Warga Kembali Berharap YPMAK Siapkan Lapangan Pekerjaan

Foto bersama usai kegiatan sosialisasi di Balai Kampung Atapo 

MIMIKA, BM

Divisi Humas YPMAK Mimika melakukan Sosialisasi Perubahan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK) menjadi Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) di Distrik Mimika Barat.

Sosialisasi dipimpin oleh Kepala Divisi Humas YPMAK Feri Uamang melaui Staf Humas Thobias Maturbongs di Balai Kampung Atapo, Kamis (15/4) menghadirkan perwakilan perangkat kampung dari 7 kampung di distrik ini.

Thobias mengatakan YPMAK telah terbentuk pada 18 Desember 2019 berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU -0018883.AH.01.04 Tahun 2019 dengan Daftar Yayasan Nomor AHU-0025286.AH.01.12 Tahun 2019.

Tujuan pendirian yayasan ini masa tetap sama saat masih menjadi lembaga yakni mendukung pemerintah mewujudkan masyarakat asli Papua yang berasal dari Suku Amunge dan Suku Kamoro serta masarakat Papua lainnya agar dapat menjalankan kehidupan yang sehat, berpendidikan dan bersaing dalam sistem.

Selain itu juga menciptakan ekonomi modern, melestarikan SDA, budaya dan warisan asli Papua sesuai kearifan lokal menuju masyarakat asli Papua tang berkeadilan dan sejahtera.

"LPMAK menjadi YPMAK, perubahannya hanya di nama saja. Namun secara prinsip, program semua sama. Program yang dijalankan oleh YPMAK adalah program yang dulu dijalankan oleh LPMAK," ujar Maturbongs.

Menurutnya, program pendidikan dan kesehatan YPMAK tidak mengalami perubahan. Yang sedikit mengalami perubahan adalah program ekonomi.

"Kalau bapak-bapak sakit lalu naik berobat di RSMM, tetap sama seperti yang lalu. Pendidikan pun sama. Anak-anak Kamoro, Amunge dan 7 suku tetap dibiayai oleh YPMAK. Anak-anak yang kuliah di Semarang, Jogja dan sebagainya tetap jadi tanggungjawab yayasan," jelasnya.

Salah satu perubahan dalam divisi ekonomi adalah hilangnya Biro Ekonomi 7 suku. Namun menurut Thobias, ia tidak akan menjelaskannya secara detail karena merupakan ranah divisi ekonomi untuk mensosialisasikannya nanti.

"Dulu ada kelompok binaan namun sekarang dihilangkan. Modelnya seperti apa, nanti akan disampaikan oleh divisi ekonomi. Dalam waktu dekat mereka akan kesini untuk menjelaskannya," ujarnya.

Thobias juga mengingatkan bahwa sama seperti sebelumnya, anak-anak yang baru selesai tamat akan mengikuti program beasiswa. Namun karena masih situasi pandemi, yayasan belum melakukan pengiriman anak-anak beasiswa ke kota-kota studi.

"Semua masih di Timika, tidak ada pengiriman ke luar. Saat ini Yayasan sedang fokus ke program pendidikan yang ada di Mimika. Jadi kalaupun nanti dibuat permohonan menjadi peserta beasiswa, maka nanti akan ada kebijakan di level pimpinan sesuai aturan yang ada," terangnya.

Maturbongs juga mengatakan, YPMAK masih mengelola dana kemitraan karena sumber dana masih bersumber dari PTFI. Komitmen PTFI juga tidak mengalami perubahan. Hingga 2041 mereka masih tetap mendanaai program pengembangan masyarakat melalui YPMAK.

"Jadi secara prinsip perubahan ini tidak ada hal yang baru. Cuma yang terjadi adalah perubahan dari awalnya lembaga ke yayasan. Dulu lembaga namanya pengembangan, sekarang jadi yayasan pemberdayaan," ujarnya.

Maturbongs menjelaskan, perubahan LPMAK ke YPMAK lebih pada prubahan struktur kepengurusan. Waktu masih LPMAK, masih ada badan musyawarah, badan pengurus dan sekretaris eksekutif.

Setelah berubah menjadi yayasan, strukturnya beruba menjadi pengawas (supervisor board), pengurus (executive board), Direktur (Vebian Magal), Wakil Direktur Perencanaan Program (Nur Ihfa Karupukaro), Wakil Direktur Pemantauan Program (Yohan Wambrauw), Bendahara (Ramlon Marbun) dan Sekretaris (Johana Saidul).

"Untuk pengawas merupakan perwakilan dari Lemasa dan Lemasko serta PTFI. Tugas mereka adalah melihat, mengawasi dan memberi nasehat kepada pengurus dalam menjalankan kegiatan yayasan. Seperti apa yang sudah dilakukan YPMAK di Kokonao, Amar, Agimuga, Manasari dan lainnya," jelasnya.

Selanjutnya, Thobias Maturbongs memberikan kesempatan kepada perwakilan masyarakat untuk mengajukan pertanyaan terkait perubahan ini.

Salah satu warga yakni Yan Aturi, Dewan Adat Kampung Migiuya, tidak mengajukan pertanyaan tentang perubahan status lembaga menjadi yayasan namun ia bertanya masalah pendidikan.

Ia bahkan mengapreasi YPMAK yang selama ini memberikan dukungan kepada generasi masa depan Amunge dan Kamoro dalam dunia pendidikan dengan menyekolahkan mereka ke luar daerah dan banyak yang telah berhasil.

"Hanya kami masih kecewa karena LPMAK dulu dan kini jadi YPMAK tidak menyiapkan lapangan kerja. Ini kesal kami di sini pak. Kalau boleh, yayasan ini harus ada perhatian itu. Artinya kita keluarkan anak, saat dia masih studi di luar, seharusnya yayasan juga sudah menyiapkan pekerjaan bagi mereka," harapnya.

Menyikapi pertanyaan ini, Thobias Maturbongs mengatakan terkait lapangan pekejaan, sudah sering ditanyakan banyak orang. Bahkan anak-anak lulusan perserta beasiswa juga meminta YPMAK menyiapkan lapangan pekerjaan.

"YPMAK tidak bisa menjanjikan soal lapangan pekerjaan. Dia hanya membiayai. Anak-anak ini ketika lulus study, mereka sudah punya latar belakang pendidikan yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh mereka untuk mencari kerja baik sebagai guru, ASN maupun di bagian ekonomi hingga pertambangan dan lainnya," jelasnya.

"Kalau mereka butuh rekomendasi, dulu LPMAK berikan. Namun nanti diterima atau tidak, kita tidak bisa mencampuri. Mereka juga ikut tes di YPMAK namun harus memenuhi kriteria yang ada karena yang lakukan tes adalah konsultan yang peofesional untuk melakukannya. Mereka harus berjuang untuk masa depan dengan ilmu yang telah mereka miliki," ungkapnya. (Ronald

 


 

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top