Pastor Max : Apa Yang Sudah Kamu Lakukan Untuk Mereka Yang Miskin Dan Menderita?

 

Pastor Max Dora OFM saat menyampaikan khotbah di Gereja Katolik St. Stefanus Sempan

MIMIKA, BM

Sebanyak 135 anak menerima sakramen ekaristi komuni pertama di Gereja Katolik Santo Stefanus Sempan, Minggu (19/6).

Komuni pertama ini diberikan oleh Pastor Paroki Sempan, Maximilianus Dora OFM.

Secara khusus kepada anak-anak yang menerima komuni pertama, Pastor Max berpesan agar tetap setia bersama Yesus.

"Apapun yang terjadi, jangan pernah tinggalkan Tuhan, setia selamanya bersama Yesus. Kalian harus rajin mengikuti perayaan ekaristi kudus setiap minggu dan selama hari raya keagamaan," ujarnya berpesan.

Pater Max juga mengucapkan terimakasih kepada orangtua dari 135 anak ini karena telah membesarkan mereka dengan cinta dan kini membawanya kepada Yesus.

Di awal khotbahnya, Pastor Max mengingatkan bahwa fenomena kemiskinan ada dimana-mana, termasuk di sekitar kita.

Ia mengatakan, tahun 2018 lalu di Asmat ditemukan banyak anak yang menderita gizi buruk.

Kondisi seperti ini bisa saja terjadi juga di Mimika dan disekitar kita, hanya saja mungkin tidak terdeteksi.

Ia mengatakan bahwa fenomena kemiskinan diangkat sesuai dengan bacaan Injil minggu ini yang mana Yesus memberikan makan 5 roti dan 2 ikan kepada ribuan umatnya.

"Dalam keadaan seperti itu, sabda Tuhan menyapa kita semua, kamu harus memberi mereka makan. Ini merupakan tugas dan tanggungjawab kita semua. Tidak bisa hal ini dilimpahkan ke orang lain karena semua punya tanggungjawab yang sama," ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa membantu mereka yang berkekurangan tidak harus melihat alasan bagaimana kehidupan kita yang sesungguhnya.

"Kamu tidak bisa katakan bahwa ini bukan urusan saya atau urus diri saya saja sudah repot apalagi orang lain," ujarnya.

Menurut Pastor Max, banyak orang memilih mundur ketika ia dihadapkan dengan berbagai persoalan.

Mereka biasa beralasan karena tidak memiliki apa-apa atau karena tidak memiliki kemampuan.

"Kita semua punya keterbatasan dalam diri kita. Kamu harus beri makanan. Tuhan tidak mengenal keterbatasan kita. Ia melihat potensi dan kemampuan kita, seberapa besar dan sekecil apapun itu, sangat berarti bagi sesamamu," terangnya.

Ia juga mengatakan bahwa banyak bangunan gereja dan sekolah mulai rapuh dan lapuk. Banyak guru yang tinggalkan tempat mengajar di desa untuk kembali ke kota.

Begitu banyak orang yang lakukan korupsi, penipuan, hingga melakukan ketidakadilan dimana-mana.

"Inilah fenomena yang terjadi di sekitar kita. Semua pengalaman ini berbeda jika dibandingkan dengan Yesus. Ia melihat apa yang menjadi kebutuhan umatnya. Jadi semiskin apapun, kita tetap memiliki sesuatu yang dapat diberikan dan diserahkan kepada orang lain, terutama kepada mereka yang menderita," ungkapnya.

Di akhir khotbahnya, Pastor Max mengingatkan umat Katolik untuk selalu hidup dengan semangat ekaristi. Yang mana kita dipanggil untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Ia mengatakan, selama ini Tuhan memberikan banyak kepada umatnya sehingga Ia pun meminta untuk membaginya sebagai berkat kepada mereka yang membutuhkan.

"Sudahlah kita bersyukur atas semua ini? Sudahkah saya berbagi dengan orang miskin dan orang lapar yang ada di sekitar saya? Ataukah saya belum berbuat apa-apa sama sekali? Ingat, tidak pernah ada kata terlambat untuk memulainya. Mari mulai berbagi kepada sesama terutama bagi mereka yang misikin dan menderita," pesan Romo Max di akhir khotbahnya. (Ronald Renwarin)

Top