Budaya

GKI Paulus Timika Laksanakan Sidang Jemaat Perdana


Tampak suasana Sidang Jemaat pertama GKI Paulus Timika, Sabtu (19/11/2022) di rumah ibadah GKI Paulus Timika, Jalan Mente Sempan, Nawaripi, Kecamatan Mimika Baru

MIMIKA, BM

Bertemakan 'Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja', GKI Paulus Timika melaksanakan Sidang Jemaat pertamanya pada hari Sabtu (19/11/2022) di rumah ibadah GKI Paulus Timika, Jalan Mente Sempan, Nawaripi, Kecamatan Mimika Baru.

Sidang Jemaat yang diikuti oleh 105 peserta dari berbagai utusan, unsur hingga klasis ini dibuka secara resmi oleh Wakil Sekretaris Badan Pekerja Klasis GKI Mimika, Pdt. Yoeluis Rumaikewi.

Melalui sambutannya, Pdt Yoeluis menjelaskan bahwa Sidang Jemaat merupakan perayaaan keselamatan dan pertanggungjawaban iman atas amanat Gereja dan tempat pengambilan keputusan tertinggi yang dilaksanakan dalam satu tahun sekali.

Menurutnya, walaupun usia jemaat GKI baru seumur jagung, tapi kapasitas dan pengalamannya begitu luar biasa untuk menggumuli seluruh program kegiatan pelayanan dalam satu tahun ke depan.

"Dalam sidang-sidang jemaat kita harus memperhatikan hal-hal yang telah ditetapkan baik itu kepada alas atau lingkup sinode tetapi juga pada Sidang Klasis karena apa yang sudah ditetapkan dalam lingkup Sidang Sinode maupun Sidang Klasis kiranya ke depan akan baik itu tata Gereja dan juga hal-hal yang terkait dengan rencana strategis GKI di tanah Papua untuk 2022 sampai dengan 2027 bisa dilaksanakan secara baik dengan kebijakan-kebijakan lain yang nantinya akan disosialisasikan," tuturnya.

Dia juga berharap hal-hal lain yang menyangkut tata kelola pelayanan di tengah-tengah jemaat hendaklah berbasis data dalam jemaat-jemaat.

"Setiap pelayan gereja yang terdiri adalah pelayan organik termasuk bapak ibu majelis jemaat juga bapak ibu saudara-saudari badan pelayan unsur harus memastikan perkembangan jemaat ini dan bagaimana menata seluruh pelayanan di tengah-tengah jemaat ini," tandasnya.

Pdt. Yoeluis juga berpesan kepada para pimpinan badan pekerja Sinode agar dapat mengontrol seluruh pelayan dan alat perlengkapan di tengah-tengah Jamaat.

"Pelaksanaan tugas-tugas pelayanan harus dilakukan dengan serius, berintegritas, dan bertanggung jawab serta memiliki kemampuan kepemimpinan untuk melayani dengan penuh kasih, untuk hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan," pungkasnya.

Sementara itu, dalam laporan Ketua Panitia, Novita Ilona Wamaer, mengatakan maksud dan tujuan dilaksanakannya Sidang Jemaat ini adalah untuk menghasilkan program kerja di tengah-tengah jemaat GKI Paulus Sempan Timika untuk tahun pelayanan 2023.

Dia juga menyampaikan saat ini GKI Paulus Sempan Timika telah memiliki 327 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 1548 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 764 jiwa dan perempuan sebanyak 784 jiwa.

"Wilayah pelayanan GKI Paulus Sempan Timika sendiri terdiri dari 3 rayon dan 9 WIK dengan jumlah kepala keluarga, WIK 1 berjumlah 48 KK, WIK 2 (42 KK), WIK 3 (39 KK), WIK 4 (41 KK), WIK 5 berjumlah 29 KK, WIK 6 berjumlah 40 KK, WIK 7 (62 KK), WIK 8 (12 KK) dan WIK 9 (14 KK)," ucap Novita memaparkan.

