KADIN Mimika Gandeng Staf Khusus Presiden Joko Widodo untuk Membantu Anak Muda Papua Jadi Pengusaha

Coffee Morning Kadin Mimika bersama pemerintah, PTFI, BUMN/BUMD dan pengusaha lokal di Timika, Jumat (1/4)

MIMIKA, BM

Kamar Dagang dan Industri (KADIN)  Kabupaten Mimika terus melakukan sejumlah inovasi dan terobosan guna semakin mematangkan program kerja mereka di bawah tongkat kepemimpinan Ketua Bram Raweyai.

Pada Senin (14/3) Kadin Mimika melakukan langkah awala dengan melakukan Coffee Morning bersama guna mematangkan apa yang menjadi visi dan misi organisasi ini dalam membangun Mimika.

Pada pertemuan itu, Kadin menghadirkan tiga narasumber yakni Lawyer Haris Azhar, Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi Papua Mus Pigai dan Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mimika, Robert Mayaut.

Jumat (1/4) kemarin, Coffee Morning kembali digelar oleh Kadin Mimika namun dalam lingkup yang lebih luas dengan menghadirkan Pemda Mimika, PT Freeport Indonesia, YPMAK, BUMN dan BUMD, organisasi kategorial sejenis hingga para kontraktor dan pengusaha di Timika.

Pada giat ini, Kadin Mimika mengundang Pemda Mimika, PT Freeport Indonesia dan YPMAK sebagai narasumber.

Coffee Morning ini mengusung tema 'Bersama Membangun Mimika' yang mana Kadin Mimika menghadirkan semu guna mengetahui bagaimana progres pertumbuhan ekonomi, regulasi, perkembangan unit usaha, peluang ekonomi, dan lainnya di Mimika.

Semua perkembangan yang dikomunikasikan pada pertemuan tersebut nantinya dikemas sebagai data referensi dan database yang akan mendukung dan menjadi kajian bagi program Kadin Mimika ke depan.

Pemda Mimika Apresiasi Terobosan Kadin Mimika

Terkait pertemuan ini, Pemerintah Daerah Mimika melalui Asisten II Setda Mimika, Syahrial mengatakan apa yang dilakukan Kadin Mimika merupakan sebuah terobosan yang akan berdampak banyak bagi upaya bersama dalam membangun Mimika.

"Kami pemerintah adalah mitra Kadin yang merupakan wadah dari para pengusaha. Kami apresiasi apa yang dilakukan karena berhubungan dengan pengembangan ekonomi agar berjalan kondusif terutama dalam bidang perindustrian, perdagangan, jasa dan lainnya sehingga ekonomi secara keseluruhan bisa berjalan dengan baik," jelasnya.

Menurutnya, sebagai mitra, Pemda Mimika akan mendiskusikan apa yang akan dilakukan agar iklim usaha di Mimika lebih kondusif dan tentunya juga melibatkan semua stekholder.

"Ini sudah harus action ke depan agar kekuatan ekonomi kita baik PT Freeport dan daerah lebih berdampak untuk kesejahteraan masyarakat umum lewat para pengusaha terutama pengusaha lokal," ungkapnya.

Menurutnya giat Coffee Morning ini merupakan sebuah langkah bagus yang dilakukan oleh Kadin Mimika. Ia berharap agenda ini dijadwalkan dalam program kerja Kadin Mimika.

"Kalau bisa harus sering berkumpul seperti ini agar kita secara bersama dapat menghimpun apa permasalahan yang selama ini ada termasuk isu-isu terkait rencana strategis memajukan Kadin sehingga wadah ini juga terus berkembang sesuai apa yang diharapkan ketua Kadin Mimika," ungkapnya.

Dalam pertemuan ini, Pemerintah Daerah Mimika melalui KTSP juga mengingatkan bahwa setiap triwulan, tiap perusahan harus membuat Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Jika tidak dilakukan maka akan mendapatkan teguran dari pusat.

Pada pertemuan ini disebutkan juga bahwa Kabupaten Mimika mendapatkan piagam realisasi investasi dimana Mimika berada pada urutan ke-6.

Pemda Mimika menyampaikan apresiasi kepada semua pihak terutama perusahan dan para pengusaha yang selama ini memberikan dukungan melalui kepatuhan terhadap apa yang mejadi kewajiban mereka untuk berinvestasi di Mimika.

Walau demikian, diakui masih banyak perusahan di Mimika yang tidak berkantor dan tidak memiliki NPWP Mimika.

Tidak hanya itu, di Mimika juga masih ada perusahan yang lalai dalam memenuhi aturan dan tanggungjawab dasar yang menjadi kewajiban dan kepatuhan mereka, terutama dalam berinvestasi di daerah.

Ke depan Pemda Mimika akan terus berupaya menggenjot semua persoalan ini agar segera terselesaikan karena efek ekonominya sangat besar bagi daerah.

