutamakan pada pangan olahan adalah Tanpa Izin Edar (TIE), kadaluwarsa, dan rusak (kemasan penyok, berkarat, dan lainnya) pada sarana peredaran pangan (importir /distributor, toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional, para pembuat dan atau penjual parsel), yang dijual secara luring maupun daring," ungkap Marselino kepada BM.

Marselino mengatakan, pelaksanaan intensifikasi pengawasan pangan dilakukan secara mandiri maupun terpadu bersama lintas sektor.

Lintas sektor yang ikut serta dalam pelaksanaan intensikfikasi pengawasan pangan ini adalah Polres, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Kwartir Cabang kabupaten Mimika.

Ia menjelaskan, bahwa prioritas pengawasan yaitu di bagian hulu rantai distribusi produk pangan (importer/distributor/hypermarket) yang memiliki track record pelanggaran atau temuan pangan Tanpa Ijin Edar (TIE).

Katanya, kegiatan ini dilaksanakan dalam 5 tahap dari tanggal 01 Desember 2022 sampai dengan 07 Januari 2023.

Ia merincikan, hasil pengawasan intensifikasi pengawasan pangan pada tahap I tada tanggal 1-7 Desember 2022 ditemukan pangan olahan Tanpa Izin Edar sebanyak 2 item dengan jumlah 82 pieces berupa pangan olahan industri Rumah tangga

Sedangkan, tahap II pada 8-14 Desember 2022 ditemukan pangan olahan kedaluwarsa, sebanyak 2 item dengan jumlah 80 pieces berupa pangan olahan Coklat.

"Sampai saat ini pelaksanaan intensifikasi pengawasan pangan untuk tahap III pada tanggal 15-16 Desember 2022 dari 4 sarana distribusi, yang memenuhi kententuan hanya 1 sarana distribusi," Jelasnya.

Diketahui temuan sementara saat ini yang rusak sebanyak 1.063 picis, kedaluarsa 43 picis.

Terhadap produk yang ditemukan tersebut, langsung dilakukan pemusnahan oleh pemilik disaksikan petugas.

Sementara, terhadap sarana yang melakukan pelanggaran dilakukan teguran secara bertahap dari peringatan yakni peringatan keras agar tidak lagi mengulangi pelanggaran yang sama dan jika masih ditemukan pelanggaran yang sama akan dilakukan tindakan pro justicia.

"Hal-hal yang kami sampaikan kepada para pelaku usaha pangan adalah, pelaku usaha diharapkan selain mencari keuntungan juga harus mempedulikan dan memprioritaskan keamanan pangan. Dari hasil pengawasan sejauh ini masih ditemukan sebagian besar gudang distributor dan toko dalam keadaan kurang terawat, kotor, dan tidak bebas dari hama tikus," ungkapnya.

Lebih lanjut Marselino mengatakan, setiap barang yang didistribusikan harap dapat dipastikan terdaftar, tidak rusak dan tidak kedaluwarsa.

Dan juga, diharapkan agar dapat mengatur tata letak pangan dengan baik, sediakan rak dan palet yang memadai, pisahkan tata letak produk pangan dengan produk bukan pangan

"Dan untuk para konsumen agar senantiasa menjadi konsumen yang cerdas dengan selalu melakukan cek KLIK, cek kemasan cek label cek izn edar dan cek kedaluwarsa," teragnya. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top