Budaya

Peringati Hari Kesaktian Pancasila IPM Gelar Bakti Sosial dan Bakar 1000 Lilin

Koordinator bakti sosial dan bakar lilin, Yosep Temorubun bersama sejumlah ormas saat membakar lilin di bundaran Timika Indah.

MIMIKA, BM

Bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2022, sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Nusantara (IPM) melaksanakan kegiatan bakti sosial dan aksi bakar 1000 lilin.

Kegiatan yang difokuskan di bundaran Timika Indah, Sabtu (1/10) mendapat pengawalan dari pihak Kepolisian Mimika.

"Kegiatan ini sebagai bentuk menghormati hari Kesaktian Pancasila sekaligus membuktikan kepada Indonesia bahwa Papua, khususnya Kabupaten Mimika saat ini aman dan damai,"ungkap koordinator bakti sosial dan bakar lilin, Yosep Temorubun.

Menurut Yosep, dengan aman dan damai maka orang-orang akan datang di tanah Amungsa.

"Kami datang di Papua dengan penuh cinta damai agar bersama dengan masyarakat lainnya. Tujuan bakar lilin adalah kita turut mengiginkan kedamaian di tanah Papua," ujarnya.

Menanggapi kegiatan yang dilaksanakan oleh IPN, Kasat Intelkam Polres Mimika, Kasat Intelkam, AKP Budi Santoso menerangkan sesuai UU nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan penyampaian pendapat dimuka umum harus disampaikan tiga hari sebelumnya.

"Kami memberikan izin dengan dengan catatan aksi bakar lilin dan bakti sosial dilakukan dengan tertib," ungkapnya.

Ia berharap dilain waktu pihak yang hendak melakukan aksi dalam bentuk apapun agar menyampaikan ke Polres atau Polsek terdekat.

"Fasilitas umum seperti jalan digunakan untuk lokasi bakar lilin agar diperhatikan sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat karena semua punya hak," ujarnya.

Diketahui sebelum melakukan aksi bakar 1000 lilin, sejumlah ormas terlebih dahulu melakukan kegiatan bakti sosial dengan membersihkan rute Jalan Budi Utomo, Cenderawasih, Yos Sudarso, Belibis dan Bundaran Timika Indah. (Ignasius Istanto)

Hidupkan Seni Tari Yang Mulai Terdegradasi Oleh Zaman : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gelar Lomba Tari Seka

Salah satu peserta sedang memperagakan tari seka

MIMIKA, BM

Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Mimika menyelenggarakan Lomba Tarian Seka Tingkat SMP, SMA/SMK usia 13-18 tahun.

Perlombaan ini diikuti oleh 15 sekolah dimana tiap tim terdiri dari 12 personel dan 1 komando yang diselenggarakan di Pasar Sentral Lokasi Kuliner, Sabtu (1/10/2022).

Mewakili pemerintah daerah, kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Maria Rettob didampingi Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Yopi Toisuta.

Tujuan kegiatan ini adalah memberikan wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreatifitas dalam seni tari, mengembangkan imajinasi dan kepribadian siswa.

Juga untuk semakin meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai budaya melalui seni tari dan membina kerjasama antara siswa dan guru.

Adapun juri dalam lomba seka ini merupakan tokoh sekaigus praktisi kebudayaan suku Kamoro yakni Dominggus Kapiyau, Thomas Moutaweyau dan Ibu Elisabet.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Maria Rettob mengatakan, kegiatan peningkatan pendidikan kebudayaan dan pelatihan SDM khususnya tarian tradisional tingkat sekolah ini untuk menciptakan peserta didik yang tidak hanya cerdas namun juga memahami, mengetahui dan mencintai budaya.

"Saya harap kegiatan ni terus berlangsung karena sangat positif apalagi anak-anak muda saat ini banyak yang sudah lupa budaya tradisional dan lebih suka budaya luar. Dinas pariwisata kebudayaan harus tetap jadikan ini sebagai kegiatan berkelanjutan sehinga jadi wadah yang baik baik pengembangan mereka ke depan," ungkapnya.

Maria Rettob mengatakan, kesenian tradisional diajarkan untuk tidak punah apalagi di zaman saat ini generasi muda lebih menyukai gadget sebagai pelariaan mereka.

Ia berharap, pengembangan budaya ini harus masuk di tiap sekolah sebagai salah satu bagian dari pelajaran ekstrakurikuler dan diharapkan dapat berkembang dan semakin dicintai oleh anak didik di sekolah.

"Saya berharap anak didik lebih mencintai kesenian tradisonal dan menjadi penerusnya. Karena kalau bukan generasi muda, siapa lagi? Mari tingkatkan kesenian tradisional ini agar tarian seka semakin dikenal secara nasional dan global agar dunia tahu bahwa tarian seka milik kita orang Mimika," harapnya.

Maria Rettob juga mengingatkan semua bahwa tarian ini merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Sehingga nilai budaya ini harus terus terpelihara dari generasi ke generasi di Mimika.

