Kesehatan

Vaksin Moderna Sudah Didatangkan di Mimika

Kadis Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Vaksin Moderna yang akan disuntikan untuk tenaga kesehatan sebagai vaksin dosis ketiga (booster) sudah didatangkan ke Mimika namun untuk penggunaanya masih menunggu hasil evaluasi.

Demikian Reynold Ubra, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menyampaikan ini kepada BM di Mozza, Senin (23/8).

"Vaksin moderna sudah tiba di Timika tetapi untuk penyuntikannya kita masih menunggu hasil evaluasi keseluruhan gerai dan juga sasaran cakupannya," ungkapnya.

Sementara untuk jumlah vaksin sinovac yang baru didatangkan sebanyak 143 ribu dosis namun pihaknya masih harus menyusun strategi untuk mendorong PON XX.

"Karena untuk mendorong PON XX ini kan kita tidak bisa meninggalkan orang yang sudah divaksin pertama. Sementara di sisi lain kita harus mengejar ketertinggalan 17 persen yang dosis kedua. Kalau dibilang 80 persen herd immunity sebenarnya dosis satu dan kedua itu sama-sama dalam posisi 80 persen," jelasnya.

Dikatakan, bahwa pemberian vaksin dosis pertama sudah mencapai 33 persen sementara dosis kedua 17 persen dengan total keseluruhan yang sudah disuntik sebanyak 88 ribu.

"Sementara di sisi lain ibu hamil, dan anak sekolah juga masuk sehingga hal ini kami harus berhitung. Harus diidentifikasi dulu 143 ribu ini harus mendapat porsi terbanyak yang mana? Kalau hari ini dengan kasus kejadian seperti kemarian maka yang prioritas adalah pasien dengan komorbid dan lansia," jelasnya. (Shanty)

 

Pemda Mimika Aktifkan Kembali 20.873 Jiwa Dalam Program JKN-KIS

Pembahasan JKN-KIS Dihadiri Bupati Mimika Eltinus Omaleng

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika kembali mencapai Universal Health Coverage (UHC) di tahun 2021 dengan cakupan lebih besar dari 95 persen jumlah penduduk Mimika akan dijamin dalam program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN - KIS).

Berdasarkan press release yang diterima oleh BeritaMimika, Kamis (19/8) menyebutkan bahwa BPJS Kesehatan dan Kejaksaan Negeri Mimika melakukan pertemuan koordinasi pada Rabu (18/8) yang dihadiri oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika Michael R Gomar, Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra, Direktur RSUD Mimika dan Kasi Datun Kejari Kabupaten Mimika.

"Hasil pembahasan dalam pertemuan itu pemda Mimika menganggarkan sebesar Rp3.240.646.341 yang bersumber dari pajak rokok yang akan dimasukkan kedalam anggaran perubahan Tahun 2021," tutur Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Djamal Ardiansyah.

Adapun jumlah penduduk yang diaktifkan kembali dalam program JKN KIS sebanyak 20.873 jiwa.

"Sebelumnya 20.873 itu telah dinonaktifkan dan akan dianggarkan dalam APBD perubahan tahun 2021, dengan demikian cakupan peserta JKN-KIS Kabupaten Mimika akan kembali mencapai UHC dengan jumlah lebih dari 95% total cakupan jumlah penduduk Mimika," jelasnya.

Hal tersebut, kata Djamal, selaras dengan komitmen program Pemerintah Kabupaten Mimika khususnya dalam Bidang Kesehatan dan tentunya akan menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan bagi penduduk di Kabupaten Mimika, sesuai harapan dari masyarakat. (Shanty)

 

Belasan Nakes Puskesmas Timika Isolasi Mandiri

dr Mozes Untung

MIMIKA, BM

Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung mengaku, bahwa 17 dari 161 tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Timika saat ini sedang melakukan isolasi mandiri karena terpapar covid-19.

Tenaga kesehatan yang terpapar ini bukan hanya dokter, bidan dan perawat namun juga tenaga umum.

"Untungnya hal ini tidak terlau mempengaruhi pelayanan Puskesmas karena semua masih tetap berjalan seperti biasa," tutur Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia mengatakan, sebelumnya pada Juli lalu ada 36 pegawai Puskesmas Timika yang terpapar, termasuk Puput Putriani yang gugur pada Kamis (29/7) setelah berjuang melawan covid-19 di RSUD Mimika.

"Bulan Juli kemarin ada 36 yang terpapar. Agustus ini ada 17 orang. Tapi pelayanan tetap berjalan dengan baik,”ujarnya.

Yang terpapar adalah nakes yang bersentuhan langsung dengan pasien covid-19. Mereka sangat rentan terpapar sekalipun sudah menggunakan alat pelindung diri (APD).

"Semua orang memiliki risiko terpapar covid-19, namun semua tergantung imunnya atau daya tahan tubuhnya saja," tutur Mozes.

Pada kesempatan ini, Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri di Puskesmas apabila merasakan gejala covid-19.

"Ini yang sebenarnya masyarakat harus paham bahwa jangan takut di swab. Justru itu bagus supaya kita tahu lebih awal karena yang terbaru sekarang ini biasa bergejala saat sudah mulai terlambat apa lagi kalau ada komorbid nanti akan berakhir dengan gejala sedang, berat bahkan sampai kritis,” ungkapnya. (Shanty)

Top