Untuk diketahui, Sidang Jemaat ini berlangsung selama 12 jam, dari pukul 10.00 pagi hingga 22.00 malam. Selaku Pimpinan Sidang, Pdt. Lona S. Sukan saat diwawancarai seusai kegiatan menyampaikan secara garis besar bahwa program pelayanan di tahun 2022 sebenarnya tidak terlalu banyak dievaluasi karena GKI Paulus Timika baru dijadikan jemaat mandiri pada 10 Juli 2022 lalu.

"Sehingga kami hanya ada dalam penataan pelayanan untuk empat bulan ini. Setelah itu, hari ini baru sidang jemaat yang pertama dan beberapa program pun sudah ditetapkan untuk menjadi program 2023," ujarnya.

Program-program tersebut diantaranya program pengajaran Injil, program urusan pembinaan jemaat, program urusan diakonia, program urusan pendidikan, dan program urusan kubang.

"Di dalam pun ada unit-unitnya yang juga punya tanggung jawab untuk mempersiapkan program dan itu sudah disampaikan. Ditambah lagi dengan kita sudah punya rencana anggaran untuk RAB 2023 yang disepakati hampir Rp1 miliar lebih. Itu semunya bersumber dari pendapatan murni dari persembahan jemaat," ungkapnya.

Pdt. Lona berharap bahwa program-program yang sudah ada hari ini sekiranya tidak hanya disepakati saja sebagai sebuah program.

"Tetapi hari ini saya percaya bahwa di dalam gereja Tuhan menyaksikan persidangan ini dan berharap untuk semua program yang sudah diputuskan tadi dapat dijalankan di (tahun) 2023," tuturnya.

Dia juga berharap kepada 105 peserta yang telah hadir pada Sidang Jemaat pertama ini bisa menjadi kekuatan untuk Jemaat GKI Paulus Timika.

"Saya berharap mereka menjadi fondasi yang kuat untuk pelayanan di dalam tahun 2023. Dan juga karena sidang tertinggi dalam jemaat itu adalah Sidang Jemaat, sehingga saya berharap semua yang sudah diputuskan tidak akan diubah atau diganti lagi, tetapi mereka bertekun dan setia untuk ada dalam kesaksian bersama menjalankan program-program itu," harapnya.

Selanjutnya, sesuai dengan sub tema berkomitmen membangun kemandirian dalam bersekutu, bersaksi, dan melayani, Pdt. Lona mengajak para jemaat untuk saling bersekutu dengan keluarga serta sesama jemaat untuk bersaksi dan keluar melayani.

Di samping itu, dia juga menilai bahwa para peserta yang hadir pada sidang ini sama sekali tidak tawar hati, tidak kecut, maupun tidak menunjukkan rasa ketidakmampuan.

"Sebagai jemaat pertama yang baru berjalan cukup singkat yakni 4 bulan 2 minggu, mereka telah menunjukkan kemandiriannya lewat pendapatan yang sudah mencapai Rp700 juta lebih. Itu sesuatu yang luar biasa menurut saya. Belum lagi satu tahun ke depan," ucap Pdt. Lona bangga.

"Jadi ke depannya kita target dalam waktu satu tahun, pendapatan yang masuk senilai Rp1.800.000.000,- lebih. Kita berharap ini nantinya benar-benar murni persembahan pemberian jemaat di luar dari pada pemeberian pemerintah. Secara jemaat mereka saya lihat sudah mandiri dalam pendapatan. Tetapi saya juga berharap mereka bisa benar-benar mandiri di bidang pelayanan untuk tri panggilan gereja, bersekutu, bersaksi, melayani, mereka akan mandiri," pungkasnya. (Endy Langobelen)

DPD KNPI Mimika Serahkan 45 Sak Semen untuk Korban Musibah Kebakaran di SP5 Timika

Ketua DPD KNPI Mimika Energy Of Harmoni, Pertius Wenda secara simbolis menyerahkan bantuan semen kepada korban musibah kebakaran di Kampung Limau Asri Timur, SP5 Jalur III, Distrik Iwaka, Mimika, Papua Tengah, Minggu (20/11/2022)

MIMIKA, BM

Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Mimika Energy of Harmoni menyerahkan bantuan berupa semen sebanyak 45 sak kepada korban musibah kebakaran di Kampung Limau Asri Timur, SP5 Jalur III, Distrik Iwaka, Mimika, Papua Tengah, Minggu (20/11/2022).

