Wabup John Sidak Harga Barang Di Pasar Sentral, Ternyata Ada 'Perubahan Terbalik' Harga Di Pasar

Wakil Bupati Mimika, Johannes Retob saat mengecek harga barang di salah satu pedagang Pasar Sentral pada Selasa (26/4/20)

MIMIKA, BM

Selang beberapa hari lagi, umat islam di seluruh dunia, termasuk masyarakat Kabupaten Mimika akan merayakan hari Idul Fitri 2022.

Layaknya sebuah tradisi, menjelang Idul Fitri, harga barang selalu naik dari harga pasaran biasanya.

Guna mengecek keadaan ini, Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Retob melakukan inspeksi mendadak (Sidak).

Sidak dilakukan guna memantau harga kebutuhan bahan pokok di pusat perbelanjaan Pasar Sentral Timika, Selasa (26/4).

Beruntungnya, dalam sidak tersebut, Wabup John menemukan bahwa harga kebutuhan bahan pokok masih stabil jelang Idul Fitri.

Kenaikan pun tidak terlalu signifikan seperti yang ditakutkan selama ini.

"Saya datang, cek dan lihat langsung. Informasi secara umum yang saya terima dari pedagang bahwa jelang Ramadhan harga bahan pokok rata-rata masih stabil, kecuali minyak goreng," ujarnya.

"Bahkan ternyata ada harga yang turun seperti cabe. Cabe merah, keriting dan rawit rata-rata harganya malah turun dan tidak naik," katanya.

Wabup menyampaikan, bahkan penurunan harga cabai ini sudah terjadi selama kurun satu bulan terakhir.

Menurutnya hal ini memiliki dampak yang baik secara ekonomi teehadap kesiapan umat muslim di Mimika dalam menyambut Ramadhan.

"Harga biasa naik itu mulai dari agen dan mereka rata-rata ambil dari sana sehingga para pedagang berharap agen jangan naikin harga. Kalau harga dari agen naik maka semua juga akan naik.," ungkapnya.

"Positifnya bahwa sejauh ini kenaikan tidak terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Wabup John.

Terkait kenaikan harga minyak goreng, wabup mengatakan hal ini tidak dapat dihindari karena kenaikan serupa juga terjadi secara nasional. Di daerah lain pun demikian.

"Tetapi untungnya untui kita di Mimika stoknya ada di pasar. Yang kita khawatir itu kalau stoknya tidak ada," ungkapnya.

"Kalau yang minyak curah saya belum tahu pasti. Saya sudah tanya ke pedagang dan mereka bilang punya stok kemasan ada tapi curah mereka tidak punya," terangnya.

Wabup Retob menemukan bahwa harga minyak goreng naik bahkan hingga 100 persen. Pasalnya minyak goreng kemasan saja kini berada di angka Rp30 ribu per liter.

"Ada satu merek per liternya dulu Rp15 ribu tapi sekarang naik jadi Rp30 ribu. Naik hampir 100 persen. Terkait ini, kita tidak bisa salahkan pedagang maupun agen karena secara nasional memang terjadi kenaikan di semua daerah," ungkapnya.

"Kita berharap semoga hingga hari Idul Fitri nanti harga kebutuhan dasar ini tetap stabil. Karena kalau naik maka berdampak dan membebani masarakat kita yang merayakan hari raya. Ini harus kita jaga dan awasi secara berkelanjutan," harapnya. (Ade)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top