Perjuangan Panjang, Akhirnya Bandar Udara Mozes Kilangin Kini Sepenuhnya Jadi Bandar Udara Umum

Pertemuan bersama terkait pengeloalaan Bandar Udara Mozes Kilangin Timika oleh Pemda, PTFI dan UPBU, Jumat (4/3)
MIMIKA, BM
Pengelolaan Bandar Udara Moses Kilangin Timika kini sepenuhnya telah diambil alih oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin.
Pengalihan tersebut ditandai melalui Penyerahan sertifikat bandar udara pengalihan tanggungjawab dari PT Freeport Indonesial melalui PT Avco kepada UPBU Mozes Kilangin yang dilakukan pada Jumat (4/3) sore di Kantor UPBU.
Kepada media usai prosesi peyerahan sertifikat, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan dengan penyerahan tersebut maka Bandara Mozes Kilangin kini telah menjadi bandara umum.
"Sebelumnya sertifikat bandar udara ini atas nama Avco dan PT Freeport Indonesia. Tapi mulai tahun ini untuk lima tahun ke depan, sertifikat ini sudah diserahkan kepada penyelenggara utama yakni UPBU. Dengan demikian, bandar udara ini secara resmi telah menjadi bandar udara umum," ungkapnya.
Walau demikian, Wabup John mengatakan bahwa Bandar Udara Mozes Kilangin dibangun oleh PT Feeeport Indonesia dan sebagian asetnya masih menjadi milik PTFI sehingga masih ada langkah-langkah yang harus dilakukan secara teknis operasional antara penyelenggara utama dengan Avco dan Airnaf.
"Sebelum ini kan Avco jadi penyelenggara utama. Walau UPBU ada di sini namun kalau mau melakukan segala macam harus koordinasi dulu dengan Avco. Tapi sekarang terbalik. Ini perjuangan yang cukup panjang dan saya mewakili pemerintah harus hadir menerima ini dan menyerahkan secara resmi kepada mereka," ungkapnya.
Wabup John mengatakan, terkait sertifikasi pengelolaan tersebut, PTFI tidak bermasalah. Mereka bahkan memberikan dukugan sepenuhnya dan secara perlahan akan menyerahkan semua aset kepada UPBU.
"Semua penyelenggaraan secara bertahap akan terus dikoordinasikan secara teknis dan bagaimana carannya terkait dengan security system dan manajemen bandara, safety manajamen system dan lainnya akan diatur sehingga semua dapat berjalan dengan baik," terangnya.
Selain itu menurut Wabup John, dengan adanya penyerahan sertifikat ini, bandar udara ini dapat dinaikan kelasnya dari kelas 2 menjadi kelas 1.
"Walaupun fasilitas kita ini kelas 1 tapi persoalan status sertifikat kemarin masih ada di pihak Avco sehingga perubahan naik kelas sulit. Kita harap dengan penyerahan ini kelasnya bisa dinaikin. Apa saja yang akan dinaikan? fasilitasnya, SDM dan lainnya. Kita akan berjuang sehingga minimal tahun ini kita masuk dalam nominasi. UPBU harus banyak bekerja keras untuk hal ini," jelas Wabup John.
Ia juga mengungkapkan bahwa Mimika kini telah ditetapkan sebagai salah satu Smart Airport di Indonesia namun masih terkendala banyak hal, diantaranya masalah jaringan.
"Kenapa hari ini Pemda Mimika hadir di pertemuan ini? Karena bandar udara ini sedari awal diinisiasi oleh Pemda Mimika yang mana membangun bandar udara yang awalnya khusus menjadi umum, dan kemudian semua fasilitas ini awalnya milik pemkab namun kemudian dihibahkan ke kementerian perhubungan dan sejauh ini pemda terus berupaya mendukung pembangunan dan pengembangan bandara ini," jelasnya.
Setelah berhasil menginisiasi pengelolaan bandar udara ini sepenuhnya menjadi bandar udara umum, Wabup John mengatakan target selanjutnya terkait bandara ini adalah bagaimana menjadikannya sebagai bandar udara alternatif.
"Pelan-pelan kita juga akan benahi agar runway ini diperpanjang dan diperlebar agar semua ini bisa menjawab semua kebutuhan bagaimana bandar udara ini dapat menjadi bandar udara alternatif penerbangan dari selatan ke utara dan utara ke selatan," ujarnya.
Sementara itu Vice President Government Relation PT Freeport Indonesia, Johny Lingga mengatakan Freeport patuh dan menyesuaikan sepenuhnya dengan aturan yang ada termasuk segala bentuk transisisinya.
"Tidak serta merta semua langsung dirubah karena nanti ada transisi seperti loka, kerjasama, perjanjian dan lainnya. Intihnya semua serba didiskusikan untuk tujuan yang baik," ujarnya.
Terkait dengan masih berlakunya kekhususan bagi operasional PTFI di Bandara Moses Kilangin, Johny Lingga mengatakan pihaknya nanti akan berkordinasi dan berdiskusi sehingga operasional tetap berjalan apa adanya seperti sebelumnya.
"Pemegang otoritas bandara sekarang kan sudah di UPBU, tapi nanti di sana UPBU akan memberikan delegasi untuk diatur sendiri oleh Avco sehingga semua itu berjalan dengan baik karena semua fasilitas mayoritas masih dimiliki PTFI, baik runway maupun terminal, fasilitas pemadam kebakaran hingga hanggar masih milik PTFI. Nanti tetap akan kita kelola dan harus ada pendelegasian dari UPBU," ungkapnya. (Ronald)






















