Lemasko Yang Dipimpin Gery Okoare Telah Terdaftar Di Kemenkumham

Pengurus Lemasko foto bersama usai melakukan konferensi pers

MIMIKA, BM

Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) yang dipimpin oleh Gery Okoare kini telah sah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) dan telah memiliki akta notaris.

Dengan demikian maka kepengurusan Lemasko yang sah hanya satu yakni yang di pimpin oleh Gery Okoare.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Lemasko Geri Okoare yang didampingi Badan Musyawarah (BM) yang terpilih dalam jumpa pers di Hotel Horison Diana, Kamis (9/6).

"Jadi Lemasko ini urutan pertama orang Papua itu sudah terdaftar di Menteri Hukum dan HAM dan sudah sah. Sehingga jika ada yang mau bikin Lemasko lain lagi itu dianggap sudah tidak sah atau itu gugur,” tegas Gery.

Menurutnya, organisasi yang terdaftar di Kemenhunkam adalah bukti organisasi sah dan diakui.

Dengan demikian maka jika ke depan nantinya ada pihak lain yang membuat atau mengaku sebagai Lemasko maka jalur hukum akan ditempuh.

"Kita akan lakukan upaya-upaya hukum bahwa semua administrasi yang selama ini ada orang main di luar itu akan dibukukan dan kita bisa lapor polisi," ungkapnya.

Sementara Wakil Ketua I Bidang Keuangan dan Administrasi Lemasko, Dominikus Mitoro menegaskan bahwa Gery Okoare adalah Ketua Lemasko yang sah sesuai dengan legalitas akta notaris dari Kemenkumham.

"Sedangkan yang lain-lain yang ingin membentuk Lemasko lain atau musdalup itu dengan tegas gugur demi hukum. Kita adalah lembaga yang sah dan ke depan akan menyusun anggaran dasar dan anggaran rumah tangga tentang anggaran. Sehingga siapa yang melanggar, dia itu akan kena pada pasal kode etik,"tambahnya.

Selain menegaskan tentang keabsahan Lemasko, disampaikan juga bahwa Lemasko telah membentuk Badan Musyawarah (BM) yang diketuai oleh Petrus Nawatipia, Sekretaris BM Soter Moyau dan anggota yakni Paulinus Sanau, Oktovianus Mataya dan Markus Yamaro.

Adapun tugas BM yaitu, menginventarisir pelaksanaan tugas dewan pimpinan adat yang ada di Lemasko. Selain itu memonitoring dan mengawasi, serta menjaga nama baik lembaga.

“Jika ada kebijakan yang diambil oleh ketua Lemasko, kita mengawasi dan mendampingi,” jelas Petrus.

Tambah Petrus, BM juga tugasnya membantu dan mendapampingi ketua Lemasko beserta para wakil ketua dalam perjalanan lembaga ini ke depan.

"Bukan untuk berseberangan dengan ketua, tetapi mendampingi ketua sampai masa Bhakti 2019-2024 mendatang,” tutupnya. (Shanty)

Top