Dan pastinya hal ini juga harus mendapatkan dukungan oleh Kadin Mimika, PT Freeport dan perusahan lainnya terutama yang berhubungan dengan database perusahan pendukung dan sebagainya.

Putaran Uang dan Ekonomi di Mimika Cukup Tinggi

Kepala KPP Pratama Timika, Ambar Ari Mulyono pada pertemuan ini juga menyampaikan bahwa tahun 2021 kemarin, target KPP Ptarama Timika adalah Rp3,4 triliun dan mereka mampu mencapai Rp3,3 triliun.

"Ini merupakan sejarah pencapaian terbesar untuk KPP Pratama Timika. Ini sekaligus menjadi ukuran bahwa kondisi pandemi Covid-19 tidak terlalu berdampak pada perekonomian di Mimika," ujarnya.

Ia menjelaskan, penerimaan pajak tahun 2021 yang berhasil dicapai KPP Pratama Timika didominasi oleh PPH Non Migas dan setoran PPh Pasal 21 dimana sumbangsih terbesar adalah PTFI yakni 65 persen.

"Setelah di pusat, dana ini kemudian akan disalurkan ke Mimika dalam bentuk dana bagi hasil yang dibayarkan setelah satu tahun anggaran berjalan. Ini juga yang membuat Mimika merupakan daerah di Indonesia dengan APBD terbesar nomor 2," jelasnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Verry K Boekan menambahkan, upaya Pemda Mimika dan Kadin Mimika dalam menciptakan kenyamanan bagi investor, tidak berbeda jauh dengan apa yang menjadi visi dan misi BPJS Ketenagakerjaan yakni menciptakan rasa aman dan rasan nyaman bagi para pekerja.

"Tugas kami termasuk BPJS Kesehatan adalah memastikan semua pengusaha ada disini nyaman dalam melakukan kegiatan usahanya. Artinya, ketika ada resiko kecelakaan kerja, kematian, PHK, pensiun dan lainnya, kami sebagai lembaga pemerintah sangat siap untuk mendukung itu," ujarnya.

Ia juga membenarkan pernyataan Kepala KPP Pratama tentang putaran uang dan ekonomi di Mimika cukup tinggi.

Pasalnya, BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2021, membayar Rp363 miliar untuk Jaminan Hari Tua, Jaminan Keselamatan Kerja, Jaminan Pensiun maupun Jaminan Kematian.


Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar bersama Haris Azhar, Ketua Kadin Mimika Bram Raweyai dan pengusaha Mimika, Gunawan saat menjadi narasumber

"Bayangkan jika Rp363 miliar itu bisa diserap oleh semua pengusaha di Mimika, baik di sektor UKM atau skala lain, maka dampak roda perekonomiannya akan sangat besar karena sudah pasti akan dibelanjakan," terangnya.

Ia mencontohkan, ada karyawan yang pensiun kemudian mengambil JHT-nya yang kemudian dibayarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp100 juta.

Dana itu kemudian diandaikan disaving sebesar 30 persen, maka 70 persennya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan lainnya yang sudah pasti berintraksi langsung dengan pedagang dan sebagainya.

Ia juga mengatakan APBD Mimika termasuk salah satu terbesar di Indonesia. Hal ini juga berdampak pada target iuran BPJS Ketenagakerjaan Papua Mimika.

"Artinya apa? kondisi ekonomi atau pertumbuhan ekonomi di kabupaten ini sangat bagus. Karena dasar kami mengumpulkan iuran adalah dasar upah yang dibayarkan pengusaha kepada tenaga kerja. Makanya putaran uang di Mimika sangat besar karena penilaianya dari jumlah jaminan yang kami bayarkan dan jumlah iuran yang kami kumpulkan," jelasnya.

Pada momen ini, Kepala BPJS Ketenagakerjaan juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas dukungan selama ini yang kemudian sangat berdampak juga pada pencapaian target 2021 kemarin.

"Kami berharap di 2022 ini, bapak-ibu pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin bisa terus bergandengn tangan dengan kami. Kami akan terus siap melayani terkait resiko-resiko yang dialami oleh para karyawan. Kalau resiko bapak-ibu tidak perlu mengeluarkan biaya, karena akan dijamin oleh BPJS seoptimal mungkin," ungkapnya.

Billy Mambrasar Tegaskan Siap Bantu Anak Muda OAP di Timika Jadi Pengusaha

Perlu diketahui, satu terobosan baru yang juga dilakukan Kadin Mimika saat ini adalah menggandeng Staf Khusus Presiden Indonesia, Billy Mambrasar sebagai Direktur Executive Kadin Mimika.

Billy Mambrasar telah bertekad membantu Kadin Mimika dalam upaya mengembangkan anak-anak Muda Papua (OAP) di Mimika untuk menjadi pengusaha, bukan hanya di bidang konstruksi namun berbagai bidang lainnya.