Ketua DPD KNPI Mimika, Pertius Wenda, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud nyata atas janji yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa akan menyisihkan sedikit hasil penggalangan dana kepulauan Yapen untuk sanak saudara yang telah mengalami musibah di SP5, Timika.

"Sesuai dengan janji kami, kami sudah serahkan berupa semen 45 sak. Ini juga sebagai bentuk kepedulian pemuda KNPI dalam aksi-aksi kemanusiaan," ujarnya.

Pertius berharap dengan adanya bantuan ini, semangat dari para korban bisa bangkit kembali setelah melalui musibah yang dialami.

"Harapan saya sih jangan lihat dari jumlah yang kami berikan, tapi bagaimana dengan bantuan ini, trauma itu bisa hilang, bisa ada semangat baru, spirit baru supaya mereka bisa kembali membangun rumahnya," tuturnya.

Lebih lanjut, Pertius menyampaikan bahwa saat ini para korban masih membuka donasi bagi siapa saja yang ingin membantu.

"Yang mereka butuh yaitu bahan-bahan bangunan, seperti besi, semen, kayu, batako, seng, dan sebagainya. Kami sangat berharap Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Sosial dapat memberikan perhatian dan bantuan kepada para korban ini," katanya.

"Mereka ini kan warga kita juga. Mereka sudah ada di SP5 sejak masa transmigrasi dulu. Dan dari dulu mereka pun tidak pernah meminta apa-apa dari pemerintah, tapi kali ini karena ada musibah seperti ini, sehingga mereka berharap perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu," imbuhnya.

Pertius mengatakan, DPD KNPI Mimika (Energy of Harmoni) akan terus berkomitmen mengawal sejauh mana perhatian pemerintah menjawab kebutuhan para korban.

"Saya berharap bupati mohon supaya memerintahkan dinas terkait untuk tanggap cepat. Kami KNPI tidak akan tinggalkan ini karena musibah itu terjadi depan mata kami dan itu sudah menjadi komitmen kami pemuda untuk mengawal ini. Kalau tidak ada perhatian pemerintah, kami akan terus menanyakan dinas terkait apa yang sudah dia buat. Kita lakukan itu supaya masyarakat bisa benar-benar merasakan kehadiran pemerintah," jelasnya.

Dia juga menyebutkan, di era kepemimpinannya, DPD KNPI Mimika (Energy of Harmoni) akan terus melakukan aksi-aksi kemanusiaan.

"Di mana ada musibah di Indonesia, khusunya di kabupaten ini, kami akan turun tangan untuk membantu semampu kami," pungkasnya. (Endy Langobelen)

SD Santa Maria Laksanakan PERSAMI, Tanamkan Pembentukan Karakter dan Moral untuk Siswa

Suasana saat upacara pembukaan Persami di SD Santa Maria

MIMIKA, BM

Jika tidak diawasi secara ketat, di era digitalisasi saat ini, moral siswa mudah tergradasi oleh perkembangan jaman karena kemudahan mengakses informasi minor (negatif).

Kebebasan menerima informasi di media sosial, membuat mereka mudah terkoneksi dengan berbagai konten pornografi, kekerasan, tawuran, bullying hingga berbagai kejahatan verbal lainnya.

Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi orangtua dan pihak sekolah terutama dalam penerapan pendidikan karakter dan moral bagi generasi muda masa kini.

Guna membendung lajunya dinamika tersebut, Sekolah Dasar (SD) Santa Maria melakukan kegiatan ekstrakurikuler yang diwajibkan dalam  Kurikulum 2013 untuk semua jenjang pendidikan yakni Praja Muda Karana (Pramuka).

Kegiatan yang bertujuan membentuk karakter dan moral siswa ini, dilakukan dalam bentuk Perkemahan Sabtu Minggu (PERSAMI) untuk tingkat Siaga yang dilaksanakan Sabtu (19/11/2022) hingga Minggu (20/11/2022).

Ditemui BeritaMimika disela kegiatan, Kepala Sekolah SD Santa Maria Huberta Rumangun mengatakan kegiatan Pramuka sudah menjadi agenda rutin sekolah yang dilaksanakan satu kali dalam satu semester.

