Pendidikan

Peringati HUT Anak Kingmi ke-VII, Pendidikan Karakter Sangat Penting untuk Mereka


Pdt Deserius saat dihadapan anak-anak dan orangtua menyampaikan pentingnya pendidikan karakter anak

MIMIKA, BM

Untuk menunjang masa depan anak-anak yang lebih cemerlang dan tidak terjerumus dalam hal-hal negatif, maka selain pendidikan formal, pendidikan karakter juga sangat dibutuhkan tiap anak.

Hal ini diungkap oleh Pdt, Deserius Adii saat melaksanakan kegiatan memperingati HUT anak Kingmi ke-VII tahun 2022 yang diselenggarakan di halaman Gereja Kingmi Jemaat Batrah, Jalan C Heatubun, Rabu (19/11).

Kegiatan ini mengusung tema "Menangkan anak,selamatkan generasi" dan sub temanya "Lawan Herodes modern hari ini,untuk mempertahankan injil tempat berganda menuju 100 tahun Gereja Kingmi di tanah Papua.

Peringatan HUT ini diikuti tingkat koordinator Amungsa yang meliputi 6 klasis ,diantaranya klasis Mimika, Timika Utara, Tembagapura, Jila, Alama dan klasis Hoya.

Menurut Pdt Deserius, pendidikan karakter harus ditanamkan kepada anak-anak agar mereka bisa melawan hal-hal negatif seperti minuman keras, narkoba, merokok, bebas dan bisa melawan segala kekerasan diusia dini.

"Tujuan kegiatan ini supaya mereka tahu dari usia dini. Kami juga memberikan motivasi kepada keluarga supaya keluarga sadar kalau anak itu penting untuk masa depan, kalau orangtua tidak sadar maka nanti ada dampak buat anak-anak," jelasnya.

Menurutnya, pendidikan karakter yang biasa diberikan kepada anak-anak semenjak usia dini adalah pendidikan segitiga, yakni dari rumah ke sekolah dan ke gereja.

"Kami juga kasih tahu ke orangtua untuk pentingkan anak-anak karena masa depan anak-anak ada ditangan orangtua," ujarnya kepada BM. (Ignasius Istanto)

Saatnya Pendidikan Terhadap Anak-Anak Paud Harus Diberikan Perhatian Lebih

Foto bersama para peserta kegiatan

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika bekerjasama dengan United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) serta mitra Yayasan Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan Papua (YP2KP) menggelar Training Of Trainer (TOT) Implementasi Pendidikan Anak Usia Dini-Holistik Integratif (PAUD-HI).

Kegiatan yang berlangsung di hotel Horison Diana, Selasa (18/10) di buka secara resmi oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Hendritte Tandiyono.

Diketahui, kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung integrasi program PAUD dengan pelaksanaan program imunisasi di tingkat sekolah.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Hendritte Tandiyono mengapresiasi tim dan penyelenggara kegiatan yang telah melaksanakan kegiatan ini karena memiliki perhatian yang cukup besar terhadap Kabupaten Mimika.

Hendritte meminta kegiatan ini harus berkelanjutan, bukan hanya dalam kota saja yang memerlukan pelatihan ini, tetapi distrik dan kampung-kampung juga perlu pelatihan.

"Kesehatan dan pendidikan sangat penting untuk kita semua, apalagi bagi anak-anak usia dini. Sebagai pemerintah daerah, kita perlu lebih memperhatikan hal tersebut. Untuk itu kami berikan apresiasi kepada UNICEF yang telah menyelenggarakan kegiatan ini," Ujarnya.

Ia berharap peserta yang telah mengikuti TOT nantinya dapat membina dan membimbing anak-anak yang ada di PAUD agar bisa hidup sesuai apa yang diharapkan, dengan kesehatan dan pendidikan yang baik di Kabupaten Mimika. (Shanty Sang)

4.860 Siswa SD dan 1.800 Siswa SMP di Mimika Dapat Dana Bantuan PIP Dari Kemendikbud

Kabid SMP Dinas Pendidikan mimika, Manto Ginting

MIMIKA, BM

Sebanyak 4.860 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 1.800 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Mimika mendapatkan dana bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Manto Ginting kepada BeritaMimika Kamis (13/10/2022) melalui telepon.

“Total jumlah siswa SD yang ada di Mimika 17.000-an dimana kuota untuk PIP ini 4.860 orang. Dari 12.000-an siswa SMP, yang dapat berjumlah 1.800 orang. Bantuan ini diberikan sejak tahun 2019 sampai nanti mereka lulus,” katanya.

Ia menjelaskan untuk SMP kelas tujuh dan delapan mendapatkan bantuan sebesar Rp750.000 per tahun, sementara untuk kelas sembilan Rp350.000.

“Untuk SD kelas dua sampai dengan lima Rp450.000. Kalau kelas satu dan enam sebesar Rp225.000 per tahun,” imbuhnya.

Manto menuturkan persyaratan mutlak yang harus dipenuhi adalah wajib memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Banyak sekolah yang tidak punya NIK karena mereka tidak mau urus Kartu Keluarga (KK), kalau sekarang harus ada NIK. Kalau tidak ada maka tidak terdaftar. Otomatis sekolah yang di pedalaman juga wajib punya NIK supaya tidak ada pendobelan. Apalagi sekarang Disdukcapil sedang gencar perekaman kartu tanda penduduk (Ktp),” ungkapnya.

Dijelaskan NIK digunakan sebagai acuan agar bantuan diberikan kepada yang tidak mampu atau berkekurangan.

“Kalau sudah terdata akan kelihatan pekerjaan orang tua apa, kalau tidak ada NIK akan sulit terdata. NIK sebagai acuan untuk melihat mana siswa yang mampu, menengah atau kurang mampu,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)

Top