Isu Ketidakharmonisan Bupati dan Wakil Bupati Mimika Jangan Lagi Diperuncing

Anggota DPRD Mimika, Saleh Alhamid

MIMIKA, BM

Sekitar sebulan lalu publik Mimika dikejutkan dengan adanya disharmonisasi antara Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob.

Hal ini bermula dari peristiwa prosesi pelantikan rolling jabatan sejumlah pejabat ASN dan nama-nama yang tercantum sama sekali tidak diketahui oleh Wakil Bupati Mimika.

Bahkan disaat proses pelantikan berlangsung Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob justru sedang melakukan rapat di rumah dinasnya.

Hal ini membuat sejumlah pertanyaan karena pasangan OMTOB ini sedari awal hingga bulan ke-10 bersama, selalu harmonis.

Keduanya bahkan berhasil membuat inovasi dan gebrakan dalam membangun Mimika sebagai smart city, contohnya sejumlah maskapai penerbangan akhirnya masuk Mimika.

Perjuangan semasa pemilihan bupati dan wakil bupati yang begitu fenomenal akhirnya kandas di usia kerja baru 10 bulan.

Disharmonisasi ini semakin runcing karena ditenggarai ada pihak-pihak lain yang mencoba memperkeruh keintiman keduanya dalam membangun Mimika.

Menanggapi hal tersebut Anggota DPRD Komis C Saleh Alhamid kepada awak media Senin (17/8) di pusat pemerintahan mengatakan agar isu ketidakharmonisan antara bupati dan wakil bupati tidak perlu diperuncing.

“Bupati dan wakil itu orang baik. Kadang-kadang kata kurang baik yang keluar dari bupati, tidak sama dengan perasaanya, ini harus dimengerti baik. Beliau juga orang adat dan sangat memahami ini. Bapak wakil bupati sendiri orang yang sangat dewasa dan menerima itu dengan baik dan beliau sendiri sangat menghormati bupati,” ungkapnya.

Sambung dia, kedua pimpinan daerah ini sudah harus bersatu dan menghiraukan segala persoalan yang mempengaruhi keharmonisan mereka.

Ia berharap momen 17 Agustus menjadi satu kebangkitan baru agar keduanya kembali bersatu untuk Mimika. Menurutnya hal seperti ini sering terjadi namun selalu ada jalan keluarnya.

Saleh Alhamid juga meminta semua pihak termasuk media agar tidak lagi semakin meruncing keadaan ini.

“Kita hindari semua itu dan lebih justru bersama secara kekeluargaan. Teman-teman pers dan DPRD kita berusaha untuk tidak ada lagi isu kurang keharmonisan antara bupati dan wakil bupati. Momen 17 ini kita lihat tadi (Senin-red), bapak bupati dan wakil bupati duduk bersama. Mereka tidak baku marah, saling menegur dan bicara sama-sama," ungkapnya.

"Masalah mereka menurut saya tidak begitu dalam, hanya kata-kata ini diperuncing oleh orang lain. Jadi mulai sekarang semua stop. Mari kita bersatu dukung mereka berdua untuk membangun Mimika lebih baik," tandasnya. (Elfrida)

Top