Sarana Air Bersih Di Mimika, Dari 15.000 Baru 1.200 Pipa Jaringan Sekunder yang Terpasang

Ilustrasi pipanisasi
MIMIKA, BM
Sarana air bersih di Kabupaten Mimika sejak tahun 2017 berjalan pelan dikarenakan masalah anggaran. Hasil Engineer Estimate (EE) untuk air bersih pada tahun 2017 adalah sekitar 400 Milyar.
Namun, dari 400 Milyar tersebut baru 80 Milyar yang dikucurkan hingga saat ini di tahun 2022.
Demikian diungkapkan Sekretaris PUPR Mimika Inosensius Yoga Probadi kepada awak media Rabu (12/10/2022) di Timika.
“Sekarang dengan adanya kenaikan bahan bakar minyak (bbm) dan harga barang harus dilakukan review, pasti mengalami kenaikan atau perubahan,” katanya.
Ia menuturkan sarana air bersih akan dialirkan ke rumah-rumah penduduk, berasal dari checkpoint Kuala Kencana.
“Pemasangan pipa jaringan utama dan sekunder ada tahapannya. Yang kita lakukan sekarang jaringan jalur-jalur ke perumahan dengan hitungan apabila air sudah jalan itu sudah siap. Sekarang kalau itu belum terpasang, kita buka air di Kuala Kencana itu air kemana-mana,” jelasnya.
Yoga menyebutkan sesuai EE pipa jaringan yang terpasang harus berada diatas angka 15.000 namun hingga kini baru sekitar 1.200 yang terpasang.
“Kita harapkan air bersih dalam bentuk multi years itu lebih praktis, orang berkontrak dia kerja lalu pemda tinggal siapkan anggaran. Jadi tidak tunggu tender dan lelang lagi karena watu habis disitu,” tandasnya.
Menurutnya, rencana awal sarana air bersih ini akan dikelola oleh perusahaan daerah (Perusda) kerjasama dengan perusahaan daerah air minum (PDAM).
“Tetapi Perusda juga belum jalan. Kita bukan hanya bicara infrastruktur tapi pengelola dan sdm juga,” ungkapnya. (Elfrida Sijabat)