"Kami apresiasi apa yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Mimika melaui lomba seka ini. Kepada adek-adek semua, dalam perlombaan pasti ada yang menang dan ada yang kalah namun yang paling utama dibalik itu semua adalah kalian ada generasi penerus negeri ini. Jangan lupakan adat istiadat dan kebudayaan kita, selamat berlomba," ujarnya berpesan. (Ronald Renwarin)

Mimika Terus Didoakan Agar Kedamaian Terus Tercipta

Suasana doa bersama di Hotel Cenderwasih, Kamis (29/9/2022) 

MIMIKA, BM

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika menggelar doa bersama untuk kedamaian dan kesejahteraan Bangsa Indonesia khususnya di Kabupaten Mimika.

Kegiatan doa bersama berlangsung di Hotel Cenderawasih 66, Kamis (29/9/2022) yang dihadiri langsung oleh Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob, Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra, Kajari Mimika, Sutrisno, perwakilan Dandim 1710 dan paguyuban-paguyuban.

Doa bersama ini mengusung tema "Kita Mantapkan Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama, Serta Kuatkan Kebersamaan Menuju Masyarakat Mimika Yang Cerdas, Aman, Damai dan Sejahtera".

Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam sambutannya mengajak semua warga Mimika menjaga ketertiban dan kamtibmas. Jangan harapkan TNI/Polri tetapi tugas semua.

"Saya berterima kasih kepada masyarakat karena selama ini telah menjaga keamanan dengan baik," Kata Plt Bupati John.

Plt Bupati pada momen ini juga mengingatkan semua yang hadir dan kepada masyarakat agar jangan mau diperalat oleh orang lain karena kepentingan untuk mengacaukan.

"Kita harus bisa berdiri tegak untuk menjaga daerah ini. Saya senang karena toleransi di sini sangat kuat dan saya harap ini terus dipertahankan agar daerah ini aman, damai dan sejahtera," Ujarnya.

Ia meminta agar semua masyarakat dapat memeberikan waktu 3 menit untuk Tuhan yakni menit pertama bersyukur kepada Tuhan atas segala yang telah diterima.

Menit kedua adalah memohon ampun atas dosa yang telah dilakukan sepanjang hari dan satu menit terakhir memohon perlindungan dan berkat untuk perjalanan kedepan.

"Dan yang paling penting adalah Ampunilah Kami Tuhan Seperti Kami Pun Mengampuni Orang Yang Bersalah Kepada Kami. Saya percaya bahwa doa hari ini menjadi berkat, doa untuk kita menjalankan kehidupan kita kedepan dalam rangka Mimika cerdas, aman, damai dan sejahtera. Manusia yang merencanakan tapi Tuhan yang menentukan,"ungkapnya.

Sementara, Ketua FKUB Mimika, Ignatius Adii, dalam sambutannya mengatakan, FKUB tidak bisa jalan sendiri sehingga membutuhkan dukungan dari semua stakeholder yang ada. Tidak ada sesuatu yang hebat di dunia ini, karena nanti semuanya pasti akan ditinggalkan.

"Tidak ada sesuatu yang hebat di dunia ini. Oleh karena itu marilah kita kembangkan 3 hal utama untuk menjaga kedamaian, keamanan, kesejahteraan di bumi Kamoro tanah Amungsa," Kata Ignatius.

Ignatius mengatakan bahwa semua orang harus merasa merdeka. Kuncinya adalah dengan selalu bersama menjaga persatuan dan kesatuan sebagai orang yang memiliki kemerdekaan.

"Tidak ada agama yang tidak mengajarkan cinta kasih. Mari kembangkan nilai kasih kepada Tuhan dan sesama. Pesan saya carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya yang lainnya nanti Tuhan akan tambahkan,"ungkapnya.

Perwakilan Dandim 1710 Mimika, Danramil 1710-02/Kota Kapten Inf M Zaini mengucapkan terima kasih dan penghargaan setingginya kepada ketua FKUB yang selalu membangun sinergitas guna menciptakan situasi yang kondusifitas di Mimika.

Harapannya agar kegiatan serupa terus digalakkan, demi situasi kondusif yang aman tentram dan terkendali di Kabupaten Mimika.

Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan doa bersama ini sangat bermanfaat sebab FKUB selalu memberi terobosan baru.

“Dengan maraknya kegiatan yang melibatkan anak muda, FKUB juga mengambil momen di situ dengan menghadirkan ketua Osis serta para guru agar tindak kriminalitas dapat diminalisir. Kepolisan akan selalu melibatkan seluruh tokoh masyarakat dalam mengawal keamanan yang ada di Mimika,” tuturnya.

Kapolres juga mengingatkan semua warga agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial, jika ingin share sesuatu harus lebih selektif.

Sementara itu, Kajari Mimika, Sutrisno, mengatakan senjata orang beriman adalah doa. Doa sangat penting namun seharusnya tidak untuk diri sendiri namun juga untuk mendoakan orang lain. (Shanty Sang)

Top