4 Kontainer Dengan 80 Ton Minyak Goreng Masih Tersegel di Pomako, Maksudnya Apa?

Tim Disperindag saat melakukan sidak kontener di Pelabuhan Pomako, Kamis (24/3)

MIMIKA, BM

Kelangkaan minyak goreng secara nasional memang belum terlalu dirasakan di Mimika namun kondisi ini tidak lagi menjadi jaminan karena warga Timika mulai merasa khawatir, bahkan ada yang mulai merasakan dampak kelangkaan tersebut.

Menyikapi situasi ini sekaligus untuk menutup celah adanya upaya penimbunan, tim Disperindag Mimika melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kontainer minyak goreng di Pelabuhan Pomako, Kamis (25/3) kemarin.

Sidak dilakukan guna memahami dan mencari tahu apa sebenarnya yang menjadi penyebab penyaluran minyak goreng mulai tersendat di Timika.

Dari sidak ini, ternyata ditemukan ada 4 kontainer minyak goreng sebanyak 80 ton masih tersegel rapih di Pelabuhan Pomako.

Puluhan ton minyak goreng ini memany baru tiba di pelabuhan dua hari lalu dan diperkirakan didatangkan melalui ekpedisi.

Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa tidak langsung didistribusikan ke kota namun harus mengendap hingga dua hari di kontainer.

Apa jadinya jika tim Disperindag tidak melakukan inspeksi mendadak? Maka bisa dicurigai bahwa ini menjadi bagian dari upaya untuk melakukan penimbunan. Pasalnya, kondisi minyak goreng di Timika semakin menipis.

"Kami tetap akan dicari tahu kenapa tidak langsung di dorong barangnya karena sangat dibutuhkan masyarakat. Kami sudah sampaikan ke distributor bahwa kalau begitu dibongkar barang yang langka langsung disuplay ke pasaran supaya jangan menyusahkan masyarakat," ungkap Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Mimika, Selfina Pappang.

Selfina kemudian menjelaskan tentang kondisi dan distribusi minyak goreng di Timika. Ia mengatakan kebutuhan minyak goreng di Timika secara fluktuatif adalah 300-an ton untuk sebulan. Namun jumlah ini masih harus didistribusikan sebagian ke Nduga dan Wamena.

Di Timika ada sekitar 8-9 distributor minyak goreng namun kondisi saat ini, gudang mereka sedang dalam keadaan kosong.

"Adapun yang ada di distributor sekarang yang dalam kemasan kecil. Bimoli yang ada 10 ton lebih habis hanya dalam tiga hari," ujarnya.

Menurut Selfina, untuk Timika harga minyak goreng dengan harga tertinggi adalah Rp30 ribu per liter sementara untuk harga di distributor adalah Rp26.500 per liter.

"Kita akan kalkulasi yang ada saat ini. Yang jelas yang sudah kita dapatkan datanya sekitar hampir 80 ton. Artinya, untuk kebutuhan beberapa waktu ke datang untuk sementara bisa aman untuk disalurkan ke masyarakat," ungkapnya.

Selfina juga menjelaskan bahwa kelangkaan ini terjadi juga akibat suplay dari pabrik yang tidak berjalan seperti biasanya. Pihaknya bahkan sudah mengkonfirmasi secara langsung dengan distributor terkait kondisi ini.

"Kami sudah komunikasi dengan distributor dan memang dari pabrik sekarang dijatah.
Sebelum berlaku subsidi, berapa saja mereka order tapi kalau sekarang masih masuk dalam daftar tunggu. Kurangnya pasokan minyak goreng di lapangan juga karena pembatasan dari pabrik untuk disuplay ke disributor," jelasnya.

Walau demikian, ia mengatakan bahwa Disperindag akan rutin melakukan pengawasan secara menyeluruh terkait pendistribusian minyak goreng ke Timika, termasuk peredarannya di pasar.

Hal ini dilakukan agar menekan adanya upaya dan rencana kotor untuk melakukan penimbunan minyak goreng.

Soalnya, ketika suplay mencukupi maka harga di pasar akan bersainng namun jika barang langka atau susah ditemukan maka sudah pasti harganya melambung jauh.

"Untuk sekarang kita jaga dan amankan pasokannya dulu. Kalau sudah stabil baru kita masuk di harga. Sebenarnya tol laut juga akan tiba namun karena kondisi cuaca sehingga mereka masih tertahan. Kita berharap ada stok lagi yang masuk supaya bisa mengurai kekurangan yang ada. Kami akan terus pantau ini supaya jangan ada upaya penimbunan yang berdampak pada harga," tutur Selfina.

Pengusaha Yang Menimbun Minyak Goreng, Akan Berhadapan Dengan Hukum

Sementara itu, Polres Mimika telah menegaskan bahwa pihaknya akan memproses siapapun yang secara sengaja melakukan penimbunan minyak goreng.

Bahkan penegasan ini merupakan instruksi langsung dari Kepolisian Republik Indonesia, yang mana juga menugaskan kepolisian untuk melakukan pengawasan secara ketat.

Polres Mimika pada Senin (21/3) bahkan secara langsung telah mendatangi beberapa toko besar di seputaran kota Timika untuk mengecek secara langsung stok dan penjualan mereka.

"Jadi monitoring ini untuk mengantisipasi jangan sampai ada penimbunan. Kita juga akan awasi jangan sampai ada pembelian dalam jumlah yang besar yang berakibat pada kelangkaan minyak goreng. Kami harap ini jadi perhatian semua pedagang," tegas Kasat Reskrim Polres Mimia, Iptu Berthu Harydika Eka Anwar saat itu. (Shanty dan Ignas)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top