Kondisi Warga Banti Saat Ini

Kepala Distrik Tembagapura Thobias Wayame S,.IP
MIMIKA, BM
Kondisi Kampung Banti 1, Banti 2 dan Opitawak, Distrik Tembagapura, kian hari mulai kondusif. Warga yang awalny dipindahkan ke kota Timika pun secara bertahap telah kembali ke kampung mereka masing-masing.
Hal ini diungkapkan Kepala Distrik Tembagapura Thobias Wayame S,.IP kepada BeritaMimika Rabu (18/3) saat ditemui pada giat Musrenbang Distrik Tembagapura di Hotel Grand Tembaga.
“Sejak 300-an orang beberapa waktu lalu, baru Senin kemarin kami kasih naik lagi 56 orang warga Banti 1. Jadi hingga saat ini masih sebagian di Timika," tuturnya.
Warga Banti yang masih di seputaran kota Timika menetap di keluarga, sahabat dan di rumah kost. Akomodasi selama mereka tinggal di kota Timika ditanggung keluarga masing-masing namun ketika ada kebutuhan mendesak dan urgen, pihaknya langsung memberi bantuan.
Lanjutnya, warga Banti yang sudah kembali ke kampung kini sudah dapat beraktifitas seperti semula namun kondisi rumah warga yang rusak parah berjumlah 18-20 unit. Sementara, rumah yang lainnya masih utuh namun peralatan dan perabotan rumah tangga tidak ada sehingga hanya menyisahkan rumah kosong.
“Kalau malam hari mereka hidup dalam kegelapan karena listrik rusak. Dari pemerintah bekerja sama dengan perusahaan PT Freeport Indonesia sudah disediakan dua genset tapi tidak cukup untuk tiga kampung karena masih butuh untuk perbaikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) masih rusak dan perlu perbaikan berbulan-bulan baru bisa jalan,” jelasnya
Thobias mengatakan bahwa pelayanan kesehatan di Banti sudah berjalan. Selain itu sesuai rencana, kantor distrik, pos polsek dan pos danramil akan dibangun di Banti berdekatan agar saling mengcover serta memudahkan urusan kerjasama.
Gedung sekolah juga sudah dibangun satu atap yakni enam kelas untuk Sekolah Dasar (SD) dan tiga kelas untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).
“Ujian Sekolah (US) tidak ada karena Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih belum ada. Ada anak-anak yang bersekolah di Timika dan sekolah yang dibangun yayasan. Itu hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan,” tandasnya.
“Kedepan mungkin rumah sakit dan sekolah akan jalan. Mari kita saling bekerja sama membuka diri dan membangun jaringan komunikasi perusahaan dengan pemerintah sehingga terjalin sinergi yang baik,” harapnya (Elfrida)





