Sidak, Disnak Temukan Sejumlah Daging Tidak Layak Konsumsi

Kadis Disnak dan Keswan, drh Sabelina Fitriani

MIMIKA, BM

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) Kabupaten Mimika masih menemukan sejumlah pedagang memperjualbelikan pangan asal hewan yang tidak layak konsumsi.

Temuan ini didapati saat mereka melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke tempat penjualan daging di beberapa lokasi berbeda, Selasa (26/4).

Pada Sidak tersebut Disnak membagi 4 tim. Tim 1 yang menyasar Pasar Sentral (lapak dalam pasar), deretan kios daging Jalan Hasanuddin dan toko Rasya (sebelah SPBU Hasanudin).

Tim 2 menyasar Gelael signature, Kings mart (Timika mall), toko fresh, toko daging Rezky Fresh, dan kios daging Alif Fresh.

Tim 3 ke Pasar Lama, toko Frozen Jalan Bougenville, Toko Dandi Putra 1 Jalan Ki Hajar Dewantara, Toko Dandi Putra 2 Jalan Pendidikan.

Sementara dan tim 4 di Pasar SP2, kios daging sekitaran SP2 dan SP3 dan Diana supermarket.

Sidak dilakukan untuk memastikan daging yang dijual dalam kondisi baik, sehat dan aman di konsumsi oleh masyarakat menjelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Dari hasil sidak di beberapa tempat tim Disnak & Keswan menemukan ada beberapa daging yang sudah tidak layak dikonsumsi. Tim kemudian menyitanya.

"Ada beberapa daging yang kami sita kurang lebih 9,46 kg. Kita juga sudah beri arahan kepada pedagang agar dapat menjual daging yang layak konsumsi untuk masyarakat,” tutur Kadisnak dan Keswan, drh Sabelina Fitriani.

Adapun daging yang di sita oleh tim diantaranya, daging ayam olahan berupa daging panggang siap saji dua bungkus dengan berat 1,2 kg di kios daging Alif Fresh Jalan Belibis.

Daging ayam (4,7 kg) di Pasar Sentral tempat pedagang Irwan, daging ayam (0,8 kg) di toko Cahaya Maros, daging ayam, ceker dan hati (2,260 kg) pedagang Waanani di lapak Pasar SP2.

Selain itu tim juga menemukan ada daging sapi dan ikan yang disatukan dalam show case oleh pedagang. Tim kemudian meminta pedagang untuk memisahkannya.

drh, Sabelina menghimbau para konsumen agar cerdas dan jeli memilih daging segar dan layak untuk dikonsumsi.

Sebab menurutnya, daging sapi dan daging ayam medianya kuman perishable food jadi merupakan bahan yang mudah rusak.

Jika tidak jeli dalam membeli karena tergiur dengan harga murah maka konsumen akan rugi.

"Secara kasat mata itu kan bisa terlihat bahwa dagingnya segar atau tidak. Jika dagingnya segar maka warnanya merah tapi kalau warna hitam atau sudah hijau itu sudah tidak baik,”ujarnya.

Selain warna merah, elastisitas daging juga harus diperhatikan konsumen. Artinya, saat menyentuh daging, teksturnya kembali lagi maka daging tersebut baik untuk dikonsumsi. Jika tidak elastis bahkan berlendir maka daging itu sudah tercemar kuman.

"Untuk pedagang juga jangan aji mumpung lah. Jangan karena masyarakat lagi membutuhkan jadi dijual saja. Bukan berarti yang sudah tidak layak, yang sudah berubah warna, berubah aroma itu tetap di jual. Konsumen harus pintar dalam memilih daging yang bagus agar tidak dirugikan,” ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top