Olah Raga

Pawai Kemenangan Bersama 5 Anaknya, Erick Tunjukan Bendera Belanda yang Dibawa Dari Amsterdam 10 Tahun Lalu


Ratusan Fans Belanda saat melakukan konvoi kemenangan di Jalan Hasanuddin-Budi Utomo 

MIMIKA, BM

Ratusan fans Tim Nasional Negeri Kincir Angin, Belanda di Timika melalukan pawai kemenangan pada Selasa (22/11/2022) subuh usai tim orange secara sabar mampu menundukan Timnas Senegal dengan skor 2-0 di akhir penghujung babak kedua Piala Dunia Qatar.

Euforia dalam bentuk konvoi kendaraan roda dua dan empat ini dilakukan dengan mengintari sejumlah jalan protokol di Kota Timika diantaranya Jalan Yos Sudarso, Budi Utomo, Hasanudin hingga ke Sp1 dan SP2.

Sepanjang jalan ini, terdengar dengan jelas bebunyian kendaraan dan teriakan kemenangan yang terus dikumdankan pendukung Timnas Belanda.

Konvoi pendukung Federasi Sepakbola Belanda KNVB ini merupakan ekspresi kebahagiaan dan kegembiraan karena dengan kemenangan ini, mereka semakin yakin bahwa tim kesayangan mereka akan lolos ke putaran 16 besar sebagai pimpinan group A.

"Kami semua awalnya tegang karena hingga pertengahan babak kedua, belum ada gol. Senegal juga kuat. Tapi gol pertama membuat kami semua yakin bahwa tim kesayangan kami akan jadi juara group, apalagi di menit-menit akhir, mereka buat satu gol lagi," ungkap Erick J, salah satu fans sejati KNVB Belanda.

Kepada BM di perempatan lampu merah Budi Utomo-Hasanuddin, Erick yang turut mengikuti konvoi bersama kelima anaknya mengaku sedari mudah ia sudah mencintai Timnas Belanda. Bahkan anak-anaknya juga mengidolakan KNVB sama sepertinya.

Kepada BM, Ia bahkan menunjukan bendera belanda yang dibawa langsung dari keluarganya di Amsterdam, 10 tahun lalu.

"Ini bendera asli dari Belanda. Sudah dua kali piala dunia saya simpan bendera ini. Ini dibawa langsung dari Belanda. Sampai sekarang warnanya tidak pudar dan kainnya sangat lembut," ungkapnya sambil menunjukan bendera tersebut kepada wartawan BeritaMimika.

Erik dan fans KNVB lainnya berharap agar di Piala Dunia Qatar ini, Belanda mampu meraih Piala Dunia yang selama ini sangat mereka rindukan.

"Kami ingin Belanda juara, karena selama ini kita terus dilabeli dengan sebutan juara tanpa mahkota. Kami tetap optimis bahwa kali ini Belanda bisa raih itu. Kalaupun tidak, kami akan terus menunggu dan tidak akan pernah berpaling dari KNVB Belanda," terangnya. (Ronald Renwarin)

Nikmati Nobar Piala Dunia Berhadiah Cuma di Rumah Kopi Amungme Gold


Suasana nonton bareng pembukaan piala dunia 2022 di Rumah Kopi Amungme Gold, Minggu (20/11/2022)

MIMIKA, BM

Kick off piala dunia 2022 di Qatar telah berlangsung pada Minggu (20/11/2022) malam. Beberapa kafe dan tempat nongkrong pun mulai menawarkan nonton bareng (nobar).

Salah satu kafe asyik dan kekinian di Kota Timika, yakni Rumah Kopi Amungme Gold, juga tak mau ketinggalan untuk ikut menyediakan nonton bareng bagi para pecinta sepak bola di Timika.

Manajer Rumah Kopi Amungme Gold, Aminudin, Kepada beritamimika.com menyampaikan bahwa pada ajang piala dunia kali ini, pihaknya telah membeli lisensi resmi untuk penayangan seluruh pertandingan piala dunia 2022.

"Rumah Kopi secara resmi telah membeli licensi dari PT Indonesia Entertainment Group dengan kapasitas penonton 100 orang. Jadi, kurang lebih selama satu bulan ke depan, kami akan menyiarkan secara langsung semua pertandingan piala dunia Qatar 2022," ujarnya saat diwawancarai pada nobar pembukaan piala dunia di Rumah Kopi Amungme Gold.

Satu hal yang unik, Rumah Kopi Amungme Gold juga mengadakan doorprize dengan berbagai hadiah menarik, seperti kulkas, kompor gas dua tungku, sepeda, dan sejumlah hadiah kecil-kecil lainnya.

