Dampak PPKM, KM Lauser Hanya Turunkan 12 Penumpang di Pomako

Para penumpang saat menaiki KM Lauser di Pelabuhan Pomako, Rabu (14/7)
MIMIKA, BM
Dua pekan lalu, Pemerintah Daerah Mimika telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro.
PPKM untuk membatasi aktifitas masyarakat agar dapat menekan berkembangnya penularan Covid-19 di Mimika.
Kini dampak pemberlakuan PPKM mulai terasa di Mimika terutama bagi pelaku perjalanan dari luar daerah yang menggunakan transportasi laut.
Pasalnya setiap pelaku perjalanan yang ingin ke Timika wajib menyertakan PCR dan bukti vaksin.
Namun, setelah dua minggu pemberlakukan ini, pelaku perjalanan yang masuk Timika melalui Pelabuhan Poumako mulai berkurang.
Pantauan BeritaMimika di Pelabuhan Pomako, Rabu (14/7) kemarin, KM Lauser yang bersandar pada, hanya menurunkan 12 penumpang saja.
Sementara penumpang yang berangkat sebanyak 327 orang dengan tujuan Dobo, Tual, Saumlaki, Ambon, Namrole, Wanci, Bau-Bau, Makasar, Benoa, Bima, Bali dan Surabaya.
Para petugas di pelabuhan juga terlihat sangat teliti melakukan pemeriksaan dokumen para pelaku perjalanan baik penumpang yang baru datang maupun yang akan berangkat.
Kepala Pelni Cabang Timika, Edwin saat ditemui di Pelabuhan Pomako mengatakan, penurunan jumlah penumpang ini terjadi karena persyaratan wajib PCR dan vaksin yang diberlakukan.
"Kita perketat. Tiba di Timika diperiksa lagi dokumennya. Dan sejauh ini yang turun di sini hanya yang memenuhi persyaratan. Mudah-mudahan ke depan ini terus di jaga supaya angka penularan covid-19 di Timika terkontrol atau menurun,” tutur Edwin.
Walau demikian Edwin mengatakan, persyaratan pelaku perjalanan yang akan berangkat di beberapa tempat berbeda. Sesuai dengan persyaratan pelabuhan tujuan. Ada yang wajib PCR dan vaksin, ada yang hanya Antigen dan vaksin.
Khusus untuk masa berlaku antigen hanya 1x24 jam. Namun, karena perjalanan dengan kapal bisa sampai satu minggu, maka saat tiba di pelabuhan tujuan, para pelaku perjalanan diwajibkan tes ulang antigen.
"Biasanya secara acak tapi itu tergantung pelabuhan tujuan syaratnya apa,” ungkapnya. (Shanty)