“Selama pandemi kami tidak laksanakan. Setelah corona tiga tahun lebih, baru di semester ganjil ini kami mulai lagi PERSAMI. Selama pandemi kami lakukan pembinaan saja,” katanya.

Dijelaskan, kegiatan ini akan dilaksanakan berkelanjutan. Untuk semester ganjil biasanya di akhir semester namun pertimbangan waktu libur sekolah maka dilaksanakan pada November. Sementara pada semester genap akan dilakukan pada Juni 2023.

“Pramuka Siaga untuk kurikulum 2013 mewajibkan kegiatan kepramukaan sehingga semua anak terdata untuk masuk anggota pramuka. Hanya saja melihat perkembangan untuk saat ini kami tidak wajibkan untuk kelas kecil yakni 1,2 dan 3, kalau pun ikut harus ada ijin orang tua sedangkan kelas 4,5 dan 6 diwajibkan,” terangnya.

Huberta menjelaskan, peserta PERSAMI yang ikut adalah 120 siswa yang dibagi dalam 6 barung (regu-red) puteri dan 6 barung putera. Dimana masing-masing barung berisi 10-11 anak yang dinaungi oleh pembina Pramuka Ancelina Fatubun.

“Yang terpenting kami terapkan pendidikan karakter agar anak-anak bisa disiplin, mandiri dan membantu mereka untuk bisa jujur, adil dan beradaptasi dengan teman-teman lain. Terkadang anak-anak di rumah hanya dibatasi dalam rumah saja tetapi lewat kegiatan ini mereka bisa bertemu dan bekerja sama sebagai tim,” ungkapnya.

Ia menambahkan dalam satu barung peserta diacak sehingga siswa kelas kecil dan kelas besar bisa saling beradaptasi dan mengenal satu sama lain.

“Pendidikan karakter sangat penting, memang sudah ada di setiap proses pembelajaran kami dengan metode yang kami terapkan di kelas, namun perlu juga kami isi lewat kegiatan seperti ini. Malam nanti ada renungan malam, momen itu kita gunakan khusus untuk pembinaan moral anak-anak,” jelasnya.

“Secara akademik memang itu menjadi tujuan namun yang penting adalah karakter dan moral anak-anak sehingga ketika berada di luar sekolah mereka dapat menunjukan karakter yang baik untuk anak-anak yang lain,” pungkasnya.

Sementara itu, momen malam renungan dan api unggun diadakan pukul 21.00 Wit hingga pukul 22.00 Wit.

Dalam renungan malam, para siswa diajak untuk menulis hal-hal buruk apa saja yang pernah dilakukan terhadap orang tua.

Mereka juga diminta menulis hal baik yang akan mereka perbaiki dan lakukan ke depan usai mengikuti PERSAMI nanti.

Tulisan hal buruk kemudian dibakar di api unggun, sementara tulisan tentang hal baik yang akan dilakukan kedepan akan dibawa ke gereja saat misa pagi hari Minggu (20/11/2022).

Momen renungan malam penuh dengan rasa haru dan linangan air mata karena beberapa siswa diminta membacakan hal buruk yang telah mereka lakukan terhadap orangtua dan hal baik apa yang akan mereka perbaiki ke depan.

Inilah yang membuat hampir semua siswa menangis karena apa yang disampaikan oleh beberapa rekan mereka, seakan mewakili semua yang telah mereka ungkapkan dalam tulisan di kertas.

Mereka semua terlihat seperti orang dewasa yang sedang menyesali kesalahan yang telah mereka lakukan terhadap orangtua dan semua yang mereka cintai.

Momen ini terasa begitu sempurna karena disaat bersamaan, ada anak yang juga secara langsung membacakan tulisan mereka di hadapan orangtua mereka yang juga hadir menyaksikan renungan malam tersebut.

Rasa haru bercampur kebahagiaan terasa begitu menyatu dan sempurna karena pada momen ini, rangkulan, pelukan, ciuman antara anak dan orangtua seakan mendamaikan semua yang telah mereka ungkapkan. (Elfrida Sijabat

 

 

Top