"Doorprize-nya kita usahakan untuk diundi di setiap pertandingan yang disiarkan secara langsung. Untuk regulasinya, setiap pengunjung yang datang berbelanja di sini dengan kelipatan Rp100 ribu, dia akan mendapatkan satu kupon doorprice. Jadi, kalau berbelanja di atas Rp200 ribu, berarti dia mendapatkan dua kupon doorprice untuk diundi tiap harinya," jelas Aming, sapaan akrabnya.

Tak hanya itu, ada pun beberapa menu spesial dengan varian yang disesuaikan dengan momen piala dunia 2022. Menu-menu itu, kata Aming, bakal menemani para penggemar sepak bola selama laga bergengsi ini berlangsung.

"Satu dua hari ke depan, kami sudah mulai menjual beberapa menu spesial itu. Bocoran sedikit, satu diantaranya menu riceball," ungkapnya.

Dengan adanya nobar berhadiah serta sajian menu spesial ini, Aming mengajak warga Kota Timika untuk datang meramaikan nobar piala dunia di Rumah Kopi Amungme Gold.

"Karena sepak bola ini bisa dibilang olahraga semua umur, dari anak-anak hingga orang dewasa pun menyukai bola, sehingga kami mengajak seluruh masyarakat Kota Timika, sahabat Rumah Kopi yang mau nonton bareng, boleh datang ke sini," tuturnya.

Bagi sahabat Rumah Kopi yang ingin menikmati suasana nobar di sini, bisa melakukan reservasi terlebih dahulu melalui pesan SMS ataupun chat WhatsApp ke nomor 081240255020.

"Bisa juga dengan on the spot atau langsung datang ke Rumah Kopi Amungme Gold tanpa reservasi," kata Aming.

Sahabat Rumah Kopi juga diimbau untuk datang dengan tidak membawa alat tajam, narkoba, serta dalam keadaan mengonsumsi minuman keras.

"Dan sebisa mungkin setelah habis nonton bareng dari Rumah Kopi, kami imbaukan kalau bisa jangan konvoi-konvoi karena takutnya teman-teman setelah dari sini jatuh konvoi, jatuh dari motor. Itu tentu malah merugikan diri sendiri juga," pungkasnya. (Endi Langobelen)

Pelajaran Mahal Papua Football Academy di Bali : Cari Pengalaman Tingkatkan Kemampuan

Para pemain PFA saat melakukan laga persahabatan dengan SSB Yoga Perkanthi

MIMIKA, BM
 
Pada Senin, 7 November 2022, Papua Football Academy (PFA), akademi sepak bola yang disponsori oleh PT Freeport Indonesia, telah kembali dari Bali. Selama 10 hari di Pulau Dewata, para pemain menjalani 4 laga uji coba melawan tim lokal.
 
Sejak memulai kegiatan pada 1 Agustus 2022 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 31 Agustus 2022, sebanyak 30 anak Papua berlatih sepak bola di bawah bimbingan Direktur Akademi, Wolfgang Pikal.

Semua kegiatan, baik itu berlatih sepak bola maupun proses belajar formal, dilakukan di Mimika Sport Complex, Timika.
 
Jumat, 28 Oktober 2022, rombongan Papua Football Academy yang terdiri dari pemain, pelatih, dan staf pengurus berangkat dari Timika menuju Bali. Semua peserta menginap di hotel di kawasan Jimbaran, Bali, yang dekat dengan lapangan latihan sepak bola.
 
"PFA memutuskan berangkat ke Bali karena kebutuhan mencari pengalaman dan lawan latih tanding yang kita anggap kualitasnya lebih baik dari tim SSB di Timika," ujar Wolfgang Pikal, mantan asisten pelatih timnas Indonesia.
 
Selama di Bali, Papua Football Academy melakukan 4 laga uji coba melawan tim setempat. Bertempat di Lapangan Yoga Perkanthi, Jimbaran, 30 Oktober 2022, game pertama mempertemukan PFA dengan SSB Yoga Perkanthi. Hasilnya 5-3 untuk kemenangan PFA.
 
Di tempat yang sama usai laga vs Yoga Perkanthi, pertandingan berlanjut antara Papua Football Academy versus Bintang Bali FC. Kali ini, skor berakhir 0-0.
 
Pada laga uji coba ketiga PFA di Bali, pertandingan bergerak ke Lapangan Abianbase, Kabupaten Badung, Bali, pada 3 November 2022.

Melawan Pespa Padang Sambian yang diiringi hujan dan sebagian lapangan tergenang air, PFA harus menerima kekalahan 0-1.
 
