Puji Tuhan, Tidak Ada Perawat Mimika Yang Terinfeksi Covid-19
Jubir Penanganan Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra
MIMIKA, BM
Hingga hari ke-14 penanganan Covid-19 di Mimika, belum satupun petugas medis baik dokter maupun perawat di rumah sakit rujukan RSUD, homebase isolasi Wisma Atlet, puskesmas maupun klinik yang terinfeksi virus ini.
Ini menjadi kabar gembira bagi Mimika karena petugas medis merupakan pahlawan dan garda terdepan dalam memerangi Corona Virus. Diharapkan mereka selalu berada dalam kondisi sehat dan prima untuk menjalankan tugas dan pengabdian ini.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra mengatakan hal ini melalui siaran pers menggunakan aplikasi Zoom, Kamis (2/4) malam.
“Kita bersyukur belum ada satupun yang terinfeksi baik di rumah sakit rujukan, shelter, puskesmas maupun klinik termasuk di Call Centre 911. Semua masih bergerak dan keadaan mereka semua masih sehat. Pada prinsipnya dalam melakukan upaya evaluasi maupun penangananan yang ditekankan adalah pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) dengan menggunakan APD secara baik dan tepat,” jelasnya.
Bahkan untuk memastikan penyebaran virus ini di tenaga medis, pemeriksaan PCR telah dilakukan terhadap tim medis di RSUD yang melakukan pengambilan swab terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Hasilnya mereka negatif.
“Karena melihat kondisi penyebaran Covid yang hampir sering ditemui di faskes tingkat pertama (puskesmas dan klinik) termasuk RS swasta maka dari sekarang kami sudah terapkan di seluruh layanan faskes bahwa semua pasien yang datang dianggap pasien infeksius. Ini supaya mencegah jangan ada tenaga kesehatan yang terinfeksi covid akibat isolasi kerja,” ungkapnya.
Sementara itu di shelter (wisma atlet) saat ini tengah diisolir beberapa pasien PDP, ODP dan OTG. Mereka didampingi langsung Tim Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) RSUD.
“Tim K3 RSUD ada disana untuk melakukan pengendalian infeksi baik terhadap mereka yang di idolasi maupun tenaga kesehatan yang bertugas,” terangnya.
Hanya saja dengan bertambahnya pasien kategori PDP, ODP dan OTG di Mimika, Reynold Ubra mengatakan hal ini jelas berpengaruh terhadap ketersidaan Alat Pelindung Diri (APD).
Ubra mengatakan, menyikapi situasi ini, pada Kamis pagi dilakukan pertemuan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bersama bupati, wakil bupati dan penjabat sekda Mimika.
“Ada kendala ketika jumlah pasien dalam pengawasan meningkat sehingga kami akan menambah tenaga terutama di ruang isolasi. Kondisi sampai haru ini di RSUD untuk APD tersedia namun kami punya stok kabupaten mengalami kekosoongan (stok out). Kami sudah pesan agar didatangkan dari Jakarta,” jelasnya. (Ronald)



