Bank Papua Gelar Coffee Morning Bersama Bendahara OPD Lingkup Pemda Mimika

Para peserta coffee morning saat mendengarkan sambutan Wakil Bupati Johannes Rettob
MIMIKA, BM
Bank Papua cabang Mimika melaksanakan Coffee Morning bersama bendahara-bendahara OPD Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika.
Kegiatan tersebut selain rama tamah juga bertujuan untuk mempererat kerja sama yang sudah terjalin selama ini antara Bank Papua dan Pemda Mimika.
Ramah tamah ini dihadiri langsung Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Marthen T Malisa yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Jumat (4/3).
"Kita duduk bersama untuk berdiskusi apa yang kira-kira menjadi kendala, apa saja yang bisa menjadi langkah supaya ke depan persoalan administrasi keuangan di Kabupaten Mimika semakin lebih baik," kata Wabup John.
Wabup John mengucapkan terimakasih kepada pihak Bank Papua karena giat seperti ini baru pertamakali digelar selama Bank Papua sebagai kas daerah Pemda Mimika.
Wabup John berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut untuk bisa berdiskusi dan mencari solusi terkait permasaahan yang ada.
Dijelaskan, bahwa Pemda Mimika mempunyai bendahara umum daerah yaitu BPKAD, sehingga bendahara umum tiap OPD harus bertanggungjawab kepada BPKAD sebagai bendahara umum Daerah.
"Karena BPKAD yang akan bertanggungjawab kepada daerah ini. Namun, selama ini yang terjadi para bendahara lebih takut pimpinan OPD ketimbang bendahara umum. Padahal pimpinan OPD bawah masuk ke jurang maka bendahara juga akan ke jurang," ujarnya.
Dalan pertemuan ini, Wabup John juga berharap tiap bendahara OPD dapat mempertanggung jawabkan laporannya dengan baik dan benar.
Untuk tahun 2022, Wabup John mengingatkan bahwa Uang Persediaan (UP) yang mengeloanya adalah bendahara. Hanya saja ketika dicairkan biasanya UP langsung diberikan kepada pimpinan OPD.
Ini kadang menyulitkan saat pertanggungjawaban karena tidak ada laporannya akibatnya pada tahun lalu sebanyak Rp4 miliar yang harus dipertanggungjawaban.
"Kan kalian belum dapat uang untuk melakukan langkah-langkah kegiatan sehingga Pemda Mimika baik hati berikan dulu UP tapi dengan catatan jika DPA sudah ada maka kalian kembalikan UP tersebut dari DPA kalian. Jadi kalau UP kalian sudah terima maka kalian harus simpan untuk laksanakan kegiatan-kegiatan," ujarnya.
"Jangan buat setengah mati bendahara umum lagi. Kalian harus Pertanggungjawabkan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku," tuturnya.
Sementara itu, Kepala BPKAD Marthen Malisa, mengatakan bendahara adalah seseorang yang diberi tanggungjawab tugas-tugas pengelola anggaran.
"Namun banyak yang terjadi ada pimpinan OPD ketika pindah ke OPD lain, bendaharanya dipanggil lagi. Diharapkan, hal seperti ini jangan lagi terulang," ujarnya.
Dikatakan, bahwa pengelolaan keuangan dikaitkan dengan laporan keuangan dan sudah beberapa tahun ini Mimika selalu memperoleh penilaian WTP.
"Tetapi itu bukan karena Mimika baik-baik saja atau tanpa masalah. Melainkan WTP yang diperoleh itu dilihat dari laporan keuangan yang diaudit dari BPK yang dilaporkan secara tepat waktu dan teratur juga rapi," ungkapnya.
Kepala Bank Papua, Alexander Iwan menjelaskan mengapa coffee morning ini diadakan hanya untuk bendahara? Hal ini karena yang sering berhubungan dengan Bank Papua adalah bendahara baik dalam transaksi keuangan maupun administrasi keuangan.
"Dalam bertransaksi di Bank Papua itu kami sudah menyiapkan tempat khsusus. Jadi jangan kira datang ke Bank Papua lalu antri lagi, tapi tidak perlu lagi antri karena ada ruangan khusus," ungkapnya. (Shanty)






















