Pendidikan

144 Siswa SATP Tingkat SD dan SMP Diwisudakan

144 Siswa SATP yang diwisuda

MIMIKA, BM

Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) yang dikelola Yayasan Pendidikan Lokon selaku mitra dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) yang merupakan pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar penamatan 144 siswa tingkat SD dan SMP tahun 2023.

Acara penamatan 144 siswa yang terdiri dari 37 SD dan 107 SMP berlangsung di Sporthall SATP, Sabtu (27/5/2023).

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Direktur YPMAK Bidang Program & Monev, Nur Ihfa Karupukaro, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Lokon, Daniel Korompis, Founder TeachCast with Oxford, Kent Holiday, perwakilan Dinas Pendidikan dan jajaran Pimpinan PTFI.

Kepala Sekolah SATP, Johana Tnunay dalam sambutannya mengaku sangat bangga dengan 144 anak ini karena lulus dengan baik dan bisa mengikuti semua peraturan selama pembelajaran di sekolah maupun asrama.

“Saya bangga dengan anak-anak walau banyaknya aturan-aturan yang ditetapkan namun mereka dapat menyelesaikannya dengan baik. Kalian memang telah menyelesaikan belajar tingkat formal di sekolah tapi itu bukan berarti kalian telah selesai. Jangan bangga itu karena perjalanan kalian masih panjang kedepan,"kata Johana.

Menurutnya, aturan yang dibuat bertujuan membangkitkan prestasi anak-anak dan 144 anak ini bisa menjalaninya dengan baik, dan dengan peraturan-peraturan itulah, mereka bisa berada pada momen yang membahagiakan ini.

“Teruslah balajar sehingga bisa mengharumkan nama baik SATP, apa yang di dapat selama di SATP terus di kembangkan karena di luar sana masih banyak tugas-tugas berat untuk kalian hadapi dan jangan lupa terus membudidayakan budaya-budaya Papua yang bisa mengharumkan nama bangsa,” harapnya.

Sementara, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Lokon, Daniel Korompis mengatakan, hasil dari psikotes yang dilakukan pada siswa 90 persen siswa SATP cenderung mempunyai keterampilan rasional.

Menurutnya anak-anak membutukan kebutuhan dasar keseimbangan sensorik dan motorik dan juga keseimbangan keterampilan dan teori.

“Dari apa yang kita dapatkan anak-anak ini kita bina dengan konsep anak-anak harus aman, nyaman, tampil percaya diri dan anak harus mendapatkan pendidikan yang berkualitas sehingga bisa bersaing ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ia juga berpesan untuk anak-anak yang lulus untuk menjadi terang untuk dunia, sehingga apa yang didapatkan di SATP bisa diterapkan di jenjang selanjutnya.

“Dengan peraturan yang di dapatkan di SATP bisa menjadikan pembelajaran sebagai anak-anak yang taat akan aturan dan bisa diterapkan di pembelajaran selanjutnya,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur YPMAK Bidang Program & Monev, Nur Ihfa Karupukaro mengatakan, keberhasilan ini bukan tujuan akhir tetapi merupakan perjalanan yang harus di tempuh dengan tekun dan penuh semangat.

“Kami berkomitmen untuk memajukan lebih tinggi pendidikan yang baik bagi anak-anak asli Mimika serta 5 suku kekerabatan lainnya sehingga mampu menghasilkan generasi-generasi cerdas dan berkualitas,”tuturnya.

Ia juga berpesan kepada anak-anak untuk terus belajar, jangan berhenti karena masa depan Papua berada di tangan generasi-generasi baru.

Mewakili Manajemen PTFI Group Leader Partnership Fund Complince Lita Karubaba dalam sambutannya mengatakan, ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan menjadi titik perjalanan baru bagi pendidikan anak-anak Papua.

Selama ini para siswa sudah menunjukkan dedikasi, ketekunan dan semangat belajar yang tinggi dan siap melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya.

“PTFI juga memastikan bahwa program bagi masyarakat asli sebagai perioritas, sehingga PTFI terus bersinergi dengan beberapa pemangku kepentingan yaitu pemda, lembaga adat, gereja, tokoh masyarakat dan lainnya. PTFI juga tetap berkomitmen melakukan program pemberdayaan masyarakat,”ungkapnya. (Shanty Sang)

8.510 Siswa SD dan SMP di Mimika Ikut Ujian Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika Willem Naa

MIMIKA, BM

Sebanyak 8.510 siswa SD dan SMP di Mimika mengikuti ujian sekolah yang dilaksanakan mulai tangga 8-13 Mei 2023.

Ujian diikuti para siswa dari 137 sekolah SD dengan jumlah siswa sebanyak 4.872 dan 60 sekolah SMP dengan jumlah 3.638 siswa.

Terkait pelaksanaan ujian, dinas telah membagi para pengawas ke sekolah untuk memantau pelaksanaan ujian sekolah. Pengawasan dilakukan secara silang.

"Ini ujian nasional (UN) tapi diganti menjadi ujian sekolah untuk tingkat SD maupun SMP, dimana kelulusan ditentukan pihak sekolah," Kata Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Wilem Naa saat ditemui di Kantor Bappeda, Senin (8/5/2023).

Ujian sekolah saat ini merupakan syarat kelulusan karena merupakan pengganti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang ditiadakan oleh pemerintah pusat.

