Minyak Tanah Langka Dan Mahal Dewan Minta Pemda Mimika Tunjuk Agen Aktif


Ketua Fraksi Mimika Bangkit, Lenoardus Kocu

MIMIKA, BM

Masalah kelangkaan dan mahalnya minyak tanah masih saja meresahkan masyarakat Mimika. Kadang subsisidi minyak tanah tidak berjalan baik, selain itu di pasaran pun sepih bahkan terkadang harganya melebihi harga normal.

Menyikapi masalah ini yang terus saja terjdi di Mimika, Fraksi Mimika Bangkit meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika dapat menunjuk agen yang yang masih aktif atau tidak bermasalah sehingga mereka rutin mendistribusikan minyak tanah ke pangkalan-pangkalan yang ada guna mengurangi kelangkaan dan mahalnya minyak tanah.

Pasalnya, kemahalan dan langkanya minyak tanah sangat berdampak pada usaha-usaha kecil menengah yang ada terlebih khusus bagi kebutuhan rumah tangga.

Ketua Fraksi Mimika Bangkit, Leonardus Kocu saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (13/3) mengatakan, saat ini PT Serayu Grup masih berjalan normal sedangkan CV Fafi sudah tidak berjalan sejak bulan Desember 2019 lalu, sehingga tidak lagi menyalurkan 140 kiloliter yang mengakibatkan ada banyak pangkalan yang dihentikan sementara oleh Disperindag.

"Karena itu, lebih bagus dipercayakan kepada PT Serayu Grup supaya kerja sama dengan 34 pangkalan itu tidak terputus dan tidak dirugikan. Artinya, jika harus dipercayakan kepada PT atau CV yang baru maka otomatis pangkalan baru yang jalin kerja sama, sedangkan 34 pangkalan yang telah ada tidak dipakai lagi, sementara pangkalan-pangkalan itu tetap terbebani dengan kewajibannya dengan mengeluarkan anggaran yang bukan sedikit untuk mendapatkan kuota minyak tanah,"kata Leo.

Karena itu, lanjut Leo jika salah satu PT atau CV yang saat ini bermasalah dalam penyaluran minyak tanah, maka pemda harus menentukan yang baru ataupun dipercayakan kepada PT atau CV yang memang aktif dan bertanggung jawab dalam persoalan ini agar pasokan ke Mimika terutama pangkalan selalu ada dan tidak menjadi keluhan masyarakat secara terus menerus.

"Kasihan sekali masyarakat kita saat ini terus-terus keluhkan soal mahalnya minyak tanah. Harga naik dari sebelumnya Rp 5.000 perliter menjadi Rp7.000 perliter, sementara untuk yang takaran jerigen lima liter menjadi Rp 50-60 ribu. Makanya saya sarankan supaya pemda melalui Dinas terkait bisa berupaya menyelesaikan masalah ini, " kata Kocu.

Diharapkan, supaya 34 pangkalan yang telah dibentuk CV Fafi itu tetap diperhatikan. Kelangkaan dan mahalnya harga minyak tanah ini telah menjadi persoalan yang terjadi sejak lama, akan tetapi hingga saat ini pemerintah belum menunjukan upaya untuk menormalkan kembali harga minyak tanah.

"Memang sempat ada upaya proses hukum, tapi sampai saat ini kita juga belum tahu statusnya seperti apa ? Yang penting kuota 140 kiloliter untuk ke Mimika harus disalurkan segera agar mengatasi kelangkaan yang saat ini terjadi," ungkapnya. (Shanty)

 

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Dampak Covid-19, Daya Beli Emas Menurun

Ekonomi dan Pembangunan 2020-07-01 22:26:30

Pelni Timika Belum Jual Tiket Karena Banyak Pelabuhan Masih Ditutup

Ekonomi dan Pembangunan 2020-06-25 01:39:58

Pemda Mimika Jangan 'Pilih Kasih' Perhatikan Hotel Tertentu Saja

Ekonomi dan Pembangunan 2020-06-23 05:30:16

Mimika Pesan 45 Ton Gula Dari Makassar Namun Yang Disetujui 42 Ton

Ekonomi dan Pembangunan 2020-06-16 23:56:27

Mulai Musim Hujan di Mimika, Puncaknya Juli 24 Jam Bisa Nonstop

Ekonomi dan Pembangunan 2020-06-16 23:32:30

Top