PKK Mimika dan Pelkesi Wilayah V Berkolaborasi Dalam Pelayanan Kesehatan

Ketua Bidang Ny. Alice Wanma dan Ketua Pokja IV Ny. Endang Farmasi saat menyerahkan bantuan kepada ibu hamil di Distrik Mimika Barat Tengah

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika berkolaborasi dengan Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (PELKESI) Wilayah V Papua dan Papua Barat.

Kolaborasi ini dilakukan guna menjangkau target pelayanan kesehatan terhadap ibu dan anak di wilayah Distrik Mimika Barat Tengah.

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susana Susy Herawaty Rettob menggandeng dr. Leonard Pardede SpOG untuk turun langsung melaksanakan kunjungan kerja (kunker) pada 28-30 April 2026.

Kolaborasi ini menghasilkan pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil melalui pemeriksaan USG dan pemberian edukasi bagi masyarakat termasuk tenaga kesehatan setempat.

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob melalui Ketua Bidang Pokja IV Ny. Alice Wanma mengatakan PKK Mimika melaksanakan penyuluhan tentang makanan bergizi kondisi seimbang.

“Hal ini dilaksanakan untuk memberikan edukasi bagaimana mengkonsumsi makanan gizi seimbang yang ada di lokasi rumah tangga setempat agar keluarga sehat,” katanya.

Lanjutnya, ada 3 zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia yakni tenaga, pengatur dan zat pembangun.

Zat pembangun bisa didapatkan dari ikan, telur dan ayam sebagai sumber protein. Zat pengatur seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

“Kami sesuaikan dengan kondisi yang ada disini jadi kami tidak memaksakan tetapi setiap hari kami harapkan mereka harus makan supaya sehat, bisa bekerja dan anak-anaknya tumbuh sehat dan berkualitas di masa mendatang,” jelasnya.

“Kita juga sudah singgung tentang stunting, kami tidur disini bisa memberikan penyuluhan tentang kesehatan, memang kadernya lincah,” ungkapnya.

Selain memberikan edukasi PKK Mimika juga memberikan bantuan berupa susu, pemberian makanan tambahan (pmt), telur dan vitamin atau suplemen.

Pemeriksaan ibu hamil dilakukan oleh dokter dengan menggunakan Ultrasonografi (USG) dan dalam pemeriksaan ini diketahui ada dua ibu hamil yang ditemukan mengalami kelainan kongenital.

“Pada umur 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu rencananya ibu hamil tersebut akan dirujuk,” tuturnya.

Ia menekankan pentingnya USG sehingga pada setiap kunker ke kampung-kampung diperlukan tenaga dokter yang sudah berkompeten di bidangnya.

“USG penting untuk langsung melihat perkembangan janin apakah sesuai dengan umur kehamilan atau tidak, apakah normal atau tidak, dan melihat letak bayi jangan sampai sungsang,” paparnya.

Secara umum berdasarkan observasi dikatakan banyak ibu hamil yang mengalami anemia tapi hal ini harus ditentukan secara diagnostik pemeriksaan laboratorium.

“Tadi kami lihat ada beberapa yang mengalami anemia, kami sudah membekali mereka dengan vitamin agar sehat dan kuat beraktivitas,” ucapnya.

Kolaborasi ini juga sesuai dengan misi visi bupati dan wakil bupati yakni membangun dari kampung ke kota sehingga dari kampung bisa terdeteksi lebih dini temuan seperti kelainan kongenital agar cepat bisa dirujuk.

“Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat dan kami akan kembali lagi untuk memberikan motivasi tentang kesehatan terlebih untuk ibu hamil dan pencegahan stunting pada anak-anak di Distrik Mimika Barat Tengah ini,” harapnya.

Ketua Pelkesi Wilayah V dr. Leonard Pardede SpOG

Ditemui di tempat yang sama usai melaksanakan pemeriksaan, Ketua Pelkesi Wilayah V dr. Leonard Pardede SPoG menyampaikan kelainan kongenital didapatkan di daerah gastrointestinal dan kemungkinan bisa sampai ke daerah vesica uninari.

Ia memprediksikan bahwa kedua ibu hamil ini kemungkinan mengalami atresia duodenal. Artinya tidak ditemukan adanya sambungan antara usus lambung sampai ke usus besar.

“Jadi ada yang tersumbat. Sehingga jika bayi lahir selamat maka mungkin bayi itu akan dilakukan tindakan operasi dan diberikan kolostomi,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa kehamilan adalah suatu anugerah yang dititipkan di rahim seorang ibu sehingga perlu untuk mempersiapkan sumber daya manusia (sdm) dengan kualitas handal, gizi cukup dengan empat sehat lima sempurna, dan minum susu.

“Dilarang mengkonsumsi obat-obatan yang bisa menyebabkan cacat kandungan, penggunaan kosmetik yang mengandung logam berat,” lanjutnya.

Ia menyarankan untuk memakan makanan yang betul-betul matang dan bukan kurang atau setengah matang karena dicurigai mengandung kuman tokso yang dapat menyebabkan cacat bayi.

“Makanlah makanan rebus sepeti bubur manado, papeda kuah kuning, pepaya, jagung rebus, pisang rebus, petatas rebus dibandingkan gorengan. Gorengan mengandung tinggi radikal bebas yang berpotensi mengalami gangguan kesehatan seperti penyumbatan pembuluh darah jantung dan mungkin bisa sampai tumor,” tandasnya.

dr. Leo juga hadir untuk memberikan edukasi terhadap tenaga kesehatan di Puskesmas Wakia mengenai penggunaan USG.

Sebagai Ketua Pelkesi Wilayah V pada kesempatan itu juga dr. Leo menyalurkan bantuan kaca mata baca gratis untuk orang tua usia diatas 40 tahun.

“Saya bawa 125-150. Besok (kemarin-red) kita akan skrinning. Kalau seandainya kurang nanti saya akan minta ke pusat. Saya sudah edukasi Kepala Puskesmas (Kapus) bagaimana cara pemeriksaanya,” jelasnya.

“Saya juga berterimakasih kepada PKK yang sudah mempercayakan saya untuk kolaborasi ini. Harapannya kami bisa berkelanjutan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)

Top