Kurang Personel, LPPD Mimika Laksanakan Audisi untuk Padus Kategori Etnik

Koordinator Pelatih LPPD Mimika, Pice Miktada

MIMIKA, BM

Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII akan di gelar di Mimika pada 30 Oktober hingga 6 November 2021 dengan mempertandingkan 12 kategori lomba.

Sejumlah persiapan pun telah dilaksanakan oleh tuan rumah dimana untuk 11 kategori para pelatih dan penyanyi tengah rutin melaksanakan latihan guna memaksimalkan persiapan.

Sementara untuk satu kategori yakni paduan suara etnik masih belum mencukupi kuota sehingga pada Sabtu (17/4) di Universitas Timika (UTI) dilaksanakan audisi untuk menggenapi kekurangan personel.

Untuk Mimika, paduan suara kategori etnik masih membutuhkan tujuh personel dengan kemampuan suara bass dan lima personel untuk suara tenor.

Ditemui disela kegiatan, Koordinator Pelatih LPPD Mimika, Pice Mitakda mengatakan audisi tersebut dilaksanakan berdasarkan keputusan bersama LPPD Kabupaten Mimika terkait jumlah yang kurang untuk paduan suara etnik.

Menurut Pice, audisi yang dilaksanakan di UTI ini untuk merekrut penyanyi mahasiswa dan mahasiswi untuk menjadi anggota padus etnik. Menurutnya anak muda memiliki jiwa enerjik, stamina mumpuni, suara yang merdu serta memiliki kelenturan yang bagus.

Pasalnya, dalan perjalananan ini ada beberapa penyanyi yang keluar sehingga harus dicarikan penggantinya. Paduan suara untuk kategori etnik harus terdiri dari 40 penyanyi ditambah lima musisi.

“Kita mencari penyanyi yang punya keterampilan membawakan lagu-lagu bernuansa etnik tapi bukan hanya suara bagus saja tapi juga bisa menari dengan rekomendasi gerak Amungme dan Kamoro,” imbuhnya.

Dikatakan mereka membutuhkan tujuh penyanyi bersuara bass dan lima penyanyi tenor. Sementara jumlah untuk sopran dan alto sudah cukup.

Namun untuk mengantisipasi kekurangan penyanyi jika nantinya ada lagi yang ke luar maka pada audisi sore tadi juga dilakukan bagi penyanyi perempuan.

“LPPD Mimika merekomendasikan kita untuk ikut semua kategori. 11 kategori sudah latihan selama ini dan berjalan baik, sisa padus etnik saja yang harus dilengkapi," ujarnya.

Ia juga mengatakan, masalah pandemi yang kini masih melanda Mimika kadang juga berpengaruh terhadap kehadiran peserta paduan suara.

"Pandemi ini menyebabkan orang takut bergerak dan keluar sehingga berpengaruh terhadap kehadiran. Padahal kita butuh disiplin baik itu kehadiran, waktu dan latihan yang rutin sehingga hasilnya nanti lebih baik," ungkapnya.

Pice menuturkan agar para pelatih di semua kategori dapat menangani hal tersebut. Penanganan teknis ada di pelatih baik dari segi konsep maupun metode.

“Pesparawi XII yang lalu, Mimika rata-rata goal dengan nilai 80 keatas. Tahun ini berbeda, sistem penilaian yang digunakan yakni penilaian musica mundi artinya jika peserta mencapai nilai yang ditentukan maka dinyatakan lolos bukan sistem juara I,II dan III lagi. Dengan sistem ini padus merasa dihargai. Kita berharap nantinya Mimika dapat menang di banyak kategori sehingga dapat keluar sebagai Juara Umum,” harapnya (Elfrida)

Top