Ternyata Mimika Punya Lima Hasil Pertanian yang Bisa Diekspor

lima hasil pertanian di Mimika yang sudah dalam kemasan

MIMIKA, BM

Papua sangat terkenal dengan kekayaan alamnya, mulai dari pertambangan, hasil laut, dan juga pertanian. Kekayaan alam ini ditemukan hampir di setiap wilayah di Bumi Cenderawasih.

Kabupaten Mimika merupakan salah satunya dan ternyata Mimika memiliki lima hasil pertanian yang berpotensi untuk dikirimkan ke daerah lainnya termasuk diekspor ke negara luar seperti gaharu, jenitri, pinang, sagu dan sarang semut.

Sayangnya, dari lima hasil pertanian ini, belum ada satu pun yang diekspor pengusaha. Hal ini bukan karena hasilnya sedikit, namun para pelaku usaha tidak tahu caranya dan kepada siapa mereka akan menjualnya.

Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Timika melihat peluang ini untuk membantu masyarakat. Mereka kemudian menggelar kegiatan bimbingan akselerasi ekspor dan temu koordinasi jaringan petani nasional.

Giat "Akselerasi Ekspor dan Penguatan Pasar Komoditas Pertanian Menuju Kabupaten Mimika Maju, Mandiri dan Sejahtera ini berlangsung di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (15/9).

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Timika, Tasrif mengatakan pengusaha pertanian Mimika tidak memiliki jaringan mencari buyer (pembeli). Salah satu kendalanya adalah buyer. Kedua, kurangnya tingkat pemahaman pelaku usaha.

"Saya ambil contoh Pak Edi salah satu pengusaha yang pernah ditipu oleh pengusaha luar sehingga dia agak ragu untuk ekspor hasil usaha atau komoditasnya,” tutur Tasrif.

Namun, dengan adanya dukungan dari salah satu pengusaha Mimika yang berkecimpung di luar negeri, Tasrif yakin ke depan Mimika akan perlahan melakukan ekspor.

Selain itu, Karantina Pertanian bersama instansi lainnya seperti Bea Cukai, perbankkan dan juga Pemda Mimika akan ikut mendorong dan terus mendampingi para pengusaha untuk mempersiapkan segala dokumen kelengkapan ekspor.

"Kami siap melakukan pembimbingan kepada pelaku usaha kita di Mimika supaya mereka bukan hanya menjual hasil produksi mereka dalam negeri tetapi bisa go internasional juga,” jelasnya.

Dikatakan, pihaknya juga akan mendorong pengusaha untuk melakukan ekspor langsung dari Mimika, bukan melalui daerah lain, seperti yang selama ini dilakukan beberapa pengusaha di bidang kelautan.

Ia bahkan menjelaskan, jika menginvetarisir dari pada produk yang dilalulintaskan, urutan yang paling pertama adalah Gaharu karena memiliki nilai yang lebih tinggi.

Dengan kekayaan ini, tinggal bagaimana instansi teknis termasuk Stasiun Karantina Pertanian menyambungkan dan melakukan pendekatan dengan bayer agar mereka tertarik.

"Kita mau perkenalkan Mimika juga di internasional. Kita juga bisa seperti mereka, kenapa daerah lain bisa sementara kita tidak? Jadi saya yakin kita di Timika juga bisa," ujarnya yakin. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top