Pada Coffe Morning, Jumat (1/4) kemarin,Gracia Josaphat Jobel Mambrasar atau lebih dikenal dengan Billi Mambrasar juga hadir sebagai salah satu narasumber.

Pada pertemuan ini, ia juga berbagi pengalaman sebagai anak muda Papua yang terjun langsung dalam dunia usaha sebelum diangkat sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo.

Setelah mendengar berbagai diskusi yang disampaikan pada pertemuan tersebut, Billi mengatakan bahwa dengan PAD yang besar, termasuk penerimaan pajak dan iuran BPJS serta pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Mimika, apakah semua ini memiliki multi player effect secara langsung kepada semua orang atau tidak?! Jangan hanya dinikmati oleh kelompok tertentu saja.

"Mungki uang banyak sekali tapi ada dimana? Yang jadi masalah adalah uangnya ada, dihasilkan tapi terbang ke luar (capital out flight-red) dan tidak berputar di sini," ungkapnya.

Ia mencontohkan pada PON Papua kemarin walau masih banyak kekurangan namun dia membantu Presiden Jokowi untuk bagaimana menstimulasi ekonomi dan keterlibatan orang-orang Papua terutama setelah PON berakhir.

Dikatakan juga, berdasarkan survei yang dilakukan untuk generasi muda Papua yang lahir di tahun 90 dan 2000-an, banyak anak Papua yang tidak tertarik terjun ke sektor konstruksi.

"Banyak yang tidak ingin tender proyek, kasih masuk proposal namun mereka lebih ingin menjadi pelaku ekonomi kreatif dan digital. Tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil survei, generasi Papua diatas generasinyalah yang lebih banyak memilih bermain di sektor konstruksi dan sangat minim di sektor startup digital.

"Tantangan utama kami yang masih mudah untuk terjun ke sektor bisnis adalah mental. Kadang kita droop duluan ketika mau maju, khususnya untuk sektor startup digital dan finance," ungkapnya.

Menurutnya kondisi ini tercipta karena tidak adanya akses dalam pengetahuan, modal dan jejaring. Ini yang membuat mental anak-anak muda Papua mudah down.

"Ketika Kadin Mimika mengajak saya untuk membuat konsep menjembatani hal ini, saya semangat sekali untuk bantu dan akan ada sesuatu yang beda nanti di sini," ungkapnya.

Ia mengatakan, dalam memainkan perannya nanti, Kadin Mimika akan mengajak pelaku-pelaku usaha yang besar untuk menyediakan akses.

Kadin Mimika juga akan membangun database pengusaha OAP kemudian dibantu dengan menyediakan pelatihan, pendampingan dan permodalan.

"Dalam sistem mengembangkan mereka nanti tidak ada yang namanyabsistemnya hibah. Harus ada pengembalian modal walau bunganya kecil sehingga mereka berpikir bahwa uang yang mereka dapat itu harus diputar lagi demi kemitraan jangka panjang," ungkapnya.

Peran ini selain dimainkan oleh Kadin Mimika juga bermitra dengan pengusaha baik menengah maupun kecil terutama membangun kemitraan secara langsung dengan pemerintah daerah.

"Kadin Mimika yang harus menjembatani semua ini. Kalau sudah berhasil menjembatani maka semua akan berada dalam satu ekosistem yang saling mendukung sehingga misalnya Freeport membutuhkan suplai tertentu, tidak harus didatangkan dari luar dengan baya mahal namun di sini sudah ada, biayanya lebih murah, dan dimainkan oleh orang lokal. Ini semua butuh proses tapi saya yakin kita bisa," jelasnya.

Menurut Bili Mambrasar, database yang akan dilakukan nanti untuk melihat sejauh mana keterlibatan pengusaha OAP, siapa yang sudah terlibat, siapa yang mau terlibat namun belum memahami mekanismenya, terutama untuk kawula muda, semuanya akan dibina.

"Database inilah yang nantinya dikelola oleh Kadin Mimika untuk dilatih dan disiapkan supaya mereka bisa menjadi pelaku usaha dan sektornya bukan hanya di konstruksi saja namun juga di kuliner, hospitality, industri kreatif, kesenian, kecantikan, bahkan pertanian dan peternakan serta perikanan," ungkapnya.

Step berikutnya menurut Billi adalah koordinasi. Ia berharap pertemuan Coffee Morning kemarin tidak hanya sekali namun harus dilanjutkan sehingga selalu ada komunikasi dan diskusi yang saling membantu dan mendukung serta bermitra sehingga apa yang dipresentasikan dalam pertemuan tersebut dapat menciptakan multy player effect.

"Dengan semua ini maka ade-ade Papua kita yang mau jadi pengusaha, mereka punya akses terhadap permodalan dan pengetahuan sehingga uang itu tidak keluar namun berputar saja disini sehingga kesejahteraan anak-anak Papua berdasarkan devinisi ekonomi, dapat menjadi dapat menjadi tuan di tanah sendiri bukan secara politis saja," harapnya. (Ronald Renwarin)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top