Maskapai Sriwijaya Hentikan Penerbangan Penumpang di Mimika

Suasana penerbangan terakhir, Rabu (5/5) di Bandara Moses Kilangin

MIMIKA, BM

Ketentuan peniadaan mudik lebaran dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 mulai dilaksanakan maskapai di Mimika.

Salah satu maskapai yang mulai terapkan SE tersebut adalah Maskapai Sriwijaya Air yang memutuskan menghentikan penerbangan penumpang selama periode larangan mudik lebaran, mulai 6 sampai 17 Mei 2021.

District Manager Sriwijaya Air Timika, Timotius melalui pesan singkat whatsapp kepada Berita Mimika, mengatakan bahwa Rabu (5/5) kemarin adalah penerbangan penumpang terakhir dari Sriwijaya Air di Timika.

"Penerbangan akan kami buka kembali nanti pada tanggal 17 Mei 2021 mendatang,"kata Timotius.

Walau menutup penerbangan untuk penumpang, namun Sriwijaya tetap melakukan penerbangan cargo pada, Sabtu (8/5/) tujuan Timika - Jayapura pukul 13.00 WIT dan Minggu (9/5) Timika - Makassar - Jakarta pukul 09.00 WIT.

"Kami layani penerbangan cargo saja. Bagi yang mau mengirim barang silakan hubungi kami," tulisnya.

Sementara itu Kepala Bandara Mozes Kilangin, Subagyo Hadijan saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (5/5) kemarin menyebutkan bahwa tidak ada lonjakan penumpang pesawat, tepat satu hari sebelum larangan mudik Lebaran 2021 yang diterapkan mulai hari ini, Kamis (6/) hingga 17 Mei nanti.

"Tadi (kemarin-red) saya ketemu pihak Sriwijaya dan pihak mereka mengaku hari ini (kemarin-red) terakhir membawa penumpang tapi nanti akan ada penerbangan kargo yang dilakukan,"jelas Subagio.

Sementara Maskapai Garuda, menurut Subagyo, mengurangi frekuensi penerbangan karena mereka masih membawa penumpang dengan syarat-syarat tertentu sementara Airfast tetap mengikuti instruksi pemerintah.

Meski maskapai Sriwijaya Air menghentikan penerbangan penumpang selama masa larangan mudik, namun pengawasan di bandara tetap diperketat karena Garuda Indonesia tetap melakukan penerbangan.

"Garuda dan Airfast hanya melayani penerbangan emergency saja dan perjalanan dinas atau tugas pekerjaan," tutur Subagio.

Selama larangan mudik ini diberlakukan, pihak bandara bersama KKP akan memperketat pemeriksaan kelengkapan dokumen penumpang. Penumpang yang tidak memiliki dokumen yang lengkap tidak akan diperbolehkan ikut dalam penerbangan.

Pihaknya secara ketat akan terus menerapkan protokol kesehatan di Bandara Mozes Kilangin seperti yang telah ditetapkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

"Untuk menekan penyebaran Covid-19, Satgas Udara Covid-19 sudah mengimplementasikan protokol kesehatan dengan baik. Misalnya, kami memperketat dokumen yang dibutuhkan. Kita akan memperhatikan itu dengan teliti dengan memperketat pemeriksaan surat-surat,”ujarnya.

Mulai hari ini warga dilarang mudik. Hal tersebut merujuk pada Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Walau demikian ada beberapa kriteria keperluan mendesak yang dapat dijadikan alasan untuk bepergian ke luar kota.

Keperluan mendesak yang dimaksud adalah kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang, dan kepentingan nonmudik tertentu lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari kepala desa/lurah setempat. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Pemda Mimika Datangkan 7,5 Ton Benih Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2021-06-21 01:30:29

Buat yang Mau Beriklan di Bilboard Pemda, Ini Biayanya

Ekonomi dan Pembangunan 2021-06-16 04:36:27

Dalam Waktu Dekat, Dilakukan Shadow Operation Bandara Mozes Kilangin

Ekonomi dan Pembangunan 2021-06-14 20:33:07

Pengajuan SKCK di Polsek Miru Didominasi Pencaker

Ekonomi dan Pembangunan 2021-06-14 00:56:50

Delapan Petani SP4 Sudah Nikmati Listrik untuk Kegiatan Produktif

Ekonomi dan Pembangunan 2021-06-14 00:39:22

Top