Politik & Pemerintahan

Bupati Besok Dengar Hasil Pengumuman CPNS 2018 Melalui Vidcon

Bupati Mimika Eltinus Omaleng

MIMIKA,BM

Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng akan mendengar secara langsung hasil pengumuman tes CPNS Formasi 2018 melalui video conference (vidcon) langsung dari Provinsi Papua.

Setelah mendengar hasil pengumuman ini, pemerintah daerah dan forkomoinda langsung melakukan evaluasi Covid-19.

"Besok akan diumumkan seluruh Papua dan secara nasional jadi besok baru kita dengar," ujar bupati saat diwawancarai di Mozza, Rabu (15/7).

Bupati Omaleng mengatakan, apapun hasilnya nanti, masyarakat Mimika harus menerimanya terutama mereka yang mengikuti tes CPNS ini.

Dikatakan, penerimaan CPNS 2018 yang dilaksanakan pada tahun 2019 lalu berlaku kuota 80 persen untuk orang asli Papua (OAP) dan 20 persen bagi non Papua.

Namun formasi yang disediakan seperti kesehatan dan pendidikan tidak diambil oleh banyak OAP khususnya Amungme dan Kamoro karena kebanyakan OAP mengambil pilihan ekonomi, hukum dan lainnya sesuai dengan jurusan mereka.

"Kemarin kita buka formasi itu di bagian kesehatan dan pendidikan tapi anak-anak Amungme dan Kamoro banyak yang sekolah di bagian itu. Mereka ternyata banyak di jurusan macam ekonomi, hukum, pemerintahan dan lain-lain. Sayangnya ASN Pusat tidak mengakomodir hukum dan ekonomi untuk penerimaan pegawai kemarin. Jadi masyarakat Papua harus paham itu, jangan bilang pemerintah yang tidak mau terima, bukan seperti itu," ungkapnya.

Tambahnya, dalam proses ini pemerintah daerah sudah mengupayakan semaksimal mungkin namun ternyata banyak putera daerah memiliki formasi dan jurusan berbeda.

"Kalau hasilnya nanti tidak sesuai namun itu semua prosedural sudah sesuai. Dari 100-an lebih peserta CPNS, paling yang akan tembus hanya 10 hingga 20 orang tapi itu bukan di jurusan guru dan kesehatan tapi rata-rata teknis," ungkapnya. (Shanty)

Pemda Mimika Sedang Verifikasi Honorer Tahun 2019 dan 2020

Penjabat Sekda Mimika Marthen Paiding

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika saat ini sedang melakukan verifikasi dan validasi kembali tenaga honorer yang baru masuk di tahun 2019 dan tahun 2020.

Diketahui bersama bahwa sejak 2019 kemarin, pemerintah tidak lagi melakukan penerimaan tenaga honorer. Sehingga akan dilakukan verifikasi dan validasi jika masih ada temuan yang baru masuk.

"Kalau masih ada yang masuk di tahun 2019-2020, itu yang kita verifikasi, karena di tahun itu sudah tidak ada lagi,"tutur Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Marthen Paiding saat di wawancarai di Hotel Grand Mozza, Rabu (15/7).

Marthen mengatakan, kalau ada tenaga honorer dimasukkan karena memang kebutuhan dan keputusan organisasi, maka harus ditetapkan dengan surat keputusan (SK) Bupati.

Seperti kata Marthen, perekrutan tenaga kesehatan di RSUD sebelumnya itu dilakukan karena kebutuhan organisasi tersebut.

"Itu siapa yang kasih masuk, kalau memang dibutuhkan karena keputusan organisasi maka itu harus ditetapkan dengan SK Bupati. Tidak bisa asal dimasukan begitu saja," ujarnya.

Katanya, setelah dilakukan verifikasi dan jika dilihat tidak sesuai kebutuhan maka tenaga honorer bersangkutan tidak akan dipertahankan dalam instansi terkait.

"Iya harus, karena orang diterima dalam organisasi itu karena ada kebutuhan, jadi bukan karena terima orang begitu saja trus kasih duduk tidak kerja baru kita bayar kan tidak boleh,"ungkapnya. (Shanty)

Wabup John : Banjir Tahun Ini Cukup Parah

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Curah hujan yang tinggi dan terus menerus disinyalir menjadi penyebab peristiwa banjir yang terjadi di beberapa tempat di Kabupaten Mimika seperti Kampung Iwaka dan PT PAL I.

Akibat curah hujan yang tinggi tersebut menyebabkan debit air sungai bertambah dan banjir tak dapat dielakkan sehingga merendam pemukiman warga yang mengharuskan mereka mengungsi ke tempat yang aman.

Selain hal tersebut rupanya Galian C juga menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Mimika Johanes Rettob kepada wartawan usai mengikuti Rapat Paripurna IV Sidang II DPRD Kabupaten Mimika di Aula DPRD Selasa (14/7).

“Tempat yang tadinya tidak banjir sekarang banjir. Iwaka sudah tiga tahun sekarang banjir itu menyebabkan Miyoko hari ini tenggelam. Miyoko belum surut sampai sekarang, sudah empat hari lalu. Miyoko dari kali Kamoro sementara Iwaka dari kali Iwaka,” ujarnya.

Ia mengatakan agar masyarakat tetap waspada dikarenakan dampak dari banjir tersebut kemungkinan akan berimbas hingga Ekawaipuka akan kena.

“Saya sudah sampaikan ke Atuka, distrik Mimika Tengah karena dampak banjir kemungkinan sampai di Muara. Masyarakat palang di PT PAL I sedangkan di PT PAL III rumah sudah hanyut tapi sekarang sudah surat. Memang banjir tahun ini parah, perlu perhatian besar terhadap penataan galian C,” ungkapnya

Sambung Wabup John pemerintah mengizinkan penggalian C hanya saja disayangkan dilakukan tidak teratur.

“Sebenarnya tidak masalah asal penggalian diatur baik. Saya sudah duduk bersama kita akan tata kembali untuk bisa sungai tidak hanya menjadi penggalian C tapi di normalisasi sungai di hulu,” tandasnya (Elfrida)

Top