Uji coba terakhir adalah melawan Bali United U14. Di Lapangan Yoga Perkanthi, Minggu (6/11), para pemain PFA mendapatkan banyak pelajaran ketika harus menelan kekalahan 0-3.
 
Dari 4 laga uji coba itu, Wolfgang Pikal mengaku para pelatih melihat banyak hal yang didapat dari penampilan pemain PFA. Selain organisasi tim yang masih harus diperbaiki, mental bertanding menjadi sorotan.
 
"Sebelum bergabung dengan PFA, tak banyak pemain yang pernah mengikuti kompetisi saat masih berada di daerahnya. Kami melihat pengaruhnya sangat besar saat beruji coba di Bali. Faktor mental mempengaruhi penampilan mereka secara teknik dan taktik di pertandingan," ucap Wolfang.

Ia berharap ke depannya para pemain PFA akan tampil lebih baik saat dipertemukan dengan tim-tim sepantaran yang sudah punya kualitas setara atau lebih baik.

"Kedatangan Papua Football Academy ke Bali itu sangat bagus. Setelah berlatih 3 bulan di Timika, anak-anak butuh lawan uji coba yang lebih kuat. Bukan untuk mencari menang, melainkan bagaimana mempraktekkan apa yang didapat selama mereka berlatih," kata Rully Nere, legenda sepak bola nasional yang juga menjadi penasihat PFA.

Selain mengasah kemampuan dalam pertandingan persahabatan di Bali, kegiatan rutin yang biasa dilakukan selama di Mimika Sport Complex tetap berjalan. Seperti proses belajar pendidikan formal bagi siswa PFA di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika.

Kesempatan berada di Bali juga dimanfaatkan manajemen PFA untuk memberi anak-anak waktu refreshing di beberapa lokasi serta mengenal budaya di luar Papua. Serta ikut berperan membersihkan berbagai sampah dan kotoran di Pantai Jimbaran.

“Saya senang bersama keluarga PFA bisa ke Bali untuk berlatih dan bertanding. Saya akan memperbaiki kesalahan-kesalahan selama bertanding di Bali, terutama ketika menghadapi Bali United U14. Mereka lawan yang sulit dihadapi," ucap Valentino Santo Wagiu, pemain yang lolos dari PFA Cari Bakat di Merauke.

Berikut beberapa komentar dari penasehat, asisten pelatih, mantan pemain timnas dan pemain Papua Football Academy.

Rully Nere (Legenda Sepak Bola Indonesia, Penasihat Papua Football Academy)

"Para pemain PFA butuh suasana baru dan lawan latih tanding yang berkualitas. Selama di Bali, saya melihat mereka belajar dengan lingkungan dan budaya baru serta berbagai karakter orang yang jarang dijumpai di Papua. Hal ini bagus buat perkembangan karakter mereka," ungkapnya.

"Kekalahan dari Bali United U-14 saya anggap bagus sebagai bahan introspeksi diri para pemain bahwa masih banyak yang harus mereka pelajari," katanya.

Kelly Pepuho (Asisten Pelatih Papua Football Academy)

"Saya senang kami dapat beruji coba dengan Bali United U14. Hasil kekalahan itu menjadi bahan evaluasi untuk PFA, terutama dari segi passing dan organisasi permainan," ujarnya.

"Kekalahan itu juga memberi pelajaran kepada pemain PFA agar tidak cepat puas. Mereka harus lebih fokus memperbaiki segala kekurangan. Semoga para pemain PFA agar tidak berkecil hati dan menjadikan pertandingan ini sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik," lanjutnya.

Melky Papare (Asisten Pelatih Papua Football Academy)

"PFA datang ke Bali untuk berlatih dan bertanding, serta memanfaatkan waktu refreshing. Semua pertandingan uji coba berjalan dengan baik, terima kasih kepada teman-teman di Bali yang sudah menerima PFA. Nanti di Timika, tim pelatih akan segera memfokuskan program pada pengembangan teknik individu pemain dan pemahaman mereka akan taktik pertandingan," terangnya.

Yeyen Tumena (Mantan Pemain Timnas Indonesia, Instruktur Pelatih)

"Saya sempat melihat pemain PFA saat menghadapi Bali United U14. Selain memang kalah postur tubuh, karakter pemainan PFA masih belum tampak di pertandingan. Permainan mereka masih polos," ujarnya.

Ferdinand Nanlohy (Pemain Papua Football Academy)

"Saya senang dan sangat bahagia bisa berlatih dan bertanding di Bali. Saya baru pertama kali datang ke Bali. Kembali ke Timika, saya akan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang saya lakukan selama di Bali, seperti membaca permainan dan teknik-teknik dasar bermain sepak bola," ungkapnya. (Red)

Top