Ujian sekolah juga bertujuan untuk menilai hasil belajar peserta didik secara utuh. Asesmen hasil belajar siswa ini menjadi kewenangan dari masing-masing sekolah.

"Para gurulah yang bisa mengetahui proses belajar siswa serta bisa menilai secara utuh menggunakan beragam jenis atau bentuk asesmen," katanya.

Untuk ujian hari pertama ini, Wilem mengaku sudah pantau secara langsung semua sekolah yang melaksanakan ujian.

"Dan saya sudah sampaikan ke kepala-kepala sekolah bahwa jika ada siswa yang sakit maka harus dan wajib mengikuti ujian susulan. Jadi nanti saya akan pantau," ungkapnya.

Ia mengingatkan semua kepala sekolah bahwa pelajar adalah anak bangsa yang di titip oleh Tuhan. Masa depan mereka juga ditentukan oleh para guru sehingga ia berharap mereka dapat melihat kekurangan yang ada untuk dibantu.

"Kami harapkan agar anak-anak baik SD dan SMP ini dapat lulus 100 persen," harapnya. (Shanty Sang) 

Pimpin Upacara Hardiknas, Pj Sekda : Teruslah Terus Berinovasi, Perjalanan Harus Terus Dilanjutkan

Pemotongan kue ulang tahun Hardiknas 2023

MIMIKA, BM

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika Petrus Yumte memimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Apel tersebut digelar di halaman Pusat Pemerintahan, Selasa (2/5/2023).

Pada kesempatan tersebut, Pj Sekda Petrus berpesan kepada para guru agar terus berinovasi, sehingga siswa-siswi dapat meraih cita-cita bangsa dan mencerdaskan kehidupan dunia.

Sekda yang membacakan sambutan Menteri Pendidikan mengatakan, Selama tiga tahun terakhir, perubahan besar terjadi di sekitar kita, dari ujung Barat sampai ujung Timur Indonesia.

"Sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang telah diluncurkan membawa kita semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara, yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat, dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan sebagai anggota masyarakat," jelas Pj Sekda Petrus.

Petrus mengatakan, anak-anak sekarang bisa belajar dengan lebih tenang karena aktivitas pembelajaran mereka dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri.

Para kepala sekolah dan kepala daerah yang dulu kesulitan memonitor kualitas pendidikan, sekarang dapat menggunakan data Asesmen Nasional di Platform Rapor Pendidikan untuk melakukan perbaikan kualitas layanan pendidikan.

Para guru sekarang berlomba untuk berbagi dan berkarya dengan hadirnya Platform Merdeka Belajar. Selain itu, guru-guru yang dulu diikat berbagai peraturan yang kaku sekarang lebih bebas berinovasi di kelas dengan hadirnya Kurikulum Merdeka.

Sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran mendalam untuk mengembangkan karakter dan kompetensi, seleksi masuk perguruan negeri pun sekarang fokus pada mengukur kemampuan literasi dan bernalar.

"Pada jenjang perguruan tinggi, adik-adik mahasiswa yang dulu hanya belajar teori di dalam kelas sekarang bisa melanglang buana mencari pengetahuan dan pengalaman di luar kampus dengan hadirnya program-program Kampus Merdeka," Ujarnya.

Dari segi pendanaan, pencarian langsung Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), pemanfaatannya yang lebih fleksibel telah memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas belajar.

Dengan perluasan program beasiswa, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi sekarang lebih terbuka. Dukungan dana untuk mendanai riset juga telah melahirkan begitu banyak inovasi yang bermula dari kolaborasi.

Selain itu, mekanisme dana yang fleksibel dapat mewadahi gagasan-gagasan kreatif para seniman dan pelaku budaya sehingga mampu menghasilkan karya hebat yang mendukung kemajuan kebudayaan.

"Mari kita ingat, bahwa bersama-sama kita telah membuat sejarah baru dengan gerakan Merdeka Belajar. Transformasi yang masif ini sudah sepatutnya dirayakan dengan penuh syukur dan semarah, karena semuanya adalah hasil dari kerja keras dan kerja sama kita," tuturnya.

Ia mengatakan, Hari Pendidikan Nasional tahun ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk merefleksikan kembali setiap tantangan yang sudah dihadapi, juga setiap langkah berani yang sudah diambil.

Dengan merefleksikan hal-hal yang telah dilakukan sepanjang tiga tahun terakhir tentu dapat merancang arah perjalanan ke depan guna memastikan keberlangsungan dan keberlanjutan Merdeka Belajar.

"Layar yang sudah kita bentangkan jangan sampai terlipat lagi. Kita semua, para tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan, seniman dan pelaku budaya, juga peserta didik di seluruh Nusantara, adalah kapten dari kapal besar yang bernama Indonesia ini," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Sekda, bahwa perjalanan harus dilanjutkan, perjuangan mesti diteruskan, agar semua anak bangsa merasakan kemerdekaan yang sebenar-benarnya dalam belajar dan bercita-cita.

"Oleh karena itu, mari kita semarakkan hari ini dengan semangat untuk meneruskan perwujudan Merdeka Belajar, Mendidik Pelajar Pancasila yang cerdas berkarakter, dan membawa Indonesia melompat ke masa depan dengan pendidikan yang memerdekakan,"pungkasnya. (Shanty Sang

Top