Kesehatan

Polri Peduli Sesama, Anggota Polres Mimika Sumbangkan Darah

Terlihat anggota Polres Mimika saat mengikuti donor darah.

MIMIKA, BM

Menyumbangkan darah merupakan wujud kepedulian sosial untuk membantu sesama manusia yang membutuhkan. Karena setetes darah kita bisa menyelamatkan nyawa orang.

Seperti yang dilakukan oleh anggota Polres Mimika Rabu (30/10/2024) di Kantor Pelayanan Polres Mimika dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke 73 Humas Polri.

Kegiatan donor darah dengan mengangkat tema “Humas Polri Presisi Menuju Indonesia Maju” yang dilakukan oleh Polres Mimika ini bekerja sama dengan PMI dan petugas kesehatan dari RSMM Charitas.

Kapolres Mimika melalui Kasie Humas Polres Mimika,Ipda Hempy Ona disela-sela kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini menjadi ajang bagi Polri untuk lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap masalah kesehatan.

"Ini merupakan bentuk komitmen Humas Polri untuk turut serta dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas," ungkapnya.

Diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan sosial berupa donor darah ini dapat memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Sehingga kehadiran Polri dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Tidak ada target berapa kantong, yang penting sebanyak-banyaknya dan bisa bermanfaat bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan," harap Hempy. (Ignasius Istanto)

Pelayanan Kesehatan Belum Berjalan Maksimal Pasca Insiden Alama

Kadis Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Kurang lebih 21 hari sudah pelayanan kesehatan di Alama belum berjalan maksimal pasca periatiwa penembakan pilot asal Selandia Baru, Glen Malcolm Conning di Distrik Alama.

Hal tersebut mengakibatkan tenaga kesehatan yang bertugas di Distrik Alama harus kembali ke Timika sehingga pelayanan di daerah tersebut belum maksimal.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra saat ditemui di Hotel Horison Diana, Senin (26/8/2024) mengatakan rencananya di tanggal 2 dan 3 September nanti pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama yang ada di wilayah Alama, Jila, Jita, Tsinga, dan Arwanop untuk mendapatkan masukan strategi pelayanan.

"Tentu saja hari ini pelayanan di sana belum berjalan maksimal. Namun, masyarakat di lima Puskesmas wilayah gunung itu kan banyak tinggal di daerah kota. Ada di Jalan Pisang, Kampung Mandiri Jaya, masyarakat Jila juga banyak tinggal di Jalan Petrosea. Itu sebenarnya pendekatan-pendekatan yang akan kami lakukan,"kata Reynold.

Reynol menjelaskan bahwa data dari tahun 2022 dan 2023 jumlah rata-rata orang yang dilayani itu ada 700 orang. Sehingga kalau dilihat rata-rata orang bekunjung satu hari itu 3 sampai 5 orang. Kunjungan ini adalah kunjungan Puskesmas ketika mereka sakit.

"Dan saya pikir ini harus mejadi bahan pemikiran bersama, bukan hanya tenaga kesehatan, ada ekonomi, ada pendidikan, ada perlindungan perempuan dan anak-anak, ada hak-hak masyarakat yang harus dilayani,"katanya.

Katanya, apapun kondisi hari ini, harus menunggu situasi di sana kondusif dulu. Dan tentu saja harus mendapat persetujuan dari kepala daerah.

"Tentu akan ada pelayanan tapi strateginya itu kami akan mengambil dan menerima saran dari berbagai pihak,"ujarnya.

Menurutnya, strategi pelayanan sangat diperlukan karena Mimika ini terdiri dari tiga topografy yakni pegunungan, dataran rendah, pesisir. Oleh karena itu, strategi pelayanan menjadi berbeda dengan wilayah yang terdiri dari dataran rendah saja.

“Saya sudah tekankan ke Puskesmas di kota, untuk memaksimalkan pelayanan, karena masyarakat dari gunung juga banyak yang bermukim di Timika," ungkapnya. (Shanty Sang)

SK P3K Nakes Sudah Ditandatangani Eltinus Omaleng, Dibagi Awal November

Foto bersama para ASN dengan Pj Bupati Mimika

MIMIKA,BM

Ribuan tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Mimika akhirnya bisa menerima kabar baik yang telah lama dinanti-nanti.

Kabar baik tersebut adalah Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk 1.300 tenaga kesehatan telah ditandatangani oleh mantan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mimika, Evert Hindom mengatakan, SK tersebut akan dibagikan awal November.

"Saya pastikan awal bulan depan, November SK itu sudah dibagi dan sudah diterima Nakes," kata Evert, Senin (28/10/2024).

Evert mengatakan, dari total 1.418 orang PPPK Nakes 2023, terdapat satu orang yang meninggal dunia dan 11 orang mengundurkan diri, sehingga kini tersisa 1.406 tenaga kesehatan yang siap menerima SK.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.300 SK telah ditandatangani, sementara 106 SK lainnya masih menunggu hasil verifikasi faktual dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan BKD Regional IX Jayapura.

"Pembagian SK ini diharapkan dapat memberikan kepastian dan kejelasan status bagi para tenaga kesehatan di Mimika,"ungkapnya.

Sementara, kata Evert, proses penerbitan SK PPPK Guru masih terkendala karena Dinas Pendidikan belum menyerahkan data penempatan para guru.

"Pada prinsipnya, kami di BKPSDM siap mengajukan ke BKN begitu data penempatan dari Dinas Pendidikan diterima, agar mereka bisa segera mendapat penempatan," ungkapnya. (Shanty Sang)

Top