Putra Mimika Wee Ditahbiskan Jadi Diakon. John Rettob: Ayo Putra Mimika Wee, Mari Melayani Tuhan

Frater Theodorus Yoseph Tepa OFM (jubah cokelat) saat ditahbis oleh Uskup Agats, Mgr Aloysius Murwito OFM

AGATS, BM

Proses pentahbisan Frater Theodorus Yoseph Tepa OFM menjadi seorang Diakon, membuat warga Mimika Wee berbangga.

Pasalnya dia adalah orang kedua dari Suku Mimika Wee yang menyerahkan seluruh hidupnya menjadi pelayan Tuhan.

Pentahbisan Diakonat Frater Theodorus Yoseph Tepa OFM dan Frater Fridoardus Sariman Pr Parok serta Diakonat peresbiterat Pastor Martinus Tarimanik Pr dilakukan oleh Uskup Agats, Mgr. Aloysius Murwito, OFM.

Pentahbisan yang dilakukan di Gereja Katedral Salib Suci Indah Asmat, Selasa (31/05) kemarin yang juga dihadiri langsung Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Ibu Susi Herawati Rettob serta ribuan umat katolik se-Kabupaten Asmat.

Uskup Agats, Mgr. Aloysius Murwito, OFM dalam khotbahnya mengucapkan selamat kepada putra Kamoro dari Timika yang telah menjadi imam.

"Ini merupakan imam kedua dari putra-putra Kamoro. Ini merupakan kebanggan Mimika. Bapak uskup ikut bergembira dan bersyukur melihat penthabisan ini, karena menambah tenaga pastoral gereja," ungkapnya.

Ia berharap sebelum pensiun menjadi uskup, dirinya merindukan jumlah imam bisa mencapai target angka 25, hingga kini jumlah imam sudah 24 orang.

"Kami ucapkan banyak terima kasih. Semoga kehadiran imam yang baru ini, semakin memperkuat kami pastoral dalam melayani umat yang barangkali di tempat-tempat tertentu kurang tersapa dan kurang mengalami kehadiran Tuhan melalui pelayanan para imam-Nya. Entah karena jarak, atau karena kurang tenaga dari pastor," paparnya.

Pada momen syukuran ini, Diakon Theodorus Yoseph Tepa OFM juga mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob yang mempunyai andil besar dalam perjalanan hidupnya hingga menjadi seorang diakon.

"Beliau adalah saksi perjalanan hidup saya. Beliau beri dorongan dan motivasi dikala putus asa. Sempat jatuh bangun, tapi saya percaya ini adalah rencana Tuhan yang indah dalam hidup saya. Kami bisa berbuat sesuatu hari ini, itulah sesuatu terbesar bagi kami. Dan tentunya itu tidak lepas dari dukungan bapak ibu sekalian. Mohon doa. Bantu kami. Ingat kami dalam setiap doa kalian," paparnya.

Sementara itu mewakili Pemda Asmat, Asisten I Setda Asmat Daniel Rumruren mengucapkan selamat kepada tiga pelayan Tuhan yang menyerahkan hidupnya untuk melayani umat Tuhan.

"Saya ucapkan selamat melayani umat Tuhan di tanah lumpur Asmat. Kiranya Tuhan memberkati dalam pelayanannya. Terima kasih kepada keluarga yang sudah menyerahkan anak-anaknya untuk melayani Tuhan di Keuskupan Agats ini," terangnya.

Dijelaskan, Pemerintah Daerah Kabupaten Agats akan tetap mendukung apa yang sudah dilakukan semua gereja yang ada di Agats.

Ia berharap kerjasama ini tetap berlangsung untuk membangun sumber daya manusia di wilayah Asmat lewat kasih dan tuntunan yang diberikan oleh para imam kepada umat agar menjadi semakin taat kepada Tuhan.

"Pemerintah dan gereja terus akan bersinergi dalam membangun sumber daya manusia di sini," ucapnya.

Sementara itu, kepada wartawan, Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan dirinya sangat bangga atas pencapaian ini.

Pasalnya Wabup John menjadi saksi perjalanan hidup Theo yang dari awal hingga ditahbiskan menjadi seorang Diakon gereja.

"Secara pribadi saya sangat bangga. Apa yang saya sampaikan ke dia, Theo bisa turuti, dan hingga sekarang saya menyaksikan secara langsung prosesi pentahbisannya menjadi seorang Diakon gereja," tuturnya.

Oleh sebab itu, ia meminta secara khusus kepada seluruh warga Kamoro (Mimika Wee) untuk senantiasa mendukung Pastor Theo dalam doa, agar dalam tugas pelayanannya selalu dalam lindungan Tuhan.

"Ini merupakan satu kebahagiaan kita, karena sekarang sudah ada 2 orang Kamoro jadi pelayan Tuhan. Satu sudah jadi imam, dan satu lagi jadi diakon dan akan menuju imam," ujarnya.

"Mohon dukungan semua umat, terutama masyarakat Mimika Wee untuk doa, dukungan dan support, baik moril, materil juga spirit untuk Diakon Teo agar ditahbiskan jadi imam suatu saat," katanya.

Wabup John mengajak anak-anak Mimika yang memiliki minat serta panggilan hidup untuk menjadi pelayan Tuhan, agar dapat bertemu dirinya untuk mencari jalan serta solusi agar bisa menempuh pendidikan pastor.

"Kita akan support terus agar Teo bisa menjadi imam. Dan yang punya minat untuk jadi seorang pelayan, mari. Kita bicarakan bagaiamana caranya supaya kita dorong mereka. Sekarang sudah ada beberapa orang pasca sarjana, 2 masih frater. Ada beberapa dalam tahun-tahun persiapan. Kita harap ini semua bisa jadi. Semua orang Mimika Wee harus berikan dukungan untuk ini rencana ini," ungkapnya. (Red)

Top