Idul Adha Tahun Ini, LDII Kurbankan 20 Ekor Sapi dan 19 Ekor Kambing

Petugas yang memotong hewan kurban di Mesjid Miftahul Huda sudah melakukan swab

MIMIKA, BM

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Mimika, pada perayaan Idul Adha tahun ini memotong 39 hewan kurban yang terdiri atas 20 ekor sapi dan 19 ekor kambing.

Pemotongan hewan kurban disentralkan di Mesjid Miftahul Huda, Selasa (20/7) dengan menerapakan protokol kesehatan yang ketat.

Pada prosesi penyembelihan ini ada petugas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) Mimika hadir untuk melakukan pemeriksaan post mortem pada hewan kurban.

Ketua Panitia kurban LDII Mimika, Afdol Rozak Setiawan disela-sela penyembelihan mengatakan, total hewan kurban 20 ekor sapi dan 19 ekor kambing, namun 1 ekor sapi dipotong di SP13 sementara 19 ekor sapi dipotong di sini.

Menurutnya, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu.

"Dari tahun lalu ke tahun sekarang kita ada peningkatan. Tahun lalu kita ada 18 ekor sapi dan 12 ekor kambing. Dan tahun ini 20 ekor sapi dan 19 ekor kambing," kata Afdol.

Dijelaskan, hewan kurban berasal dari dana tabungan jamaah yang selama ini dikumpulkan pada saat pengajian.

"Kita tabungan setiap bulan, jadi setelah kurban ini nanti akan ada tabungan lagi untuk tahun depan. Alhamdulillah tahun ini kita terkumpul Rp550 juta untuk pembelian sekian ekor sapi ini," tutur Afdol.

Selain dari dana tabungan jamaah ada juga dari patungan umat muslim. Yang mana jika harga sapi Rp27 juta maka 7 orang akan patungan dengan masing-masing Rp3,8 juta.

Jumlahnya dipatok karena dilihat juga dari harga pasar di kandang. Tidak boleh mengira-ngira. Ada yang harga Rp25 juta, Rp26 sampai Rp30 juta.

Tetapi, ada juga 5 orang yang memotong sapi secara pribadi sementara yang lainnya patungan.

Dijelaskan pula, mekanisme pembagian daging kurban kali ini menerapkan prokes sesuai anjuran pemerintah karena masih dalam masa pandemi.

"Kita sudah tunjuk panitia yang membagikan daging kurban ke setiap rumah-rumah penerima daging kurban dan petugas semua sudah di swab antigen," jelasnya.

Kata Afdol, pembagian daging kurban selain ke rumah-rumah ada juga menggunakan kupon, hanya saja untuk pengambilan dengan kuponnya dilakukan perjam.

"Di kupon sudah ada waktu pengambilannya ada jam 1, jam 3 sampai jam 5 sore. Itu dilakukan untuk mengurangi kerumunan. Kurang lebih ada sekitar 1.000 penerima," ujarnya.

Rozak berharap dengan berbagi ke tetangga baik muslim maupun non muslim semakin meningkatkan rasa solidaritas dan kebersamaan.

"Banyak non muslim juga yang kita berikan dan khususnya seputaran masjid ini paling banyak non muslim yang kita berikan," ungkapnya. (Shanty)

Top