Ayo Mari Nikmati Rasa Dan Aromanya, Rumah Kopi Amungme Gold Kini Hadir Di Kota Timika

Peresmian Rumah Kopi Amungme ditandai dengan pembukaan papan nama oleh pihak manajemen PT Freeport Indonesia bersama Pemda Mimika
MIMIKA, BM
Masyarakat kota Timika kini bisa menikmati kopi Amungme secara bebas karena secara resmi telah hadir Rumah Kopi Amungme Gold yang berada di Jalan Budi Utomo, tepatnya di samping Klinik Chandra.
Kopi Amungme ini berasal dari produksi masyarakat lokal di daerah dataran tinggi Mimika di sekitar areal pertambangan PT Freeport Indonesia.
Selaku Ketua Koperasi Amungme Gold, Jeremias Egatmang sangat berterimakasih kepada PT Freeport Indonesia dan semua pihak yang sudah membantu serta memberi dukungan penuh dalam pengembangan kopi Amungme.
"Terimakasih kepada semua pihak yang sudah membina kami dari awal hingga sekarang sehingga hari ini bisa diresmikan Rumah Kopi Amungme Gold," ucapnya dalam memberikan sambutan peresmian hadirnya Rumah Kopi Amungme Gold, Senin (14/3$).
Vice President Community Development PT. Freeport Indonesia, Nathan Kum dalam sambutannya menjelaskan bahwa produksi hasil kopi ini sangat panjang perjalanannya dari tahun ke tahun.
Manajemen PTFI telah melakukan pendampingan budidaya kopi ini hingga marketnya dimulai sejak 1998 lalu hingga 2014.
"Kenapa saya sampaikan tahun 2013 atau 2014, itu karena kita bekerjasama dengan pemerintah sehingga atas dukungan pemerintah kita juga sehingga sudah ada Mou dengan pemerintah dari tahun itu," jelasnya.
Kata Nathan Kum, dari tahun 1998 program ini sudah didampingi oleh PTFI. Bahkan pada tahun 2005 mulai diproduksi dalam skala kecil.
"Jadi produksi saat ini setiap tahunnya itu memang terbatas yaitu 1,7 ton dan itu masih gabah, tapi kalau bersih mungkin dia turun. Mari kita kerjasama dengan petani kopi di kampung-kampung agar bisa naik 2 atau 3 ton," harapnya.
Disampaikan Nathan, pihak manajemen yang telah memberikan pendampingan kepada anggota koperasi yang aktif sampai saat ini sudah bekerja keras untuk memberikan sosialisai serta pemahaman kepada masyarakat yang ada dilingkungan atau ada didataran tinggi.
"Karena kopi ini butuh waktu lama 5 sampai 10 tahun baru bisa kita lihat hasilnya. Luar biasa tim koperasi ini dengan susah payah mendukung, mendorong dan memfasilitasi serta bekerjasama dengan kepala kampung. Kerjasama dengan kepala kampung ini juga membuat kita kembangkan kopi diatas tanah sendiri," ungkapnya.
Lanjutnya, "Dengan budaya yang berbeda beda dan hak ulayat yang berbeda, sehingga polanya kita rubah dengan harapan bagaimana kopi ini ditanam di tanah sendiri supaya tidak ada masalah dengan yang lain. Dan ini bukti bahwa di kampung-kampung, di tanah atau hak ulayat sendiri, sudah banyak kopi sekarang," terangnya.
Saat ini, keanggotaan yang aktif di koperasi tersebut tercatat sebanyak 154 petani kopi. Dengan potensi ini, ia berharap masyarakat makin gencar dan semuanya harus memiliki lahan menanam kopi.
"Saya bisa sampaikan kopi ini tidak akan habis. Mari kita kembangkan dan kerjasama dengan pemerintah. Saya berterimakasih kepada pemerintah karena mulai tahun 2014 kita sudah MoU dan mulai jalan dengan koperasi ini," ungkap Nathan Kum.
Dengan diresmikan Rumah Kopi Amungme Gold, Nathan Kum menilai sudah bisa dijadikan bisnis karena perusahaan sudah memberikan akses, fasilitas dan sudah membina serta kerjasama dengan pemerintah daerah.
"Harapan kami PTFI, bagaimana mengelolah koperasi ini dari anak-anak lokal. Kopi ini sudah dikenal bukan hanya di Papua saja tapi sampai di luar Papua. Dan perlu saya sampaikan bahwa koperasi ini kerjasama dengan pemerintah mulai hari ini sampai dengan tiga tahun ke depan," ujarnya.
Ia juga berpesan kepada karyawan dan ketua koperasi agar terus didorong agar masyarakat lebih banyak menanam kopi. Pasalnya tempat dan distribusinya sudah jelas.
"Adanya koperasi ini juga bisa memberikan manfaat buat masyarakat kita untuk tampung hasil kopinya mereka," ucap Nathan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika, Alice Irene Wanma, menyampaikan bahwa kopi merupakan salah satu komoditi unggulan yang ada di Kabupaten Mimika.
Bahkan menurutnya, kopi Amungme selain terkenal dikalangan masyarakat Papua, juga sudah terkena secara nasional bahkan mendunia.
"Kami sebagai pemerintah ucapkan terimakasih kepada PTFI lewat binaan sehingga kopi ini boleh ada ditengah masyarakat di Kabupaten Mimika. Karena kopi ini kami susah dapat," katanya.
Dijelaskan, untuk kerjasama antara PTFI melalui Departemen SLD bidang ekonomi dengan pemerintah daerah tahun 2022 hingga 2024 terdiri atas komoditi kopi robusta sebanyak 300 hektar, kopi arabika 100 hektar, kakao 100 hektar, kelapa 900 hektar dan penataan kebun sagu 300 hektar.
"Itulah program-program kedepan untuk memajukan masyarakat, sehingga nanti kedepannya masyarakat bisa capai kesejahteraan," ujar Alice.
Menurutnya, selain kopi Amungme yang ada sejak tahun 2014, di instansinya ada dua komoditi yang dibudidayakan yaitu kopi robusta dan arabika dan kini sudah tersebar di seluruh Kabupaten Mimika.
"Jadi diantara 18 Distrik itu kami sudah ada petani-petani kopi yang luar biasa. Dan untuk pemerintah daerah sendiri kami juga ada kopi Amuro yaitu kopi Amungme dan Kamoro. Itu sudah ada tahun lalu dan sudah mulai jalan waktu PON," ujar Alice.
Pada momen peresmian Rumah Kopi Amungme Gold, dilakukan juga pemberian penghargaan kepada tiga petani yang sudah pensiun serta penandatangan MoU Pemda dalam hal ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika dengan PT Freeport Indonesia (FI) melalui pengembangan masyarakat. (Ignas)






















