Masih Ada Sekitar 300 Sapi yang Belum Disembelih

Kadisnak & Keswan Mimika bersama Ketua MUI saat berada di Mesjid Miftahul Huda, Selasa (20/7)

MIMIKA, BM

Berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) Mimika, pada momen hari Idul Adha hari ini, Selasa (20/7), sebanyak 345 hewan kurban disembelih yang terdiri atas 244 ekor sapi dan 101 ekor kambing.

Selain hari ini, pada Rabu (21/7) besok masih ada sekitar 300 ekor sapi yang akan disembelih di 3 mesjid dan 2 rumah potong hewan termasuk beberapa mesjid di wilayah SP.

"Data sementara hewan kurban hari ini ada 244 ekor sapi dan 101 ekor kambing. Besok masih ada pemotongan hewan qurban di 3 masjid dan di TPH (Tempat Pemotongan Hewan)," jelas Kadisnak & Keswan Mimika, Yosefin Sampelino.

Yosefin Sampelino mengatakan 345 hewan kurban yang disembelih hari ini semuanya dalam keadaan sehat dan aman untuk dikonsumsi. Ia mengatakan, sebelum disembelih terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan post moterm.

"Pada pemeriksaan memang ada beberapa laporan menemukan ada cacing di hati. Hanya sedikit jadi tidak perlu diafkir, hanya dipotong sedikit yang ada cacingnya dan dibuang. Jadi dianggap semua sehat. Dan itu juga masih dibawa ambang batas," ungkapnya.

Pemeriksaan postmortem dilakukan di 61 titik dan 2 TPH. Namun karena keterbatasan petugas, disnak&keswan hanya melakukan pemerikaaan postmortem di 22 masjid dan 2 TPH.

"Jadi ada 24 titik. Pemeriksaan antinortem kan sudah dilaksanakan Kamis lalu dan sehat semua dan tidak ditemukan adanya penyakit," tuturnya.

Ia menjelaskan, antimortem adalah pemeriksaan secara fisik sementara post morten merupakan pemeriksaan bagian dalam hewan.

Pemeriksaan post motern dilakukan untuk menjaga jangan sampai ada cacing atau adanya kelainan di hati hewan yang akan disembeli termasuk kemungkinan adanya virus.

Sebelumnya, petugas pemeriksaan juga telah menyampaikan ciri-ciri hewan kurban yang dikategori sakit sehingga tidak layak untuk disembelih kepada petugas potong hewan.

"Rata-rata juga sudah tahu karena dari tahun ke tahun mereka yang lakukan pemotongan hewan. Pemotongan hewan juga dilakukan tidak sembarangan, ada aturannya dan orang-orangnya juga sudah terbagi. Ada yang potong, kuliti hingga bertugas mencincang daging," jelasnya. (Shanty)

Top