Paduan Suara Dewasa Campuran Asal Mimika Dilepas Untuk Mengikuti Pesparawi Nasional

Penyerahan bendera LPPD Mimika kepada Ketua Harian LPPD Provinsi Papua, Karel Frits

MIMIKA, BM

Tim Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) Kabupaten Mimika secara resmi diserahkan kepada LPPD Provinsi Papua oleh LPPD dan Pemda Mimika, guna mengikuti Pesparawi Nasional XIII di Jogjakarta.

Tim yang terdiri dari 45 orang ini akan ikut bergabung dengan peserta Kontingen Papua lainnya dalam Pesparawi Nasional XIII yang akan berlangsung di Yogyakarta pada tanggal 19 hingga 26 Juni ini.

Pelepasan ini ditandai dengan penyerahan bendera LPPD Mimika kepada Ketua Harian LPPD Provinsi Papua, Karel Frits Mambay di Gereja Kingmi Marthen Luther Mile 32, Selasa (14/6).

Ketua Harian LPPD Mimika, Yohan Ade Matulesi dalam sambutannya mengatakan bahwa pihaknya menitipkan peserta PSDC ini ke LPPD Provinsi dengan harapan peserta diperhatikan dengan baik sehingga nantinya kembali ke Mimika tanpa kekurangan apapun.

Ia yakin jika persiapan PSDC Mimika sudah sangat matang sehingga ia pun yakin tim ini akan pulang dengan hasil yang memuaskan.

“Saya tidak bisa bangga-bangga, tapi saya tetap yakin bahwa kami juga akan petik hasil di Yogyakarta. Saya serahkan mereka kepada bapak ketua harian LPPD Provinsi Papua,” tuturnya.

Yohan mengatakan, LPPD Mimika sudah memberikan dana sekitar Rp100 juta untuk membantu kebutuhan kostum tim termasuk sepatu kontingen PDSC ke LPPD Papua.

Sementara itu, Ketua Harian LPPD Provinsi Papua, Karel Frits Mambay mengatakan Kontingen Papua mengikuti 12 kategori lomba.

Dari 12 kategori ini, LPPD Biak Numfor akan mengikuti 5 kategori, Mimika 1 kategori, Maberamo Tengah 2 kategori, Kabupaten Jayapura 2 kategori, dan Kota Jayapura 1 kategori.

“Kemarin pagi sudah pelepasan Biak Numfor dan Kota Jayapura. Hari ini bersamaan Mimika, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mamberamo Tengah di lepas oleh pemerintah daerah ke provinsi sehingga atas nama Gubernur nantinya tim seluruhnta akan dilepas pada tanggal 16 mendatang,” jelasnya.

Karel mengatakan, di ajang nasional ini Provinsi Papua tidak menargetkan medali bagi semua kategori, karena tujuan utama peserta ikut ke Yogyakarta adalah untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan.

“Kalau kita menyanyi dengan baik pasti akan menuai hasil,” tuturnya.

Dikatakan, kontingen ini berangkat bukan membawa nama kabupaten masing-masing namun membawa nama Provinsi Papua, sehingga semua harus mengikuti tata tertib yang sudah dibuat oleh LPPD provinsi.

“Mari kita sama-sama pergi, menyaksikan dan memuji nama Tuhan di Jogjakarta,” ungkapnya. (Shanty)

Top