Sebelum Berpulang, Almarhum Paskalis Masuk Kantor dan Menuliskan Ini di Facebooknya

Almarhum Paskalis Kirwelakubun saat mengikuti PIM II di Ambon beberapa waktu lalu

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah Mimika berduka karena Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Paskalis Kirwelakubun meninggal dunia pada Senin (27/7) kemarin.

Almarhum meninggal dunia setelah sebelumnya sempat menghadiri pertemuan perdana persiapan 17 Agustus di Lantai III Gedung A Sentra Pemerintahan.

Usai pertemuan tersebut, almarhum sempat duduk bersama beberapa pegawai lainnya di halaman belakang sambil bercanda bersama mereka.

Almarhum menceritakan beberapa kisah masa lalu dengan caranya yang sudah dikenal banyak orang sehingga semua terbawa dalam suasana tawa dan kegembiraan.

Selepas itu, ditemani adiknya Ride, almarhum kemudian pulang ke rumah untuk beristirahat. Usai mengantar kakaknya kembali ke rumah, Ride juga kembali ke tempatnya. Saat sore hari ada nomor lain menelpon dan memberitahukan kakanya telah berpulang selamanya.

"Semua terjadi begitu cepat. Tidak pernah terpikir kalau akan seperti ini kisahnya. Sore jam 17.26 saya ditelpon kaka sudah meninggal di RSMM," ungkap Ride, adik almarhum.

Ride mengisahkan ia tidak pernah menyadari semua akan terjdi seperti itu. Ia mengakui kakaknya memang sedang mengalami kurang enak badan tetapi ia sebenarnya baik-baik saja.

Kepada BeritaMimika tadi malam usai ibadah penghiburan di rumah duka, Ride mengisahkan detik-detik kepergian kakanya berawal pada saat makan siang.

"Saat makan siang kaka mungkin makan nasi agak keras jadi tersangkut di leher sehingga dia sempat kesulitan bernapas. Kaka memang punya sakit jantung sehingga pada saat itu banyak keluarga datang tolong dan bawa dia ke RSMM. Tapi sepertinya sebelum sampai di RS, kaka sudah pergi tinggalkan kami semua," ungkapnya dengan sedih.

Almarhum Paskalis Kirwelakubun merupakan mantan Kepala Distrik Mimika Timur dan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Mimika.

Selain kepergiannya meninggalkan duka yang dalam untuk isteri, 3 anak dan keluarga besarnya, duka yang sama juga dirasakan senior dan rekan-rekan kerjanya.

“Adek Paskalis itu orang yang baik dan cerdas. Kami semua kehilangan dirinya. Orangnya apa adanya dan sangat humoris. Setiap bertemu, ia selalu memanggil saya Kang Tian. Panggilan ini tidak akan saya dengar lagi. Selamat jalan adeku sayang. Semoga ade tenang di surga,” ungkap Christian Karubaba di rumah duka tadi malam.

Kepada BeritaMimika pagi ini, Kepala Bapenda Mimika Dwi Cholifah dan Asisten II Pemda Mimika Syahrial juga menuturkan kesedihan mereka sembari mengenang kebersamaan dengan almrhum saat masih hidup.

“Orangnya humble dan ceplas-ceplos. Kalau dia tidak suka, dia akan bilang tidak suka. Isi hatinya menggambarkan jiwa keterbukaannya. Saya dengan almarhum, sekda, pak Robert, pak Songbes dan lainnya sama-sama ikut PIN II di Ambon,” ujarnya.

Dwi mengatakan ia mengenal sosok almarhum Paskalis Kirwelakubun saat ia belum menjadi pegawai dan masih berkecimpung di dunia politik bersama PDI-P Mimika.

“Dulu ketika saya masih tugas di kecamatan beliau aktif di PDIP dan belum jadi pegawai. Saya punya banyak cerita dengan almarhum. Waktu masih jadi Kadistrik Mimika Timur dan saya di bagian PBB selalu koordinasi dengan beliau tentang pajak bumi dan bangunan. Dia orang yang kerjanya cekatan dan tidak banyak menuntut,” ungkapnya.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Syahrial mengatakan sangat merasa kehilangan atas kepergian ini. Pasalnya, pada rapat perdana persiapan HUT 17 kemarin, Paskalis duduk bersebelahan dengannya.

“Saya kaget sekali ketika sore kemarin di rumah isteri saya bilang adek Paskalis sudah meninggal dunia. Saya tidak percaya karena baru saja dengan dia di kantor sama-sama kemarin pagi,” ujarnya.

Menurut Syahrial, Paskalis merupakan sosok yang baik dan ramah terhadap siapa saja. Ia juga orang yang terbuka dalam berkomunikasi dan paling mudah diajak kerjasama.

“Saya sangat merasa kehilangan. Dalam hal tugas, kita biasa kerjasama. Dia selalu sumbangan pemikiran yang bagus dan sangat paham terhadap ilmu kepegawaian. Orangnya sangat bisa diandalkan. Saya dan kami semua sangat kehilangan atas kepergian saudara kami Paskalis Kirwelakubun. Semoga adek tenang di alam sana dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan menghadapi duka ini,” ungkapnya.

Sebelum pergi selamanya, almarhum Paskalis Kirwelakubun pada 4 Juni lalu menuliskan sebuah status terakhir di akun facebooknya Toran Bedy.

Status yang ditulisnya menyentuh dan membuat semua orang bersedih atas kepergiannya.

“Waktu Tuhan pasti terbaik untukku🙏🏻” tulis almarhum.

Hingga sekarang, tulisan ini telah mendapatkan ratusan komentar dan like bahkan status terakhirnya ini dibagikan oleh beberapa orang sebagai ungkapan kesedihan dan kehilangan yang mereka rasakan atas kepergiannya.

Terimakasih dan Selamat Jalan Kaka Paskalis Kirwelakubun!
Terimakasih atas kebaikan dan semua pengorbananmu untuk Mimika.
(Red)

Top